Kisah Penerima Beasiswa: Lebih dari Sekadar Program Kerja: Cerita di Balik Perjalanan KKN
Perkenalkan, saya Michael Yoga Setiawan, mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta dari Program Studi Teknik Sipil. Pada Tahun Ajaran 2025/2026, saya mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) UAJY Periode ke-88 yang berlokasi di Desa Pundung, Girikarto, Kapanewon Panggang, Gunung Kidul. Program KKN ini berlangsung selama 28 hari, dimulai dari tanggal 23 Desember 2025 hingga 21 Januari 2026.
Selama menjalankan KKN, saya memiliki program kerja individu yang berjudul “Pengecekan Kualitas Air dan Filtrasi Air di Desa Pundung”. Program kerja ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air yang digunakan oleh masyarakat serta membuat sistem filtrasi sederhana agar kualitas air yang kurang baik dapat menjadi lebih bersih dan layak untuk digunakan oleh warga setempat.
Bagi banyak mahasiswa, Kuliah Kerja Nyata sering dipandang sebagai salah satu program wajib dalam perkuliahan. Namun bagi saya yang menjalaninya secara langsung, KKN ternyata menjadi pengalaman yang jauh lebih bermakna dari sekadar menjalankan program kerja. KKN menjadi kesempatan untuk belajar langsung dari masyarakat dan memahami kehidupan di luar lingkungan kampus.
Perjalanan KKN dimulai dengan berbagai persiapan, mulai dari menyusun rencana kegiatan hingga beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Ketika pertama kali datang ke Desa Pundung, saya merasakan antusias sekaligus rasa penasaran karena harus menyesuaikan diri dengan suasana desa dan kehidupan masyarakat yang berbeda dari keseharian saya.
Selama menjalani KKN, saya tidak hanya belajar melaksanakan program kerja, tetapi juga belajar memahami kehidupan masyarakat setempat. Interaksi dengan warga desa memberikan banyak pelajaran yang tidak pernah saya dapatkan di ruang kelas. Saya melihat bagaimana masyarakat hidup dengan sederhana, saling membantu, dan tetap menjaga kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain menjalankan program kerja, saya juga mengikuti berbagai kegiatan bersama warga desa. Saya berkesempatan untuk ikut dalam kegiatan sosialisasi kepada masyarakat, kegiatan gotong royong, serta menghadiri upacara adat Jawa seperti genduren dan uler-uler. Dari kegiatan tersebut, saya melihat secara langsung bagaimana nilai kebersamaan, kerukunan, dan budaya masih dijaga dengan baik oleh masyarakat setempat.
Pengalaman mengikuti kegiatan bersama warga tersebut menjadi salah satu momen yang paling berkesan selama KKN. Saya belajar bahwa kehidupan masyarakat desa memiliki nilai-nilai kebersamaan yang kuat. Tradisi, budaya, dan sikap saling membantu menjadi bagian penting yang membuat hubungan antarwarga tetap harmonis.
Pada akhirnya, KKN bukan hanya tentang program kerja yang dilaksanakan selama berada di desa. Lebih dari itu, KKN menjadi perjalanan yang memberikan banyak pelajaran hidup tentang kepedulian, kerja sama, serta pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama.
Dari pengalaman tersebut, saya menyadari bahwa KKN memang lebih dari sekadar program, tetapi juga sebuah perjalanan yang membentuk cara saya memandang kehidupan, terutama tentang arti kebersamaan, kerukunan, dan nilai budaya yang masih terjaga di tengah masyarakat.



Yogyakarta, 12 Maret 2026
Michael Yoga Setiawan
Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil UAJY Angkatan 2022
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-9












No Comments