Kisah Penerima Beasiswa: Perjalanan dan Pembelajaran di Setiap Langkah
Perkenalkan nama saya Joan Laksmita Kusuma Apsari. Saya biasa dipanggil dengan Tita atau Joan. Nama saya Tita karena orang tua saya terinspirasi dari nama seorang tokoh di telenovela. Saya lahir di Boyolali pada tanggal 30 Juli 2004 dan saat ini kuliah di Program Studi Teknik Sipil Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Waktu terasa berjalan begitu cepat sejak pertama kali saya menapaki dunia perkuliahan. Kini, tanpa terasa, saya sudah berada di semester tujuh. Melihat kembali ke belakang, begitu banyak pengalaman berharga yang telah saya lalui selama perjalanan akademik ini. Pengalaman yang bukan hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga membentuk pribadi saya menjadi lebih matang dan tangguh.
Pada semester lima, saya berkesempatan melaksanakan kerja praktik di Tangerang, tepatnya di proyek pembangunan Hotel Harris Summarecon. Proyek ini berada di bawah kontraktor PT Tata Mulia Nusantara Indah, sebuah perusahaan yang sudah berpengalaman dalam menangani berbagai proyek besar di Indonesia. Selama masa kerja praktik, saya belajar banyak hal mengenai dunia teknik sipil yang sesungguhnya. Tidak hanya soal teori dan gambar kerja, tetapi juga bagaimana koordinasi di lapangan berjalan, bagaimana komunikasi antar tim menjadi kunci keberhasilan, dan bagaimana setiap keputusan kecil bisa berdampak besar pada jalannya proyek. Melihat langsung proses pembangunan sebuah hotel dari awal hingga mencapai tahap struktur memberikan saya pandangan yang nyata tentang dunia kerja di bidang konstruksi, dunia yang kelak akan saya jalani.
Memasuki semester enam, perjalanan saya berlanjut ke pengalaman yang sama berharganya, yaitu Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Ketapang, Kalimantan Barat. Saya ditempatkan di sebuah desa bernama Beriam, daerah yang jauh dari hiruk-pikuk kota besar namun penuh kehangatan dan kebersamaan. Di sana, saya mengerjakan beberapa program kerja, di antaranya pembuatan peta administrasi desa, serta desain taman dan drainase untuk Gereja Stasi Beriam. Melalui program ini, saya belajar bagaimana ilmu yang saya pelajari di kampus dapat diterapkan secara nyata dan bermanfaat bagi masyarakat.
Namun, lebih dari sekadar proyek, pengalaman KKN memberikan makna yang lebih mendalam. Saya belajar tentang kehidupan masyarakat yang sederhana namun penuh rasa syukur, tentang gotong royong, dan tentang bagaimana membangun sesuatu bersama-sama demi kepentingan banyak orang. Selama satu bulan di sana, saya tidak hanya bekerja, tetapi juga membangun hubungan yang hangat dengan warga. Mereka menerima saya dengan tangan terbuka, hingga rasanya seperti memiliki keluarga baru di Beriam. Saat tiba waktunya kembali ke kampus, perasaan haru tidak dapat saya hindari, meninggalkan tempat yang telah memberi begitu banyak pelajaran hidup terasa tidak mudah.
Kini, saya memasuki semester tujuh, yang bisa dibilang merupakan tahap yang cukup menantang dalam perjalanan perkuliahan saya. Saat ini saya sedang mengerjakan Tugas Akhir Perancangan dan Investigasi (TAPI) 1 dengan fokus pada bidang Transportasi Air. Tugas ini menjadi wadah bagi saya untuk semakin mengasah kemampuan analisis dan pemecahan masalah, sekaligus mempersiapkan diri menuju penelitian yang lebih kompleks di TAPI berikutnya. Selain itu, saya juga dipercaya menjadi asisten praktikum di jurusan, sebuah tanggung jawab baru yang menuntut kedisiplinan sekaligus memberi kesempatan untuk berbagi pengetahuan dengan adik tingkat. Meskipun cukup padat, saya bersyukur karena semua berjalan dengan lancar sejauh ini. Saya berharap setiap langkah ke depan dapat terus diberkati dan dilancarkan hingga saya dapat menyelesaikan studi dengan hasil terbaik.
Di luar kegiatan akademik, saya juga aktif dalam pelayanan gereja sebagai lektor di Gereja Brayat Minulyo. Pelayanan ini menjadi bagian penting dalam hidup saya, bukan hanya sebagai bentuk pengabdian, tetapi juga sebagai cara saya untuk terus melatih rasa tanggung jawab dan ketulusan hati. Setiap kali berdiri di depan altar dan membacakan sabda Tuhan, saya belajar untuk lebih percaya diri, rendah hati, dan tulus dalam setiap tindakan.


Jika saya menengok ke belakang, semua pengalaman ini, mulai dari kerja praktik, KKN, hingga berbagai kegiatan akademik dan pelayanan, telah menjadi potongan puzzle yang membentuk diri saya hari ini. Saya belajar bahwa setiap kesempatan, sekecil apa pun, selalu membawa makna dan pelajaran. Saya percaya, perjalanan ini masih panjang. Namun dengan semangat belajar yang tak pernah padam dan keyakinan bahwa setiap langkah telah diatur dengan baik oleh Tuhan, saya siap melangkah ke bab berikutnya dengan hati penuh syukur dan harapan.
Yogyakarta, 30 Oktober 2025
Joan Laksmita Kusuma Apsari
Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil UAJY Angkatan 2022
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-7
Image by wal_172619 from Pixabay












No Comments