Lentera Atma: Sudahkah Kita Berterima Kasih kepada Orang Tua?
Satu kalimat yang terlontar, sederhana namun menyentuh, membuat orang tertegun dalam aktivitasnya.
Seringkali, kita menikmati banyak hal tanpa benar-benar menyadarinya. Mulai dari pendidikan, kenyamanan hidup, sampai rasa aman. Mayoritas, semua ini berasal dari jerih payah orang tua. Hal-hal sederhana ketika mereka bangun lebih pagi, memastikan kebutuhan kita terpenuhi, bahkan menyimpan rasa lelah agar kita tidak khawatir, yang ternyata seringkali luput dari perhatian kita.
Apakah kita menyadari harapan serta ketulusan mereka? Memang, tidak semua orang tua selalu mengucapkan kata sayang, kata cinta, tetapi tindakan mereka menjadi bukti bahwa rasa cinta dan sayang itu ada. Tidak selalu berupa harta dan tahta, tapi kasih setianya, nasihat yang mereka berikan, cara mereka mendengar kita berkeluh kesah, itulah wujud kasih mereka.
Kita menganggap upaya mereka sebagai hal biasa, seperti halnya tanggung jawab dalam berkeluarga, karena kita terbiasa. Kita sudah terbiasa menerimanya, sehingga tindakan mereka terkesan “ya sudah, memang itu tugas mereka”.
Kesibukan, tuntutan pendidikan, dan pekerjaan membuat perhatian kita teralihkan. Di balik kesibukan itu, perlunya momen yang seharusnya tidak kita lupakan, yaitu rasa terima kasih. Sesederhana mengucap “terima kasih ibu, terima kasih ayah” atau menanyakan kabar mereka dengan tulus saja sudah bisa membuat hati mereka luluh. Tidak perlu hadiah mewah atau ucapan panjang, yang mereka butuhkan hanyalah pengakuan bahwa jerih payah mereka berarti bagi kita.
Rasa terima kasih itu bukan hanya tentang membalas jasa, tetapi tentang menyadari betapa dalamnya cinta yang selama ini mereka berikan.
Akhirnya, pertanyaannya kembali pada diri kita sendiri. Sudahkah kita berterima kasih kepada orang tua?
Image by Pixabay












No Comments