Coretan Mahasiswa: Kuliah vs. Cuaca
Cuaca buruk di Jogja akhir-akhir ini rasanya bukan cuma soal hujan deras atau langit gelap, tetapi juga soal bagaimana aktivitas sehari-hari ikut terganggu dan suasana kota terasa berubah. Jogja yang biasanya identik dengan panas dan cerah sekarang lebih sering diselimuti mendung sejak pagi sampai malam.
Sebagai mahasiswa, kondisi ini cukup terasa dampaknya. Jadwal kuliah tetap berjalan, tugas tetap ada, dan kegiatan organisasi juga tidak berhenti. Tetapi cuaca buruk membuat semuanya terasa lebih berat. Berangkat ke kampus harus siap jas hujan, kadang baru sampai kelas sudah basah. Jalanan licin dan macet membuat perjalanan jadi lebih lama.
Cuaca buruk juga membatasi aktivitas. Banyak mahasiswa yang biasanya belajar di luar atau nongkrong jadi memilih diam di kos karena hujan terus turun. Aktivitas sederhana seperti membeli makan atau ke perpustakaan jadi terasa seperti perjuangan kecil.
Di sisi lain, cuaca buruk ini juga mengingatkan bahwa hidup di Jogja tidak selalu seindah yang dibayangkan. Ada kenyataan bahwa kota ini juga punya musim yang berat, genangan di beberapa titik dan suasana muram yang kadang memengaruhi semangat banyak orang.
Namun, dari situ kita bisa belajar bahwa menjadi mahasiswa bukan hanya soal bertahan di kelas, tetapi juga bertahan menghadapi keadaan sehari-hari yang tidak selalu nyaman. Cuaca buruk mengajarkan kita untuk lebih siap, lebih sabar, dan lebih menghargai hari-hari cerah yang biasanya terasa biasa saja.
Image by Willgard Krause from Pixabay












No Comments