KAMAJAYA Scholarship / Lentera Atma  / Lentera Atma: Isra’ Mi’raj: Cahaya Keimanan di Tengah Kehidupan

Lentera Atma: Isra’ Mi’raj: Cahaya Keimanan di Tengah Kehidupan

Isra’ Mi’raj merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam yang mengandung makna mendalam bagi umat Islam. Peristiwa ini terjadi saat Nabi Muhammad SAW diangkat oleh Allah SWT dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina (Isra’), kemudian dilanjutkan dengan perjalanan ke Sidratul Muntaha di langit ketujuh hingga bertemunya beliau dengan Allah SWT (Mi’raj). Momen agung ini bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga simbolisasi tentang kedekatan hamba kepada Sang Pencipta, serta pengokohan ajaran Islam dalam kehidupan manusia.

Makna utama dari Isra’ Mi’raj adalah penguatan iman dan keyakinan umat Islam bahwa Allah SWT senantiasa memberi petunjuk dan ujian kepada hamba-Nya. Perjalanan Nabi Muhammad SAW yang luar biasa ini mengajarkan kita untuk tetap berpegang teguh kepada nilai-nilai agama, meskipun dalam kondisi yang penuh tantangan. Ketika umat Islam menghadapi berbagai kesulitan dalam kehidupan, kisah Isra’ Mi’raj menjadi pengingat bahwa setiap ujian merupakan kesempatan untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT dan menunjukkan keteguhan iman.

Isra’ Mi’raj memiliki makna sosial dan moral yang sangat relevan di zaman sekarang. Peristiwa ini menegaskan pentingnya salat sebagai tiang agama yang menghubungkan hamba dengan Sang Pencipta. Kewajiban salat lima waktu yang diturunkan pada malam Isra’ Mi’raj menjadi landasan utama dalam kehidupan ukhrawi dan kehidupan bermasyarakat. Salat bukan sekadar ritual, tetapi simbol kedisiplinan, ketakwaan, serta bentuk komunikasi langsung antara hamba dan Allah SWT.

Dalam arti kehidupan yang lebih maju, penghayatan Isra’ Mi’raj mengajak kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik, saling menghormati, dan menjunjung tinggi nilai-nilai keadaban. Nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa Isra’ Mi’raj – seperti keteguhan hati, ketulusan niat, serta komitmen terhadap ajaran Islam – seyogyanya menjadi pedoman dalam menghadapi arus perubahan zaman yang tak selalu sejalan dengan nilai-nilai keislaman.

Isra’ Mi’raj bukan hanya cerita sejarah, tetapi juga inspirasi hidup untuk setiap muslim. Dengan memahami makna dan hikmah di balik peristiwa ini, kita diingatkan bahwa keimanan adalah cahaya yang harus terus dipelihara, sehingga mampu menerangi setiap langkah kehidupan dalam menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks.

No Comments

Post a Comment

×

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA