KAMAJAYA Scholarship / Coretan Mahasiswa  / Coretan Mahasiswa: Catatan Refleksi di Tengah Desa

Coretan Mahasiswa: Catatan Refleksi di Tengah Desa

Kuliah Kerja Nyata (KKN) sering dianggap sebagai kewajiban akademik yang harus diselesaikan sebelum lulus. Namun, bagi mahasiswa, KKN sebenarnya lebih dari sekadar memenuhi syarat SKS. KKN adalah ruang belajar yang paling nyata, tempat teori bertemu dengan realitas, dan mahasiswa bertemu langsung dengan kehidupan masyarakat.

Salah satu manfaat utama KKN bagi mahasiswa adalah pengembangan soft skills. Selama KKN, mahasiswa belajar berkomunikasi dengan masyarakat yang memiliki latar belakang sosial, ekonomi, dan budaya yang beragam. Tidak semua konsep yang dipelajari di kelas bisa diterapkan secara langsung, sehingga mahasiswa dituntut untuk fleksibel, empatik, dan adatif. Kemampuan berbicara di depan umum, berdiskusi dengan perangkat desa, hingga bernegosiasi dengan warga menjadi pengalaman berharga yang jarang diperoleh di ruang kelas.

Selain itu, KKN melatih kemampuan kerja tim dan kepemimpinan. Mahasiswa hidup dan bekerja bersama teman satu tim dengan karakter yang berbeda-beda. Perbedaan pendapat, pembagian tugas, dan pengambilan keputusan menjadi dinamika yang tidak terhindarkan. Dari situ, mahasiswa belajar megelola konflik, membangun solidaritas, dan mengembangkan jiwa kepemimpinan. Pengalaman ini sangat relevan sebagai bekal memasuki dunia kerja yang menuntut kolaborasi lintas individu dan disiplin ilmu.

KKN juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari. Mahasiswa teknik dapat membantu perencanaan infrastruktur sederhana, mahasiswa pendidikan dapat mengajar anak-anak desa, mahasiswa psikologi dapat mengadakan program pengembangan diri, dan mahasiswa ekonomi dapat membantu UMKM dalam menjalankan usaha. Implementasi ilmu ini membuat mahasiswa lebih memahami relevansi akademik dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri terhadap kompetensi yang dimiliki.

Dari sisi personal, KKN membentuk karakter dan kepekaan sosial mahasiswa. Hidup di desa dengan fasilitas terbatas membuat mahasiswa belajar bersyukur, mandiri, dan lebih peduli terhadap kondisi sosial di sekitarnya. Interaksi dengan masyarakat yang ramah dan penuh gotong royong juga menumbuhkan nilai-nilai sosial yang sering terlupakan di lingkungan perkotaan yang individualistis.

Terakhir, KKN menjadi ruang refleksi diri. Mahasiswa belajar memahami peran dirinya sebagai agen perubahan di masyarakat. Pengalaman ini sering kali menjadi titik balik dalam cara pandang mahasiswa terhadap profesi, cita-cita, dan tanggung jawab sosial sebagai insan terdidik. Secara keseluruhan, KKN bukan hanya program pengabdian masyarakat, tetapi juga proses pembelajaran holistik bagi mahasiswa. Melalui KKN, mahasiswa tidak hanya menjadi lebih cerdas secara akademik, tetapi juga lebih matang secara sosial dan emosional. KKN mengajarkan bahwa ilmu tidak hanya untuk disimpan di bangku kuliah, tetapi juga untuk dibagikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

Image by Sasin Tipchai from Pixabay

No Comments

Post a Comment

×

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA