Lentera Atma: Cinta yang Menghidupkan
Hari Valentine sering dipahami sebagai hari kasih sayang – hari di mana bunga, cokelat, dan kata-kata manis menjadi simbol cinta. Namun, di balik semua simbol itu, ada satu pertanyaan yang lebih dalam: seperti apa sebenarnya cinta yang sejati itu? Apakah cinta hanya tentang perasaan yang hangat dan romantis, atau ada makna yang lebih besar dan lebih dalam dari sekadar itu?
Kitab Suci mengajarkan bahwa cinta bukan hanya perasaan, melainkan tindakan yang lahir dari hati yang tulus. Dalam 1 Korintus 13:4-5 tertulis, “Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri.” Ayat ini mengingatkan kita bahwa cinta sejati bukan tentang memiliki, melainkan tentang memberi, bukan tentang menuntut, melainkan tentang memahami.
Valentine bisa menjadi momen untuk merenungkan kembali cara kita mencintai – kepada pasangan, keluarga, sahabat, bahkan diri sendiri. Cinta yang sejati bukan hanya diungkapkan lewat kata-kata indah, tetapi juga lewat kesabaran saat menghadapi perbedaan, lewat pengampunan saat terjadi kesalahan, dan lewat kesetiaan saat situasi tidak selalu indah.
Yesus sendiri menunjukkan cinta yang paling besar melalui pengorbanan-Nya. Dalam Yohanes 15:13 tertulis, “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” Cinta yang seperti ini bukan cinta yang egois, tetapi cinta yang rela berkorban demi kebaikan orang lain.
Di Hari Valentine ini, mari kita tidak hanya memberi cokelat atau bunga, tetapi juga memberi perhatian, waktu, dan doa. Kita bisa mengirim pesan sederhana yang tulus, memaafkan kesalahan yang lama, atau sekadar hadir bagi orang yang kita sayangi. Sebab, cinta yang paling bermakna bukan yang paling mewah, tetapi yang paling tulus dan konsisten.
Semoga Valentine ini menjadi lentera yang memerangi hati kita, agar hari belajar mencintai dengan cara yang lebih dewasa, lebih sabar, lebih penuh kasih – seperti kasih yang diajarkan oleh Tuhan.
Image by Shameer Pk from Pixabay












No Comments