Kisah Penerima Beasiswa: Dewasa Sebelum Waktunya
Perkenalkan nama saya Fransiska Areatha Winona Chrisel, biasa dipanggil Etha. Saya merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Atma Jaya Yogyakarta Angkatan 24, Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-10. Berjalan waktu demi waktu ternyata hidupku dipenuhi dengan banyak rintangan dan ketidaksiapan ketika harus mengalami DEWASA SEBELUM WAKTUNYA.
Menjadi dewasa bagi saya bukan hanya tentang bertambahnya usia, tetapi tentang bagaimana saya mulai belajar bertanggung jawab atas diri sendiri, waktu, pilihan, dan masa depan. Ada banyak hal yang terkadang harus saya jalani meskipun sebenarnya saya belum benar-benar siap. Namun, dari situlah saya mulai memahami bahwa kehidupan itu tidak selalu memberikan kesempatan kepada kita untuk menunggu sampai siap. Perjalanan itu sebenarnya sudah saya mulai sejak duduk di bangku SMA.
Sejak saat itu, saya cukup aktif mengikuti berbagai kegiatan dan perlombaan, khususnya di bidang musik, seperti lomba band dan paduan suara. Bagi sebagian orang, mungkin kegiatan tersebut hanya terlihat sebagai aktivitas tambahan di luar sekolah. Namun bagi saya, pengalaman-pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam proses saya bertumbuh. Saya belajar mengenai kerja sama, kedisiplinan, tanggung jawab, keberanian untuk tampil, serta bagaimana menghadapi kegagalan dan tetap mencoba kembali.
Ketika memasuki dunia perkuliahan, saya menyadari bahwa tanggung jawab yang saya miliki semakin besar. Saya tidak lagi hanya memikirkan tugas kuliah dan kegiatan organisasi, tetapi mulai memikirkan bagaimana saya dapat mempersiapkan diri untuk masa depan. Salah satu langkah yang saya jalani saat ini adalah mengikuti program magang kampus di sebuah hotel. Bagi saya, magang bukan hanya sekadar memenuhi kewajiban sebagai mahasiswa, tetapi menjadi kesempatan untuk mengenal dunia kerja secara langsung.Setiap hari saya berusaha belajar menjadi seseorang yang lebih profesional.
Saya belajar bagaimana berkomunikasi dengan orang lain, melayani tamu, bekerja dalam tim, mengatur waktu, menghadapi berbagai karakter, serta menyelesaikan tanggung jawab meskipun kondisi tubuh dan pikiran sedang tidak sepenuhnya baik. Ada hari-hari ketika rasa lelah begitu terasa, tetapi saya selalu mencoba mengingat alasan mengapa saya memilih untuk terus menjalani semua ini: saya sedang mempersiapkan masa depan saya sendiri.
Menariknya, perjuangan saya tidak berhenti setelah jam magang selesai. Ketika akhir pekan tiba dan sebagian orang mungkin menggunakan waktunya untuk beristirahat, saya justru memanfaatkannya untuk mencari pengalaman lebih dan penghasilan tambahan untuk uang sangu saya. Saya menjalani pekerjaan sebagai Wedding Organizer (WO) dan juga menjadi singer di kafe. Dua pekerjaan tersebut memang berbeda dengan aktivitas saya sebagai mahasiswa dan peserta magang, tetapi justru dari sanalah saya mendapatkan banyak pengalaman baru.
Menjadi WO mengajarkan saya bagaimana bekerja dalam situasi yang terkadang penuh tekanan. Saya harus mampu bekerja cepat, berkomunikasi dengan banyak orang, menjaga profesionalitas, dan memastikan berbagai hal berjalan sesuai dengan rencana. Sementara menjadi singer di kafe memberikan saya ruang untuk melakukan sesuatu yang sudah saya sukai sejak SMA, yaitu bernyanyi dan bermusik. Dari sana saya belajar bahwa sesuatu yang saya sukai juga dapat menjadi bagian dari perjalanan saya dalam mencari rezeki dan membangun masa depan.
Tentu saja, menjalani semuanya tidak selalu mudah. Ada saat ketika tubuh terasa sangat lelah karena aktivitas yang seolah tidak ada habisnya. Hari-hari kuliah, magang, pekerjaan di akhir pekan, hingga kegiatan lainnya terkadang membuat saya bertanya kepada diri sendiri, “Sampai kapan saya harus sekuat ini?” Namun, perlahan saya belajar bahwa lelah tidak selalu berarti saya berada di jalan yang salah. Ada lelah yang hadir karena kita sedang berjuang untuk sesuatu yang berarti. Ada lelah yang mungkin tidak langsung menghasilkan sesuatu hari ini, tetapi menjadi investasi untuk kehidupan di masa depan.
Terkadang saya memang merasa iri melihat teman-teman yang bisa menikmati akhir pekan dengan santai. Namun kemudian saya kembali mengingat bahwa setiap orang memiliki jalan dan perjuangannya masing-masing. Saya memilih jalan ini karena saya memiliki tujuan yang ingin saya capai. Saya mungkin harus mengorbankan waktu, tenaga, bahkan waktu istirahat, tetapi saya percaya bahwa semua itu akan memiliki arti pada waktunya. Ditambah kondisi keluargaku sedang tidak baik baik saja namun ada tuntutan Pendidikan yang harus saya perjuangkan. Jadi saat ini tanggung jawabku yaitu menyelesaikan kuliah, magang, melanjutkan dunia wedding organaizer sehingga suatu saat nanti saya bisa menjadi pemilik organizer yang sukses. Lelah ini pun juga memicu penyakit yang banyak orang takut memiliki penyakit ini.
Pada Juni 2026, saya didiagnosis mengidap penyakit autoimun. Perasaan saya sangat campur aduk, tetapi saya berusaha menghadapinya dengan bijak. Penyakit ini muncul justru ketika saya sedang bersemangat menjalankan berbagai aktivitas, sehingga kini saya harus disiplin menjaga pola hidup. Kini saya mengerti, mungkin inilah arti dari “dewasa sebelum waktunya” bagi saya ialah belajar berdiri ketika sebenarnya masih ingin beristirahat, belajar bertanggung jawab ketika sebenarnya masih ingin menikmati masa muda, dan belajar berjuang ketika keadaan tidak selalu sesuai dengan apa yang diharapkan.
Lelah itu nyata. Tetapi di balik lelah tersebut, ada rasa bangga yang tidak dapat dijelaskan dengan mudah. Dan yang paling penting, bangga karena setiap langkah kecil yang saya lakukan hari ini adalah bagian dari usaha saya untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik di masa depan. Untuk kalian yang sudah membaca kisah ini saya hanya ingin berpesan, “Lakukan apa yang kamu bisa. Kamu pasti bisa, cobalah! Namun jangan lupa untuk selalu bersyukur. Tanamkan pula kehadiran Tuhan di dalam benakmu, karena Dialah yang akan selalu membimbing dan menuntun langkahmu.


Yogyakarta, 14 September 2026
Fransiska Areatha Winona Chrisel
Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UAJY Angkatan 2024
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-10











No Comments