KAMAJAYA Scholarship / Penerima Beasiswa  / Periode 2023/2024  / Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Margareta Lisa Cahyaningtyas

Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Margareta Lisa Cahyaningtyas

Margareta Lisa Cahyaningtyas

Tanggal Lahir:
Kota Asal:
Studi:

18 April 2004

Bantul

Fakultas Bisnis dan Ekonomika Prodi Manajemen semester 4 (Mei 2024)

Margareta Lisa Cahyaningtyas

Mahasiswi Fakultas Bisnis dan Ekonomika UAJY Prodi Manajemen

Segelintir Kehidupan

Perkenalkan, saya Margareta Lisa Cahyaningtyas bisa dipanggil Reta atau Lisa. Saya lahir tanggal 18 April 2004 di Bantul, Yogyakarta. Saya iseng mengubah nama panggilan saya tersebut saat kuliah supaya dapat dibedakan mana teman kuliah dan teman sebelum kuliah, karena sejak kecil nama panggilan saya adalah Lisa. Saya lahir di keluarga sederhana sebagai anak kedua, kemudian menjadi yang pertama. Saat saya masih di umur 2 tahun, mbak saya dipanggil Tuhan. Katanya, Tuhan lebih sayang Mbak, soalnya Tuhan ingin Mbak menemani-Nya di surga. Selang empat tahun kemudian, hadirlah si bocah baru, dia adikku. Setelah itu, saya jadi kakak sampai saat ini.

Puji Tuhan, sampai saat ini keluarga saya masih utuh. Kedua orang tua saya asli Bantul. Sejak kecil saya bertempat tinggal di Bantul. Saya belum pernah berpindah tempat tinggal. Kedua orang tua saya bekerja sebagai karyawan swasta di Yogyakarta. Tanggungan kedua orang tua ada dua, yakni saya dan adik saya. Adik saya masih duduk di Sekolah Dasar kelas V. Saya dan adik selisih umur yang jauh, yaitu 7 tahun. Banyak pertimbangan orang tua akan pembiayaan kami berdua dengan jarak yang lumayan jauh.

Dengan masuknya saya di Universitas dan persiapan adik saya untuk melanjutkan sekolah, perekonomian keluarga lebih diperhemat untuk membayar keperluan sekolah kami karena sebentar lagi adik saya perlu biaya untuk melanjutkan sekolah dan biaya masuk kuliah saya. Setahu saya sempat Ibu berpikir untuk keluar dari pekerjaannya karena merasa sudah kewalahan. Bisa saja Ibu keluar dari pekerjaannya. Namun setelah mempertimbangkan banyak hal, Ibu mengurungkan niat untuk keluar dari pekerjaannya. Meskipun demikian, saya bersyukur sesulit-sulitnya keuangan kedua orang tua saya, mereka tidak memperlihatkannya di depan anak-anaknya.

Bagi saya, fasilitas yang diberikan orang tua kepada saya itu sudah cukup dibandingkan dengan teman-teman saya yang lebih membutuhkan. Mengapa saya menyadari itu? Karena SMP saya bukan SMP yang bisa dikatakan bagus. Saat saya bersekolah, saya mengenal kondisi keluarga teman-teman saya. Ada yang orang tuanya bercerai dan menikah kembali, ada yang orang tuanya meninggal, ada yang masih utuh namun tidak ada komunikasi dan harmonisasi keluarga. Ada teman yang sudah bekerja untuk membantu keuangan keluarga. Dibandingkan dengan mereka, kehidupan saya masih lebih baik meskipun sangat pas-pasan. Keluarga saya masih utuh dan bahagia.

Namun, cukup ataupun tidak itu tergantung sudut pandang masing-masing dan gaya hidup. Saat ini, banyak barang-barang yang harganya melonjak tinggi dan kebutuhan keluarga juga pastinya bertambah seiring berjalannya waktu. Kondisi ini dirasakan keluarga kami, keadaan ekonomi keluarga bisa dikatakan cukup dan kurang. Namun, kami harus tetap bersyukur atas apa yang sudah diberikan Tuhan di tengah kondisi pasca pandemi COVID-19. Puji Tuhan, selama pandemi orang tua saya semua masih diberikan kesempatan untuk bekerja.

Saya lulusan dari SMA Negeri 2 Bantul. Saat SMA, dapat dikatakan saya tidak terlalu aktif. Saya hanya mengikuti satu organisasi sekolah, yaitu jurnalistik. Saya senang dapat mewawancarai banyak orang. Namun saat SMA, Pandemi COVID-19 menerpa sehingga semua kegiatan sekolah dilaksanakan secara online. Organisasi sekolah sempat terhenti sementara, namun guru jurnalistik sangat senang mengajar. Setiap Sabtu pagi kami pasti diajak Google Meet bersama untuk sekedar membagi ilmu atau bercerita dan membahas isu yang sedang naik daun. Ikut dalam jurnalistik dapat melatih saya untuk berani bertemu orang yang benar-benar baru. Saya harus melihat atau mencari latar belakangnya supaya tidak salah bicara saat mewawancarai. Saat kelas XII, saya diberi kesempatan untuk menjadi bendahara jurnalistik. Kepercayaan itu sangat berharga untuk saya karena saya dapat keluar dari zona nyaman saya.

Tempat tinggal saya masih termasuk desa meskipun tidak desa banget. Masih dekat dengan pusat pemerintahan Kota Bantul kurang lebih waktu tempuh sekitar hanya 10 menit dari rumah. Kondisi komunikasi antarwarga masih kental bukan yang tidak kenal. Kami masih kenal dan tegur sapa satu sama lain. Menurut saya, jenis mata pencaharian penduduk di tempat saya lumayan merata. Ada yang bekerja sebagai guru atau PNS, pekerja kantoran atau pabrik dan buruh bangunan.

Selama ini, uang saku saya dari orang tua dan biaya kuliah juga di tanggung oleh orang tua. Biaya pengeluaran saya digunakan untuk membeli makanan sehari-hari saat sedang berkuliah. Untuk transportasi, saya berangkat ke kampus menggunakan sepeda motor. Bagi saya, uang saku yang diberikan itu cukup untuk hidup sehari-hari, meskipun terkadang uang itu juga kurang saat pengeluaran saya lebih banyak dari bulan sebelumnya. Kadang kala, ada keperluan pribadi dan kegiatan kuliah seperti mencetak kertas, keperluan tugas kelompok, dan masih banyak lagi. Saya tidak enak hati untuk meminta uang saku lebih karena kondisi keuangan keluarga saya, sehingga saya harus benar-benar berhemat. Saya harus selektif dan hanya membeli sesuatu yang benar-benar diperlukan saja.

Saya bergabung menjadi keluarga Universitas Atma Jaya Yogyakarta di tahun 2022. Bergabung sebagai mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Bisnis dan Ekonomika. Saya bergabung dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen. Rasanya senang saya dapat bergabung dalam HMPSM. Teman saya bertambah, pengalaman saya juga bertambah. Awal masuk saya merasa pembagian waktu saya sangat berantakan antara kuliah, berorganisasi, dan untuk diri saya sendiri. Seiring dengan berjalannya waktu, saya menanamkan bahwa, “Kamu sudah berani terjun, jangan jadi pengecut lalu melarikan diri,” dan saya jalani secara mengalir saja. Pada Periode 2023/2024 ini, saya diberi kepercayaan sebagai bendahara salah satu divisi di HMPSM. Semoga dengan kepercayaan tersebut dapat membantu saya dalam mengasah kepercayaan diri saya. Selain di dunia perkuliahan, saya ikut sebagai anggota muda-mudi RT dan saya juga ikut perkumpulan Orang Muda Katolik di wilayah dan lingkungan gereja saya. Saya dapat dikatakan tidak terlalu aktif sebagai anggota gereja. Secukupnya atau seperlunya saya dibutuhkan dalam kegiatan gereja.

Saya sangat memerlukan Beasiswa KAMAJAYA ini, karena saya tidak ingin memberatkan kedua orang tua saya tentang biaya kuliah saya. Orang tua saya masih harus membiayai adik saya yang masih duduk di sekolah dasar. Biaya sekolahnya pasti tidak sedikit. Kebutuhan sehari-hari juga bertambah banyak dengan bertambahnya tahun dan umur kami masing-masing.

Saya ingin menjadi orang yang dapat membantu orang dan menciptakan sebuah hal yang sangat berharga/berkesan untuk semua orang. Saya ingin membantu orang-orang yang membutuhkan pekerjaan. Saya ingin ikut serta dalam membantu memajukan negeri ini dengan menjadi relawan muda, namun itu masih impian saya. Semoga ke depan hal itu bisa saya wujudkan. Untuk saat ini, saya ingin kelancaran dalam studi dan lulus tepat waktu, yaitu 4 tahun.

Semoga dengan Beasiswa KAMAJAYA, saya dapat berkembang lebih dan lebih untuk masa depan saya dan dapat saya berikan sumbangsih kepada KAMAJAYA Scholarship ke depannya.

Wisuda SMA.
Foto diri sendiri.
Foto bersama keluarga.
Foto proker pertama di HMPSM.

No Comments

Post a Comment

×

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA