Kisah Penerima Beasiswa: Tetap Kuat Menghadapi Tantangan
Halo semuanya, perkenalkan saya Veronika Finki Nur Arditha,seorang mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta Angkatan 2022, Penerima Beasiswa KAMAJAYA Batch 8. Saya berasal dari sebuah provinsi di Kalimantan Timur, tepatnya di Kabupaten Kutai Barat, Kecamatan Linggang Bigung. Saya berasal dari keluarga yang sederhana dan juga berjuang dalam memenuhi kebutuhan hidup. Meskipun dengan latar belakang keluarga sederhana, tidak membuat saya patah semangat untuk dapat berkuliah di Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang terkenal dengan akreditasi yang unggul. Situasi ini justru membuat saya bangga dan semakin mengerti arti perjuangan hidup.
Pada saat Semester 4, saya mulai mengalami kesulitan dengan keadaan ekonomi yang mengharuskan saya untuk memutar otak bagaimana bisa melanjutkan perkuliahan. Berbagai beasiswa telah saya coba dapatkan, tetapi tidak diterima. Hingga pada suatu hari, saya melihat bahwa ada Beasiswa KAMAJAYA yang membuka pendaftaran dan itu memberikan saya secercah atau setitik harapan. Awalnya, saya sempat pesimis karena banyak yang mendaftar dan juga apakah akan ada kesempatan bagi saya? Ternyata, Tuhan tahu dan mengerti bahwa saya memang sangat membutuhkan bantuan tersebut. Setelah melalui proses seleksi administrasi dan dinyatakan lolos, tibalah saatnya pada seleksi wawancara. Di situ, saya menceritakan segala hal yang saya alami dan keinginan saya untuk tetap dapat melanjutkan kuliah dan Puji Tuhan saya lolos dan menjadi Penerima Beasiswa KAMAJAYA Batch ke-8.
Perjalanan bersama Keluarga KAMAJAYA Scholarship sangat menyenangkan dan penuh dinamika, di mana saya juga menjadi bagian dari Tim Jurnalis, mengikuti acara-acara yang diselenggarakan, dan menjadi panitia laporan tahunan Yayasan serta mengikuti acara malam keakraban yang penuh dengan kehangatan. Tidak lupa saya berusaha untuk selalu aktif dalam semua kegiatan KAMAJAYA Scholarship, agar point saya terpenuhi dan tentunya tetap dapat melanjutkan beasiswa.
Tanpa terasa semester demi semester telah berlalu, tibalah saya di Semester 7. Semester yang penuh dengan tantangan. Saya mengambil skripsi pada semester tersebut dan juga Kuliah Kerja Nyata. Tentu penulisan skripsi bukan hal yang mudah dan juga bukan hal yang tidak mungkin untuk tidak diselesaikan. Pada tanggal 22 September 2025, Fakultas membagikan list pembagian dosen pembimbing skripsi, saya mulai aktif untuk menghubungi dosen pembimbing tersebut agar dapat melaksanakan bimbingan dan juga mengajukan judul proposal skripsi. Puji Tuhan proposal skripsi saya disetujui dan saya dapat melewati tahap itu dengan baik.
Setelah kurang lebih 2 bulan mengerjakan skripsi dan dinyatakan layak untuk mengikuti ujian pendadaran, saya memberanikan diri untuk mendaftar ujian pendadaran pada tanggal 12 November 2025, yang pelaksanaannya baru dapat dilaksanakan pada bulan Desember tanggal 17. Jujur saya sangat takut dan juga semua perasaan menjadi campur aduk. Hal ini karena saya harus melakukan presentasi di hadapan 3 dosen penguji dan juga menjawab pertanyaan dari mereka dalam jangka waktu 1 jam.
Saya sempat mengalami overthinking, apakah saya bisa melewati ini semua? Dengan segala usaha dan doa yang tidak pernah berhenti saya lakukan, tibalah pada saat ujian pendadaran dan ternyata tidak semenakutkan yang ada di pikiran saya. Ternyata, ujian pendadaran lebih seperti semacam diskusi dan tidak terlalu menegangkan. Puji Tuhan, 1 jam berjalan dengan baik dan saya dinyatakan lulus. Betapa senangnya saya dan terharu, saya tidak menyangka, setidaknya satu beban yang selama ini saya rasa berat, bisa saya lewati.
Kemudian yang harus saya lakukan selanjutnya adalah mengikuti Kuliah Kerja Nyata. Saya mengikuti Kuliah Kerja Nyata di Padukuhan Wuni Gunung Kidul. Rencana awal saya ingin sekali bisa KKN di Bali, akan tetapi ternyata saya gagal dalam seleksi wawancara. Namun hal itu tidak menjadi masalah, yang saya pikirkan adalah yang penting saya bisa mengikuti KKN. KKN dilaksanakan dari tanggal 23 Desember 2025 sampai dengan 21 Januari 2026. Saya telah melaksanakan KKN tersebut dengan segala dinamika dalam kelompok. Melalui KKN itu juga saya banyak belajar arti hidup, belajar untuk membaur dengan warga dan juga menyesuaikan sikap dan budaya yang ada.
Setelah pelaksanaan KKN, tidak berhenti sampai di situ tugas dan tanggung jawab saya sebagai mahasiswa, ada laporan KKN yang harus dikumpulkan dan hal tersebut berdekatan dengan pengumpulan syarat yudisium. Saya harus bekerja keras agar tidak terlambat mengumpulkan laporan KKN dan juga memenuhi syarat yudisium. Apabila lewat dari waktu yang ditentukan maka kemungkinan terburuknya saya akan diwisuda pada periode berikutnya (bulan Mei 2026). Setelah melewati kesibukan tersebut Puji Tuhan laporan KKN dan juga persyaratan yudisium bisa saya selesaikan dengan baik dan tepat waktu.
Cita-cita dan harapan saya kedepan adalah saya dapat melanjutkan studi S2 dan setelah melanjutkan S2 saya dapat bekerja di Jakarta serta mempunyai penghasilan yang cukup untuk membalas kebaikan keluarga KAMAJAYA Scholarship. Saya akan menjadi donatur tetap bagi adik-adik yang ingin berkuliah di Universitas Atma Jaya Yogyakarta akan tetapi terhalang biaya. Saya ingin mengucapkan terimakasih kepada Bapak/Ibu donatur/Pengurus Yayasan Bakti KAMAJAYA Indonesia atas segala perhatian, dukungan dan kesempatan yang telah diberikan kepada saya. Semua kebaikan ini sangat berarti bagi saya karena atas kebaikan Bapak/Ibu saya dapat melanjutkan kuliah di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Kiranya Tuhan selalu memberikan berkat berlimpah dan kesehatan bagi Bapak/Ibu dan segenap Pengurus Yayasan Bakti KAMAJAYA Indonesia.


Yogyakarta, 30 Januari 2026
Veronika Finki Nur Arditha
Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum UAJY Angkatan 2022
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-8












No Comments