Career Insight #27: Bersiap Hari Ini, Sukses Esok Hari

KAMAJAYA Scholarship kembali menyelenggarakan program pengembangan karier melalui Career Insight #27 yang dilaksanakan pada Jumat, 30 Januari 2026. Kegiatan ini menghadirkan Kak Ardis Arsanta Hartono, Penerima Beasiswa KAMAJAYA Scholarship Angkatan 3, yang saat ini berkarier sebagai Marketing Delivery Staff di PT NAYATI Indonesia, sebagai narasumber utama.Dalam sesi bertajuk “Bersiap Hari Ini, Sukses Esok Hari”, Kak Ardis membagikan perjalanan kariernya sejak masa kuliah hingga terjun ke dunia profesional. Sebagai alumni Program Studi Teknik Industri Angkatan 2018, Kak Ardis menekankan bahwa masa kuliah merupakan fase penting untuk membangun fondasi karier, bukan hanya sekadar mengejar nilai akademik. Menurutnya, semakin banyak bekal yang dipersiapkan sejak dini, maka semakin besar peluang untuk bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif.

Kak Ardis menjelaskan bahwa persiapan karier mencakup keseimbangan antara hard skill, soft skill, dan mindset. Hard skill dapat diasah melalui penguasaan software, analisis data, desain, hingga pemahaman bisnis seperti marketing dan finance. Sementara itu, soft skill seperti komunikasi, problem solving, critical thinking, leadership, dan manajemen waktu menjadi faktor penting yang sangat dibutuhkan di lingkungan kerja. Selain itu, mindset disiplin, konsisten, adaptif, serta growth mindset menjadi kunci agar mampu terus berkembang.
Memasuki masa awal kerja, Kak Ardis menegaskan bahwa dunia kerja bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari perjalanan karier yang sesungguhnya. Pada fase ini, individu dituntut untuk mampu beradaptasi dengan budaya kerja, memahami peran dan tanggung jawab, serta aktif mempelajari skill dan hal-hal baru. Etos kerja seperti integritas, inisiatif, profesionalisme, serta kualitas hasil kerja akan membentuk reputasi seseorang di lingkungan kerja.
Dalam pemaparannya, Kak Ardis juga mengangkat berbagai tantangan di awal karier, mulai dari kurangnya rasa percaya diri sebelum benar-benar terjun ke dunia kerja, kesenjangan antara teori dan praktik, hingga tekanan target dan deadline. Kak Ardis menegaskan bahwa di dunia kerja, yang mampu bertahan bukan selalu yang paling pintar, melainkan mereka yang mau belajar, mampu beradaptasi, dan terus berkembang.
Lebih lanjut, Kak Ardis memperkenalkan framework pengembangan karier yang kuat, yaitu perpaduan antara Passion, Problem, dan Skill. Passion menjadi sumber motivasi dalam bekerja, problem atau kebutuhan industri menjadi market yang harus dijawab, serta skill menjadi modal utama untuk memberikan nilai tambah. Kerangka ini dinilai relevan di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu dan meningkatnya persaingan kerja akibat efisiensi serta perkembangan teknologi dan otomasi.

Menutup sesi, Kak Ardis menekankan bahwa setiap jurusan memiliki peluang di dunia kerja dan industri selama disertai kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi. Karier, menurutnya, merupakan sebuah proses panjang, bukan hasil instan. Kunci kesuksesan terletak pada kombinasi skill, mindset, dan pengalaman yang terus diasah seiring berjalannya waktu.
Melalui Career Insight #27 ini, KAMAJAYA Scholarship berharap para peserta memperoleh gambaran nyata tentang dunia kerja sekaligus termotivasi untuk mempersiapkan diri sejak dini demi membangun karier yang berkelanjutan dan bermakna.
Diliput oleh:
Valentina Dyah Kristanti
Mahasiswa Program Studi Akuntansi UAJY Angkatan 2022
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke- 8












No Comments