KAMAJAYA Scholarship / Kisah/Kesaksian/Testimoni  / Kisah Penerima Beasiswa: Menapaki Perjalanan Kuliah Bersama KAMAJAYA Scholarship

Kisah Penerima Beasiswa: Menapaki Perjalanan Kuliah Bersama KAMAJAYA Scholarship

Saya, Rachel Putri Widiyaning Tyas, Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-8, kini berada di penghujung perjalanan sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Empat tahun lalu, saya memulai langkah dengan penuh harapan: menyelesaikan pendidikan dengan baik, membanggakan orang tua, dan kelak menjadi pribadi yang berguna bagi sesama. Namun, saya tidak pernah menyangka bahwa dalam perjalanan tersebut saya akan menerima berkat besar melalui KAMAJAYA Scholarship.  

Pada awal kuliah, saya memilih tinggal bersama orang tua dan setiap hari berangkat ke kampus dengan sepeda motor. Jarak rumah yang cukup jauh membuat saya harus berangkat lebih awal, tetapi keputusan itu saya ambil demi menghemat pengeluaran keluarga. Kondisi ekonomi keluarga yang sederhana membuat biaya pendidikan menjadi hal yang selalu saya pikirkan. Awalnya, biaya kuliah saya berasal dari tabungan orang tua dan bantuan nenek. Saya sering merasa tidak enak ketika harus meminta biaya tambahan, karena saya tahu orang tua juga memiliki banyak kebutuhan lain.  

Di tengah kondisi tersebut, saya mendapat kesempatan mendaftar KAMAJAYA Scholarship. Saya masih ingat perasaan haru ketika mengetahui bahwa saya diterima sebagai salah satu Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-8. Awalnya saya ragu, bahkan sempat berpikir tidak akan lolos. Namun, ketika nama saya diumumkan, saya tidak dapat menahan tangis syukur. Bagi saya, KAMAJAYA Scholarship hadir bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, melainkan jembatan yang memungkinkan saya melanjutkan kuliah tanpa terus-menerus dihantui kekhawatiran finansial.  

Perjalanan kuliah tentu tidak selalu mudah. Ada masa penuh semangat, tetapi ada pula saat-saat lelah, kecewa, bahkan meragukan diri sendiri. Saya pernah kesulitan memahami materi, menghadapi banyak tugas, bekerja dalam kelompok, mengikuti organisasi, dan tetap memenuhi kewajiban sebagai penerima beasiswa. Dari semua itu saya belajar bahwa menjadi mahasiswa bukan hanya soal nilai, tetapi juga tentang tanggung jawab atas pilihan yang telah diambil.  

KAMAJAYA Scholarship juga membuka kesempatan bagi saya untuk berkembang di luar akademik. Saya aktif dalam organisasi, kepanitiaan, kegiatan sosial, serta program yang diselenggarakan KAMAJAYA Scholarship. Saya pernah mengikuti belajar bersama, bakti sosial, dan kegiatan lain yang memperluas relasi sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri. Saya bahkan mendapat fasilitas peminjaman laptop yang sangat membantu dalam menyelesaikan tugas kuliah.  

Salah satu pengalaman paling berkesan adalah ketika mengikuti KKN di Desa Geluntung, Tabanan, Bali. Awalnya saya takut karena harus tinggal jauh dari orang tua selama sebulan. Namun, pengalaman itu justru menjadi titik penting: saya belajar hidup mandiri, menghargai perbedaan, memahami cara pandang orang lain, dan saling mendukung dengan teman-teman. Dari KKN saya menyadari bahwa proses belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas, tetapi juga melalui interaksi dengan masyarakat.  

Memasuki semester delapan, tantangan terbesar datang melalui penulisan skripsi. Saya sempat cemas karena proses bimbingan terasa panjang dan penuh revisi. Target ujian pendadaran bulan Juli 2026 tidak tercapai, sehingga rencana wisuda harus mundur. Meski kecewa, saya belajar menerima bahwa setiap orang memiliki waktunya masing-masing. Dengan tekun, saya terus memperbaiki skripsi hingga akhirnya pada bulan Agustus 2026 berhasil lulus ujian pendadaran dengan hasil memuaskan.  

Rasa haru dan syukur tak terlukiskan ketika akhirnya saya dinyatakan lulus. Semua perjuangan, lelah, air mata, dan doa selama empat tahun terbayar lunas. Jika saya menoleh ke belakang, jelas bahwa KAMAJAYA Scholarship berperan besar dalam perjalanan ini. Selama dua tahun menjadi penerima, saya tidak hanya terbantu secara finansial, tetapi juga memperoleh pengalaman, relasi, pembelajaran, dan lingkungan yang mendukung perkembangan diri.  

Kini, saya berada di titik akhir untuk meraih gelar sarjana. Walau cita-cita saya belum sepenuhnya tercapai, saya bersyukur telah melewati tahap penting ini. Saya percaya perjalanan berikutnya akan menghadirkan tantangan baru, tetapi pengalaman sebagai mahasiswa dan penerima Beasiswa KAMAJAYA akan selalu menjadi bekal berharga.  

Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada KAMAJAYA Scholarship, seluruh pengurus, para konselor, serta semua pihak yang telah memberikan kepercayaan, perhatian, dan dukungan. Semoga KAMAJAYA Scholarship terus berkembang, membantu lebih banyak mahasiswa meraih pendidikan dan cita-cita, serta menjadi berkat bagi banyak orang. Jika suatu hari saya diberi kesempatan untuk kembali berkontribusi, saya akan melakukannya dengan penuh sukacita. Sebab berkat yang pernah saya terima bukan hanya untuk dinikmati sendiri, tetapi juga untuk diteruskan kepada sesama.  

Ke depan, saya ingin melanjutkan perjalanan dengan semangat yang sama seperti ketika saya menerima Beasiswa KAMAJAYA. Gelar sarjana hukum yang saya raih bukanlah akhir, melainkan awal dari langkah baru untuk berkontribusi di masyarakat. Saya bercita-cita dapat mengaplikasikan ilmu yang saya pelajari, baik dalam bidang hukum maupun dalam kegiatan sosial, sehingga keberadaan saya dapat memberi manfaat nyata bagi orang lain. Saya percaya bahwa pengalaman bersama KAMAJAYA Scholarship akan selalu menjadi pengingat bahwa setiap pencapaian bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk dibagikan demi kebaikan bersama.

Yogyakarta, 6 Oktober 2026

Rachel Putri Widiyaning Tyas
Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum UAJY Angkatan 2022
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-8

No Comments

Post a Comment