KAMAJAYA Scholarship / Kisah/Kesaksian/Testimoni  / Kisah Penerima Beasiswa: Dari Baris Kode Menuju Gelar Sarjana: Terima Kasih KAMAJAYA Scholarship

Kisah Penerima Beasiswa: Dari Baris Kode Menuju Gelar Sarjana: Terima Kasih KAMAJAYA Scholarship

Halo, perkenalkan nama saya Baltasar Patrizhard Djata, biasa dipanggil Rizhard. Asal saya dari Kupang, Nusa Tenggara Timur. Masih teringat jelas di benak saya saat pertama kali menerima pengumuman bahwa saya diterima sebagai mahasiswa Teknik Informatika di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Di satu sisi, ada rasa bangga yang luar biasa, namun di sisi lain, terselip kekhawatiran mengenai biaya pendidikan yang tidak sedikit.

Saya berangkat dari latar belakang keluarga yang sederhana. Ayah saya seorang PNS, ibu saya seorang ibu rumah tangga biasa dan saya punya seorang kakak laki-laki yang belum bekerja pada waktu itu. Pada saat saya memasuki bangku kuliah, ayah saya yang merupakan pemberi nafkah utama satu-satunya, pensiun dari pekerjaanya sebagai PNS. Pada saat itu, mayoritas tabungan keluarga kami yang seharusnya digunakan untuk saya kuliah, malah habis digunakan untuk menyelesaikan sebuah masalah di dalam keluarga kami. Saat ini terjadi, saya mulai merasa kecil hati karena bingung bagaimana caranya agar saya tetap bisa kuliah, apalagi dengan kondisi tabungan keluarga kami yang sudah mulai menipis.

Pada saat saya mengalami kebingungan ini, saya masih ingat bahwa orang tua saya selalu menguatkan saya dengan selalu meminta saya untuk terus berdoa dan berusaha. Akhirnya, titik balik itu datang ketika KAMAJAYA Scholarship hadir memberikan kepercayaan kepada saya. Beasiswa ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan bahan bakar semangat yang meyakinkan saya bahwa mimpi seorang pemuda untuk mendalami dunia teknologi bukanlah hal yang mustahil.

Memasuki dunia perkuliahan, saya dihadapkan pada realita kerasnya dunia Teknik Informatika. Hari-hari saya diisi dengan deretan algoritma, struktur data, hingga begadang demi menyelesaikan coding yang tak kunjung running. Ada kalanya rasa lelah menghampiri, terutama saat menghadapi ujian tengah semester yang menantang. Namun, dukungan dari komunitas KAMAJAYA Scholarship memberikan warna tersendiri. Di sini saya belajar bahwa menjadi sarjana bukan hanya soal nilai di atas kertas, tapi tentang daya juang dan integritas. Kedisiplinan yang diajarkan dalam program beasiswa ini sangat membantu saya dalam membagi waktu antara tugas kuliah dan pengembangan diri.

Selanjutnya, tibalah saya pada tahap penentuan lulus atau tidaknya saya dari universitas yakni skripsi.

Masa pengerjaan skripsi menjadi babak yang paling mendewasakan bagi saya. Di fase ini, saya sempat terjebak dalam sebuah kenaifan masa muda. Karena semangat untuk segera terjun ke dunia industri, saya mengambil keputusan untuk melakukan magang mandiri sebagai Java Programmer dari Juli hingga November 2024, berbarengan dengan pengerjaan skripsi. Saat itu, saya merasa cukup percaya diri untuk menjalankan keduanya secara simultan.

Namun, realita berkata lain. Kesibukan di dunia kerja ternyata merenggut seluruh fokus dan waktu saya, hingga akhirnya skripsi saya terbengkalai. Keputusan tersebut membuat masa studi saya harus bertambah satu tahun. Namun, dari sinilah saya belajar tentang manajemen prioritas dan konsekuensi atas setiap pilihan. Begitu masa magang berakhir, saya berkomitmen penuh untuk menebus waktu yang sempat tertunda.

Saya kembali memfokuskan seluruh energi saya pada skripsi yang berjudul “ANALISIS DAN PERANCANGAN ANTARMUKA WEBSITE PENDATAAN UMAT PAROKI KEUSKUPAN KUPANG MENGGUNAKAN METODE USER CENTERED DESIGN”. Proyek ini sangat berkesan karena memiliki nilai pengabdian yang nyata. Saya tidak hanya merancang antarmuka (UI) yang estetis dan ramah pengguna, tetapi juga membangun sisi Front-End-nya agar sistem pendataan tersebut benar-benar fungsional dan siap digunakan. Proses pengerjaan yang intens pasca-magang ini akhirnya membuahkan hasil.

Saya masih ingat hari ujian pendadaran tiba dengan segala ketegangannya. Berdiri di depan para dosen penguji untuk mempertahankan argumen dan hasil kerja keras selama berbulan-bulan adalah momen yang sangat emosional. Ketika kata “Lulus” akhirnya terucap, rasa syukur yang tak terhingga langsung membuncah. Perjuangan empat tahun ini akhirnya mencapai puncaknya. Keberhasilan ini bukan hanya milik saya pribadi, tapi juga merupakan buah dari doa orang tua dan dukungan penuh dari keluarga besar KAMAJAYA Scholarship. Saya berhasil melewati ujian pendadaran pada Agustus 2025 dan dengan penuh rasa syukur dapat merayakan kelulusan di prosesi wisuda November 2025. Tambahan satu tahun ini bukan sekadar angka, melainkan proses pendewasaan mental saya sebagai seorang profesional di bidang Teknik Informatika.

Menutup kisah ini, saya ingin menghaturkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada seluruh pengurus KAMAJAYA Scholarship, dan secara khusus kepada para donatur yang telah bersedia menjadi “jembatan” bagi mimpi-mimpi saya. Tanpa bantuan Anda semua, perjalanan saya di Teknik Informatika mungkin tidak akan seindah ini. Saya berjanji akan menggunakan ilmu yang telah saya peroleh untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan membawa nama baik alumni KAMAJAYA Scholarship di dunia profesional. Terima kasih telah mempercayai potensi saya.

Yogyakarta, 17 Februari 2026

Baltasar Patrizhard Djata
Mahasiswa Program Studi Informatika UAJY Angkatan 2020
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-6

No Comments

Post a Comment

×

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA