KAMAJAYA Scholarship / Kisah/Kesaksian/Testimoni  / Kisah Penerima Beasiswa: Kehilangan dan Kegagalan Membentuk Hidup Saya

Kisah Penerima Beasiswa: Kehilangan dan Kegagalan Membentuk Hidup Saya

Perkenalkan nama saya Dionisius Agung Wahyu Utomo atau akrab dipanggil Dion ataupun Agung. Saya lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta konsentrasi Komunikasi Strategi Angkatan 2021 dan Penerima Beasiswa KAMAJAYA Batch 8. Perjalanan perkuliahan saya cukup banyak mengubah saya dari segi ilmu, pengalaman, relasi, dan masih banyak lainnya. 

Pertama kali saya lulus dari SMA Negeri 1 Ngaglik, dalam pikiran saya tidak ingin berkuliah dan langsung ingin bekerja. Beberapa saran dari orang terdekat untuk mengikuti SBMPTN dan SNMPTN waktu itu juga saya lewatkan begitu saja. Waktu itu dalam pikiran saya bekerja dan mendapat uang. Akan tetapi, kedua orang tua saya tidak ingin melihat anak satu-satunya tidak merasakan bangku pendidikan menjadi seorang Sarjana.

Ayah saya merupakan karyawan dari salah satu universitas swasta yakni Universitas Atma Jaya Yogyakarta, dan beliau paham betul bahwa persaingan untuk mendapatkan pekerjaan jika hanya tamatan SMA cukup sulit. Beliau menyarankan saya untuk mencoba mendaftarkan ke kampus tersebut dengan dua pilihan jurusan yakni Hukum dan Ilmu Komunikasi. Beberapa waktu saya bertanya kepada orang-orang terdekat saya dan banyak yang menyarankan untuk masuk Ilmu Komunikasi. Meskipun banyak keraguan dalam diri saya, akhirnya saya mendaftarkan diri ke Universitas Atma Jaya Yogyakarta jurusan Ilmu Komunikasi. 

Waktu awal saya masuk perkuliahan adalah tahun di mana pandemi virus COVID-19 melanda dan proses perkuliahan berjalan secara online. Saya merupakan satu-satunya lulusan SMA Negeri 1 Ngaglik yang kuliah di Ilmu Komunikasi UAJY. Semester 1 hingga Semester 3 saya cukup kesulitan dalam mencari teman karena saat itu hanya dapat bertemu secara daring. Banyak hal yang saya temui dalam semester tersebut yakni bertemu dengan teman-teman kelompok yang malas, menghilang ketika mendapat pekerjaan kelompok. Dan dari beberapa kelompok yang saya dapatkan terpaksa tugas saya kerjakan sendirian untuk mendapatkan nilai yang baik. Dan semester 4 kuliah mulai secara langsung dan saya mulai mendapatkan teman yang selaras dengan saya. Pertemanan kami cukup terjaga dengan baik, kami selalu saling dukung, saling membagi pengalaman, dan banyak hal lainnya. 

Singkat cerita pada Semester 6, ayah merekomendasikan saya untuk mencoba mendaftarkan diri ke Beasiswa KAMAJAYA. Akan tetapi, pada semester tersebut saya sedang mengikuti magang bakti yang diselenggarakan oleh pemerintah. Pada semester 7 saya mencoba untuk mendaftarkan diri ke Beasiswa KAMAJAYA guna meringankan beban pembiayaan yang ditanggung oleh orang tua saya. Dan Puji Tuhan saya mendapatkan Beasiswa KAMAJAYA meskipun menjelang semester akhir. Pada semester 7 tersebut saya juga dalam proses mengerjakan skripsi karna waktu itu saya memiliki target untuk lulus 3,5 tahun. 

Proses perjalanan skripsi saya cukup berat dan penuh tantangan. Pada pertengahan semester saya mengajukan proposal skripsi saya ke perusahaan yang akan saya teliti akan tetapi selama 3 bulan saya tidak mendapatkan jawaban yang pasti. Hingga pada akhir bulan ke-3 tersebut perusahaan tersebut menyatakan bahwa tidak bisa untuk melakukan penelitian. Menjelang beberapa saat, kedua nenek dan kakek saya juga dipanggil menghadap Tuhan. Selain itu saya juga mengalami kegagalan dalam percintaan. Kehilangan kedua orang terdekat saya  dan kegagalan-kegagalan yang saya alami membuat saya juga cukup tertekan dan bingung. 

Akan tetapi saya tidak berputus asa, saya mencoba untuk membuat ulang skripsi saya dan dalam waktu kurang dari 2 bulan saya berhasil menyelesaikan proposal baru. Ketika saya akan melakukan penelitian, kejadian yang tidak saya harapkan terjadi kembali. Bulik menghadap ke Tuhan pada saat 100 hari nenek saya karena sakit. Kehilangan tersebut saya sangat tertekan karena berbagai hal yang tidak saya harapkan terus terjadi dalam kehidupan saya. Saat itu saya berusaha untuk menenangkan diri beberapa waktu. Dan saya melanjutkan tujuan akhir saya untuk mendapatkan gelar sarjana. Pada pertengahan Semester 9 akhirnya saya berhasil untuk menyelesaikan studi saya.

Proses perkuliahan telah banyak mengubah pikiran, dan banyak hal dalam hidup saya. Saya banyak bertemu dengan orang-orang hebat, dapat membangun relasi dengan banyak orang, menambah banyak pengalaman yang dulu tidak pernah saya dapatkan di lingkungan sekitar saya. Saya bersyukur bahwa banyak orang yang membantu saya melewati masa sulit termasuk juga KAMAJAYA Scolarship. Harapan saya, saya bisa menjadi orang yang lebih baik dan dapat membahagiakan orang yang saya sayangi. Semoga KAMAJAYA Scolarship dapat terus bertumbuh dan membantu sesama. Amin.

Yogyakarta, 26 Februari 2026

Dionisius Agung Wahyu Utomo
Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UAJY Angkatan 2021
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-8

No Comments

Post a Comment

×

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA