KAMAJAYA Scholarship / Kisah/Kesaksian/Testimoni  / Kisah Penerima Beasiswa: Kuliah, Kerja, dan Musik: Sebuah Perjalanan Iman dan Perjuangan

Kisah Penerima Beasiswa: Kuliah, Kerja, dan Musik: Sebuah Perjalanan Iman dan Perjuangan

Halo! Perkenalkan, nama saya Jonathan Immanuel Suwarno. Saya adalah mahasiswa Program Studi Informatika Angkatan 2023 yang berasal dari Samarinda, Kalimantan Timur. Sebelum akhirnya bisa duduk di bangku kuliah pada tahun 2023, saya telah melewati berbagai ujian kehidupan yang cukup berat. Di sela-sela perjuangan itu, musik selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup saya; mulai dari mengikuti lomba, bekerja di bidang musik, menciptakan karya, hingga melayani di gereja.

Saya lulus SMA pada tahun 2021 dan memutuskan untuk langsung berkuliah di sebuah universitas di Yogyakarta. Namun, saat itu wabah COVID-19 sedang melanda, yang memaksa saya menjalani perkuliahan secara daring (online). Kala itu, saya mencoba mandiri dengan kuliah sambil bekerja sebagai pengisi musik di berbagai acara dan kafe (live music).

Sayangnya, kondisi ekonomi keluarga saya mengalami kendala. Saya pun memutuskan mengambil cuti kuliah untuk membantu Mama bekerja di sebuah perusahaan sebagai penjaga kantin karyawan. Selama satu bulan, saya bekerja di lokasi yang cukup jauh dari kota, di mana akses sinyal sangat sulit sehingga komunikasi pun terbatas.

Setelah satu bulan berlalu dan saya kembali ke kota, kondisi finansial keluarga ternyata belum membaik. Dengan berat hati, saya memilih untuk mencabut berkas dan berhenti kuliah. Momen itu sangat menyedihkan bagi saya, namun saya tetap berdoa dan memelihara harapan bahwa suatu hari nanti saya bisa kembali kuliah hingga lulus.

Pada akhir tahun 2021, setelah tidak lagi berkuliah, saya memfokuskan diri untuk mencari penghasilan melalui musik. Saya berjuang keras menaikkan nama band saya agar dikenal di Samarinda. Berbagai usaha kami lakukan, mulai dari bermain di kafe tanpa bayaran hingga akhirnya mulai dibayar. Puji Tuhan, kami mendapat jalan untuk kontrak reguler di sebuah restoran.

Bagi saya, musik bukan sekadar hobi, melainkan kehidupan. Di saat sedih maupun senang, musik selalu ada. Saya bersyukur bisa memanfaatkan talenta ini untuk memulai karier yang menghasilkan, sekaligus menambah tabungan untuk rencana kuliah di masa depan.

Memasuki awal tahun 2022, saya memberanikan diri melamar pekerjaan formal. Puji Tuhan, saya diterima bekerja di sebuah toko komputer di Samarinda. Ini menjadi pengalaman kerja pertama saya, di mana saya berperan sebagai konten kreator sekaligus karyawan yang melayani pelanggan. Saya sangat bersyukur karena pekerjaan ini memungkinkan saya menabung lebih banyak demi cita-cita saya untuk kuliah kembali.

Setelah satu tahun bekerja, kesempatan untuk mendaftar kuliah akhirnya datang lagi. Saya mencoba berbagai jalur, mulai dari UTBK, SBMPTN, hingga jalur Mandiri, baik di kampus negeri maupun swasta. Awalnya, saya sangat berharap bisa masuk perguruan tinggi negeri agar biaya kuliah tidak terlalu membebani Mama.

Namun, Tuhan berkata lain. Saya diterima di Universitas Swasta, yaitu Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY). Meski berbeda dari rencana awal, saya sangat bersyukur bisa berkuliah lagi. Saya percaya tidak ada rencana Tuhan yang jahat; rencana-Nya lah yang terbaik bagi hidup saya.

Pada pertengahan tahun 2023, saya berangkat ke Yogyakarta untuk pertama kalinya. Semuanya terasa baru mulai dari pertemanan, lingkungan, hingga kultur budaya. Meskipun butuh waktu cukup lama untuk menyesuaikan diri, saya tetap menjalaninya dengan tekun.

Kendala finansial kembali membayangi masa-masa awal kuliah saya. Saya sempat kesulitan membayar uang kuliah hingga harus meminjam dan menunggak pembayaran. Namun, saya menolak untuk menyerah. Saya kembali mencari pekerjaan di bidang musik dengan mendatangi berbagai komunitas musik di Yogyakarta untuk membangun relasi.

Puji Tuhan, di akhir tahun 2023, saya bertemu dengan seorang alumni UAJY yang mengajak saya bermain musik dalam sebuah acara. Momen itulah yang menjadi titik awal karier saya sebagai pemusik di Yogyakarta.

Memasuki tahun 2024 hingga 2025, saya berusaha keras mencari beasiswa, baik dari internal UAJY maupun dari luar, agar tidak lagi membebani Mama. Saya tekun berdoa dan mencari informasi. Puji Tuhan, penantian panjang saya terjawab. Saya dinyatakan lolos sebagai penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-9.

Saya sangat bersyukur karena Tuhan menjawab doa saya satu per satu. Hingga sekarang, saat saya sudah memasuki semester 5, saya semakin yakin bahwa rencana Tuhan belum selesai. Saya percaya, baik di masa susah maupun senang, Tuhan tidak pernah tutup mata dan pertolongan-Nya selalu tepat pada waktunya.

Trust yourself, do the best, and God will do the rest.”

Yogyakarta, 27 November 2025

Jonathan Immanuel Suwarno
Mahasiswa Program Studi Informatika UAJY Angkatan 2023
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-9

Image by StockSnap from Pixabay

No Comments

Post a Comment

×

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA