Kisah Penerima Beasiswa: Belajar Bertahan di Titik Penentuan
Nama saya Melyana Revi Utami, saya seorang mahasiswa Fakultas Hukum di Universitas Atma Jaya Yogyakarta sejak tahun 2022. Awal masuk di kampus saya sangat terkejut dengan suasana yang berbeda dengan SMA, mulai dari lingkungan, pembelajaran, hingga berperilaku. Tetapi saya banyak belajar juga misalnya dalam hal berteman, toleransi dan banyak lagi.
Pada semester satu saya sangat bingung dengan pembelajaran mata kuliah. Saya berusaha mengatasinya dengan cara saya aktif di kampus dan masyarakat. Melalui jaringan pertemanan, teman-teman saya membantu memberikan saya solusi untuk belajar, sehingga di semester-semester berikutnya saya bisa meningkatkan hasil studi saya sedikit demi sedikit.
Saya termasuk orang yang malu untuk berbicara dan berhadapan di depan banyak orang, karena saya selalu merasa takut membuat kesalahan pada saat saya tampil di depan banyak orang. Dengan dukungan yang diberikan orang tua, saya mencoba berani untuk bersosialisasi dengan orang banyak. Tidak hanya keluarga tetapi banyak teman dan orang-orang penting yang juga ikut mendukung saya.
Pada saat saya sadar bahwa saya sudah menjadi seorang mahasiswi, yang berkuliah di tempat yang bagus, nyaman, juga berkualitas, saya mulai memahami diri saya, saya meningkatkan hobi saya, saya mulai memperbanyak relasi. Semu aitu saya lakukan karena saya sadar bahwa saya harus mulai menata mimpi saya dan juga harapan kedua orang tua saya. Saya sering merasa khawatir akan masa depan saya, terutama saya takut mengecewakan kedua orang tua saya. Saya selalu belajar dari orang tua saya, terutama semangat nya dan kerja kerasnya yang tidak pernah berhenti untuk mencukupi sekolah saya dan adik saya, sehingga saya akan terus mencoba dan selalu memberikan yang terbaik untuk kedua orang tua saya.
Singkat cerita, Semester tujuh menjadi fase penentuan dalam perjalanan perkuliahan saya. Pada tahap ini, saya tidak lagi hanya dituntut untuk hadir di ruang kelas, tetapi juga membuktikan kemampuan berpikir kritis dan tanggung jawab akademik melalui proses penulisan hukum. Fase ini mengajarkan saya bahwa menjadi mahasiswa tingkat akhir bukan hanya tentang menyelesaikan kewajiban akademik, tetapi juga tentang keteguhan untuk tetap bertahan di tengah tekanan dan ketidakpastian. Proses penulisan hukum saya jalani dengan penuh kehati-hatian. Tidak jarang saya mengalami kebuntuan dalam merumuskan gagasan maupun menyusun argumentasi hukum yang runtut. Revisi dari dosen pembimbing menjadi bagian dari proses yang menuntut kesabaran dan konsistensi. Pada titik inilah saya menyadari bahwa proses akademik tidak selalu berjalan cepat, tetapi membutuhkan ketekunan yang berkelanjutan.
Di tengah proses tersebut, dukungan dari Beasiswa KAMAJAYA memiliki peran yang sangat berarti bagi saya. Beasiswa ini tidak hanya membantu meringankan beban biaya pendidikan, tetapi juga memberikan ketenangan secara mental, sehingga saya dapat lebih fokus pada penyelesaian penulisan hukum tanpa harus terus-menerus memikirkan keterbatasan finansial keluarga. Dukungan ini menjadi motivasi tambahan bagi saya untuk bertanggung jawab dan menyelesaikan studi dengan sungguh-sungguh. Ujian pendadaran menjadi salah satu momen paling menegangkan dalam perjalanan akademik saya. Di hadapan para dosen penguji, saya belajar untuk percaya pada proses yang telah saya jalani. Pertanyaan dan kritik yang diberikan mengajarkan saya untuk bersikap terbuka, berpikir lebih sistematis, serta menerima kekurangan sebagai bagian dari pembelajaran. Pendadaran tidak hanya menguji pengetahuan, tetapi juga kesiapan mental dan kepercayaan diri.
Melalui rangkaian proses ini, saya semakin memahami bahwa dukungan, baik dari keluarga maupun dari Beasiswa KAMAJAYA, memiliki peran penting dalam membangun ketahanan diri saya sebagai mahasiswa. Dukungan tersebut tidak serta-merta menghilangkan kesulitan, tetapi membantu saya untuk tetap berdiri dan melangkah ketika tantangan datang silih berganti. Kini, menjelang akhir masa studi, saya memandang perjalanan ini sebagai proses pembentukan diri. Dengan bekal pengalaman akademik, dukungan keluarga, dan kepercayaan yang diberikan melalui Beasiswa KAMAJAYA, saya berkomitmen untuk menyelesaikan studi dengan sebaik mungkin serta memanfaatkan ilmu yang saya peroleh untuk memberikan kontribusi positif di masa mendatang.



Yogyakarta, 1 Januari 2026
Melyana Revi Utami
Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum UAJY Angkatan 2022
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-8












No Comments