Career Insight #32 : Bangun Karier Sejak di Bangku Kuliah, Bukan Sekadar Soal IPK

Yogyakarta — KAMAJAYA Scholarship kembali menggelar Career Insight #32 bertajuk “Your Journey Begins Here” pada Jumat, 21 Agustus 2026. Acara ini menghadirkan Maria Pipit Nisya Setia Ningsih, alumni KAMAJAYA Scholarship Batch 6 dari Program Studi Akuntansi angkatan 2021, yang kini berkarier di bidang Finance & Accounting PT. Lippo Malls Indonesia.

Mengawali sesi, Kak Pipit menegaskan bahwa karier sesungguhnya tidak dimulai saat seseorang mendapatkan pekerjaan, melainkan sejak ia mulai membangun nilai dirinya. Ia mengingatkan peserta untuk merenungkan pertanyaan mendasar: apa yang membuat sebuah perusahaan memilih mereka kelak—apakah IPK, organisasi, skill, pengalaman, networking, atau personal branding yang selama ini dibangun.

Kak Pipit juga menekankan bahwa belum memiliki pekerjaan bukan berarti belum memiliki pengalaman. Menurutnya, proyek kuliah dapat melatih kemampuan analisis, organisasi mengasah kepemimpinan dan kerja sama tim, proyek pribadi mengembangkan kemampuan pengolahan data, kegiatan sukarelawan melatih komunikasi, dan magang memberi eksposur dunia profesional. Ia mendorong peserta menerapkan alur Learn, Do, Share, Connect sebagai fondasi membangun portofolio sejak dini.

Tak berhenti di situ, Kak Pipit membagikan cara menonjolkan nilai diri dibanding sekadar menyebutkan pengalaman. Ia mencontohkan bagaimana kalimat sederhana seperti “saya pernah menjadi bendahara” dapat diperkuat menjadi “saya mengelola budgeting dan cash flow kegiatan”, dengan formula: apa yang dilakukan, apa yang dipelajari, dan nilai apa yang diciptakan. Ia juga mengingatkan pentingnya jejak digital yang profesional, terutama di LinkedIn, mulai dari foto, headline, hingga pengalaman dan sertifikasi—karena kredibilitas tidak melulu soal popularitas, tetapi seberapa mudah seseorang ditemukan dan dipercaya.

Membagikan pengalaman pribadinya, Kak Pipit menceritakan bahwa jalur kariernya tidak berjalan lurus—dari Accounting, berlanjut ke Finance & Accounting, hingga Audit. Ia menegaskan bahwa karier bisa berubah arah, berbelok, bahkan berhenti sementara sebelum dimulai kembali, dan hal itu adalah bagian yang wajar dari perjalanan profesional siapa pun.

Kak Pipit turut menyinggung soal penolakan dalam proses melamar kerja yang kerap dialami banyak orang. Ia mengingatkan bahwa penolakan tidak selalu berarti seseorang tidak cukup baik, karena faktor penyebabnya bisa beragam mulai dari kecocokan kandidat lain, kebutuhan, anggaran, hingga waktu perekrutan. Ia mengajak peserta menjalani siklus Rejected, Reflect, Improve, Try Again sebagai sikap yang sehat dalam menghadapi kegagalan.

Menutup sesi, Kak Pipit berpesan agar peserta tidak membiarkan pekerjaan pertama mendefinisikan seluruh perjalanan karier mereka, serta berhenti membandingkan pencapaian diri dengan orang lain yang mungkin sudah berada di tahap yang jauh berbeda. Ia mengingatkan bahwa quarter-life crisis dan kebingungan arah karier adalah hal yang nyata dan manusiawi. Sebagai penutup, ia mengajak peserta memulai langkah kecil sejak pekan ini memperbarui LinkedIn, memilih satu skill untuk dikembangkan, membangun portofolio, serta terhubung dengan alumni maupun profesional di bidang yang diminati.

Diliput oleh:

Valentina Dyah Kristanti

Mahasiswa Program Studi Akuntansi UAJY Angkatan 2022
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-
8

No Comments

Post a Comment