KAMAJAYA Scholarship / Penerima Beasiswa  / Periode 2025/2026  / Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Agatha Anggun Widyasmara

Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Agatha Anggun Widyasmara

Agatha Anggun Widyasmara

Tanggal Lahir:
Kota Asal:
Studi:

1 Oktober 2004

Yogyakarta

Fakultas Hukum Prodi Ilmu Hukum semester 5 (November 2025)

Agatha Anggun Widyasmara

Mahasiswi Fakultas Hukum UAJY Prodi Ilmu Hukum

Inilah Aku “Atha”

Nama saya Agatha Anggun Widyasmara. Saya lahir di kota Yogyakarta pada tanggal 1 Oktober 2004. Sejak kecil, saya memiliki panggilan akrab “Atha”. Nama ini diberikan oleh ayah saya karena menurut beliau, kata “atha” dalam bahasa Ibrani memiliki arti “yang dimuliakan”. Makna ini sangat dalam bagi saya, karena sejalan dengan arti nama lengkap saya, Agatha Anggun Widyasmara, yang berarti “perempuan yang berkharismatik, mempesona, dan akan dimuliakan”. Nama ini bukan sekadar identitas, tetapi juga menjadi pengingat bagi saya untuk selalu membawa diri dengan penuh rasa tanggung jawab, rendah hati, dan tetap bersinar di mana pun saya berada. Saya tumbuh dan besar di Desa Miri Kulon, Sriharjo, Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Sebuah desa yang tenang dan penuh dengan nilai kekeluargaan. Lingkungan desa membuat saya terbiasa hidup sederhana, saling menghargai, dan menjunjung tinggi kebersamaan.

Perjalanan pendidikan saya dimulai dari Sekolah Dasar Kanisius Bantul, tempat di mana saya pertama kali belajar membentuk karakter, disiplin, dan tanggung jawab. Setelah lulus dari SD, saya melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP di SMP Negeri 3 Bantul, di mana saya mulai mengenal banyak teman baru, memperluas wawasan, dan memupuk rasa percaya diri. Masa SMA saya habiskan di SMA Negeri 1 Jetis Bantul, sebuah masa yang penuh dengan cerita, tawa, dan tantangan. Masa SMA juga menjadi periode di mana saya semakin memahami minat dan cita-cita saya, khususnya dalam bidang hukum. Setelah lulus SMA, saya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), mengambil Program Studi Ilmu Hukum di Fakultas Hukum.

Sejak memasuki dunia perkuliahan, saya berusaha aktif dalam berbagai organisasi dan kegiatan kampus. Saya bergabung dengan Komunitas Garuda Katolik (GK), di mana saya dipercaya menjabat sebagai sekretaris. Dalam organisasi ini, saya tidak hanya belajar tentang manajemen organisasi tetapi juga memperdalam iman dan memperluas jaringan pertemanan. Saya aktif dalam berbagai kegiatan GK seperti retret, rekoleksi, serta menjadi bagian dari tugas koor dalam berbagai misa, baik yang diselenggarakan di kampus maupun di luar kampus. Beberapa misa penting yang saya ikuti antara lain misa Dies Natalis UAJY ke-59, misa pemberkatan gedung FTB dan FT, misa Rabu Abu, misa di Giriwoyo, serta pelayanan koor di Gereja Babarsari, Sanata Dharma, dan Baciro.

Selain itu, saya juga berkesempatan untuk menjadi volunteer POPE JOURNEY sebagai perwakilan dari UAJY. Sebuah pengalaman yang sangat berharga karena saya dapat bertemu dengan banyak orang dari berbagai latar belakang dan memperluas wawasan saya tentang pelayanan serta keberagaman. Tidak hanya di GK, saya juga menjadi pengurus Lembaga Belajar Mahasiswa (LBM) dan menjabat sebagai anggota divisi minat dan bakat. Salah satu kegiatan besar yang saya ikuti adalah PKTM (Pelatihan Kepemimpinan Tingkat Mahasiswa) yang diadakan pada bulan Maret 2025. Kegiatan ini memberikan saya pemahaman yang lebih dalam mengenai kepemimpinan, kerjasama tim, dan pentingnya komunikasi dalam organisasi. Di tingkat fakultas, saya juga aktif dalam RV Mooting Month 2024, sebuah kegiatan yang berfokus pada simulasi sidang. Dalam acara ini, saya diberikan kepercayaan besar untuk menjadi pembicara dan pembawa materi dalam ruang sidang tour. Ini merupakan pengalaman yang sangat berkesan karena saya dapat mengasah kemampuan berbicara di depan umum serta memperdalam pemahaman saya tentang praktik peradilan. Selain itu, saya juga pernah menjadi panitia dalam retret KMK Fakultas Hukum, di mana saya belajar mengelola acara sekaligus mempererat kebersamaan antar mahasiswa fakultas hukum.

Di luar kampus, saya juga aktif dalam kegiatan gereja. Gereja bagi saya adalah rumah kedua, tempat di mana saya dapat menemukan kedamaian sekaligus wadah untuk melayani. Saat ini saya tergabung dalam OMK St. Silvester Gereja Mater Dei Imogiri. Meskipun hanya menjadi anggota, saya selalu berusaha aktif dalam setiap kegiatan. Menjelang Paskah 2025, saya dipercaya untuk mendampingi sekolah minggu dalam mempersiapkan tugas koor untuk misa paskah pagi. Kepercayaan ini membuat saya merasa bersyukur dan semakin termotivasi untuk terus melayani. Selain itu, saya juga aktif di lingkungan tempat tinggal saya, tergabung dalam Perkumpulan Pemuda Miri Kulon (Permiku). Di organisasi ini, saya dipercaya untuk menjadi bagian dari divisi kewirausahaan dan divisi kebudayaan. Melalui Permiku, saya sering ikut serta dalam berbagai kegiatan sosial seperti kerja bakti, penggalangan dana melalui pengumpulan barang bekas (rosok), serta acara keakraban yang bertujuan mempererat hubungan antar pemuda di desa. Kegiatan-kegiatan ini mengajarkan saya tentang arti kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Pada akhir semester 4, saya memanfaatkan waktu liburan saya untuk magang di Kejaksaan Negeri Sleman. Magang ini berlangsung selama satu bulan, dengan pembagian waktu dua minggu di bidang Pidana Khusus dan dua minggu di bidang Intelijen. Selama magang, saya tidak hanya belajar teori tetapi juga melihat langsung bagaimana proses hukum berjalan. Saya mendapat kesempatan menghadiri sidang perkara tindak pidana korupsi, sebuah pengalaman yang membuka wawasan saya tentang pentingnya integritas dalam penegakan hukum. Selain itu, saya juga diberikan kepercayaan untuk menyusun berbagai dokumen penting, seperti surat dakwaan, surat tuntutan, surat panggilan saksi, dan dokumen hukum lainnya. Pengalaman ini semakin menguatkan keinginan saya untuk berkarier di dunia hukum. Seiring bertambahnya usia, saya semakin memahami diri saya sendiri. Orang-orang di sekitar saya sering menggambarkan saya sebagai pribadi yang periang dan pantang menyerah. Saya memiliki motivasi yang kuat dalam diri saya, yaitu keyakinan bahwa “untuk mencapai sesuatu, perlu lebih dari seribu langkah yang harus ditempuh.” Prinsip ini membuat saya tidak mudah menyerah saat menghadapi kegagalan. Bagi saya, kegagalan hanyalah bagian dari proses menuju keberhasilan.

Alasan saya memilih jurusan hukum cukup sederhana tetapi penuh makna. Sejak kecil, saya diajarkan oleh orang tua untuk bersikap adil, baik kepada diri sendiri maupun orang lain. Saat tumbuh dewasa, saya mulai menyadari banyaknya ketidakadilan di sekitar saya. Hal inilah yang memotivasi saya untuk mempelajari hukum, dengan harapan suatu hari nanti saya dapat menjadi bagian dari solusi. Saya ingin membuat orang tua saya bangga dan menjadi orang pertama dalam keluarga yang berkecimpung di dunia hukum dan peradilan. Untuk cita-cita, saat ini saya masih berada di persimpangan antara menjadi Hakim atau kuasa hukum yang berfokus pada bidang pertambangan. Namun, satu hal yang pasti adalah saya ingin membuka layanan penasihat hukum gratis bagi mereka yang membutuhkan, terutama bagi orang-orang yang kurang mampu untuk memperjuangkan hak dan keadilan mereka.

Saya memiliki harapan besar untuk lulus tepat waktu, bahkan saya bertekad untuk menyelesaikan kuliah dalam 3,5 tahun sehingga saya bisa melaksanakan KKN pada tahun 2026, lalu langsung fokus pada penyusunan skripsi. Ke depan, saya ingin menjadi seseorang yang dapat membantu sesama, terutama dalam memperjuangkan keadilan. Saya juga bertekad untuk tetap menjadi pribadi yang periang, yang membawa kebahagiaan dan semangat bagi orang-orang di sekitar saya. Bagi saya, perjalanan ini masih panjang. Namun, dengan dukungan dari keluarga, teman-teman, dan tekad yang kuat, saya yakin bahwa satu per satu mimpi saya akan terwujud. Saya percaya bahwa setiap langkah kecil yang saya ambil hari ini adalah fondasi untuk masa depan yang lebih baik. Saya ingin menjadi bukti bahwa dengan kerja keras, doa, dan ketulusan, tidak ada mimpi yang terlalu tinggi untuk digapai.

Saya saat menjadi Volunteer POPE JOURNEY.
Saya saat magang di Kejaksaan Negeri Sleman.
Saya saat mengikuti acara Komunitas Garuda Katolik yaitu GK Mengajar.

No Comments

Post a Comment

×

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA