
Lentera Atma: Segala Perkara Dapat Kutanggung
Ada saat-saat dalam hidup ketika kita merasa lelah, rapuh, atau bahkan tidak berdaya menghadapi tuntutan dunia. Tugas yang menumpuk, beban pekerjaan, tanggung jawab keluarga, ataupun pergumulan batin sering kali membuat kita merasa bahwa semuanya terlalu berat untuk ditanggung. Dalam momen-momen seperti itulah, ayat dari Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Filipi ini berbicara begitu kuat, bahwa kita tidak pernah berjalan sendirian, sebab Kristus-lah yang memberi kekuatan.
Dalam tradisi Katolik, iman bukan hanya perkara percaya secara abstrak, melainkan keterbukaan hati untuk menerima rahmat Allah yang nyata hadir dalam kehidupan sehari-hari. Sakramen-sakramen, doa pribadi maupun bersama, serta liturgi Gereja menjadi saluran rahmat yang memampukan kita menjalani hidup dengan penuh harapan. Maka ketika Paulus berkata, “Segala perkara dapat kutanggung oleh Kristus,” ia tidak sedang memberi semangat kosong, melainkan mengungkapkan sebuah keyakinan iman bahwa di balik keterbatasan manusia, ada kekuatan ilahi yang menopang. Itulah sebabnya seorang Katolik selalu diajak untuk kembali kepada Kristus, Sang Sumber kehidupan, yang hadir nyata dalam Ekaristi dan dalam perjumpaan dengan sesama.
Kekuatan yang datang dari Kristus bukan hanya membuat kita mampu bertahan menghadapi kesulitan, tetapi juga menumbuhkan keberanian untuk melangkah maju. Banyak orang yang membaca ayat ini hanya sebagai dorongan motivasi untuk sukses, padahal maknanya jauh lebih dalam. Filipi 4:13 mengajak kita untuk berserah dan percaya, bahwa bahkan dalam kelemahan sekalipun, Allah tetap berkarya. Justru ketika kita menyadari ketidakmampuan kita, rahmat Tuhan bekerja lebih nyata, karena kita tidak lagi mengandalkan diri sendiri, melainkan bersandar pada Dia yang setia. Inilah misteri iman, di saat kita merasa paling rapuh, justru di situlah kekuatan Kristus sempurna dalam diri kita.
Semangat inilah yang juga dihidupi melalui Lentera Atma, sebuah sarana sederhana yang mengajak kita merenung sejenak di tengah kesibukan. Seperti lentera yang menerangi kegelapan, renungan singkat ini mengingatkan bahwa hidup kita dipenuhi cahaya Kristus yang tak pernah padam. Setiap kalimat yang dibaca, setiap doa yang dipanjatkan, menjadi pengingat bahwa kita dikuatkan bukan untuk diri kita sendiri, melainkan juga untuk menjadi terang bagi orang lain, sebab kekuatan yang berasal dari Kristus selalu mengalir, tidak berhenti dalam diri kita, tetapi memancar untuk menghibur, menguatkan, dan menuntun sesama yang juga sedang berjuang.
Akhirnya, Filipi 4:13 mengajak kita memandang setiap pergumulan hidup bukan sebagai beban yang menekan, tetapi sebagai kesempatan untuk mengalami kasih Tuhan yang nyata. Ketika kita belajar melihat setiap peristiwa hidup dengan iman, bahkan masalah yang paling berat sekalipun dapat menjadi jalan menuju kedekatan yang lebih dalam dengan Kristus. Di situlah letak makna sejati dari “segala perkara dapat kutanggung,” bukan karena kita hebat, tetapi karena Kristus-lah yang menjadikan kita kuat. Dengan demikian, setiap langkah yang kita ambil, setiap pilihan yang kita buat, dan setiap tantangan yang kita hadapi, dapat dijalani dengan keyakinan bahwa Tuhan senantiasa berjalan bersama kita.
Image by Andreas Lischka from Pixabay
No Comments