Career Insight #28: Mengubah “Salah Jurusan” Menjadi Peluang Karier Global

KAMAJAYA Scholarship kembali menyelenggarakan program pengembangan karier melalui Career Insight #27 yang dilaksanakan pada Jumat, 30 Januari 2026. Kegiatan ini menghadirkan Kak Ardis Arsanta Hartono, Penerima Beasiswa KAMAJAYA Scholarship Angkatan 3, yang saat ini berkarier sebagai Marketing Delivery Staff di PT NAYATI Indonesia, sebagai narasumber utama.Dalam sesi bertajuk “Bersiap Hari Ini, Sukses Esok Hari”, Kak Ardis membagikan perjalanan kariernya sejak masa kuliah hingga terjun ke dunia profesional. Sebagai alumni Program Studi Teknik Industri Angkatan 2018, Kak Ardis menekankan bahwa masa kuliah merupakan fase penting untuk membangun fondasi karier, bukan hanya sekadar mengejar nilai akademik. Menurutnya, semakin banyak bekal yang dipersiapkan sejak dini, maka semakin besar peluang untuk bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif.

Ketakutan akan salah jurusan dan masa depan yang abu-abu setelah lulus kuliah menjadi momok bagi banyak mahasiswa. Namun, perspektif ini dipatahkan dalam acara Career Insight #28 yang digelar oleh KAMAJAYA Scholarship pada Jumat, 27 Februari 2026. Dengan mengusung tema “Career Sandbox: Why Your Major Isn’t Your Destiny”, acara ini menghadirkan narasumber inspiratif, Ari Dito Purba atau yang akrab disapa Kak Dito, seorang Account Manager di Agency Sales Singapore Airlines sekaligus alumni Hukum angkatan 2021 dan penerima KAMAJAYA Scholarship Angkatan 6.
Dalam sesi yang interaktif, Kak Dito membagikan perjalanan kariernya yang terlihat tidak linear namun sangat relevan. Meski berlatar belakang pendidikan Hukum, ia kini sukses berkarier di dunia aviasi dan marketing internasional. Ia menekankan bahwa kuliah adalah sebuah “sandbox” atau ruang eksplorasi untuk mencoba, gagal, dan bertumbuh. Menurutnya, jurusan hanyalah sebuah fondasi, sementara skill adalah alat, dan minat adalah kompas yang menuntun arah masa depan.
Kak Dito mencontohkan bagaimana kemampuan argumentasi dan negosiasi yang ia pelajari di Fakultas Hukum kini menjadi senjata utama dalam melakukan pitching serta membangun kemitraan di dunia profesional.Menghadapi tantangan pasar kerja Indonesia tahun 2025 yang semakin kompetitif dengan sekitar 3,5 juta lulusan baru setiap tahunnya, Kak Dito mengingatkan pentingnya kemampuan adaptasi dan reskilling. Di tengah tren global menuju tahun 2030, teknologi memang mengubah banyak jenis pekerjaan, namun soft skills seperti berpikir analitis, pemecahan masalah, komunikasi, dan literasi digital tetap menjadi kemampuan yang paling dicari oleh perusahaan. Ia mengajak para mahasiswa untuk tidak terpaku pada batasan jurusan dan mulai menyelaraskan tiga pilar utama karier: skill, interest, dan market demand.Senada dengan semangat tersebut, refleksi dari kegiatan sebelumnya juga mengingatkan mahasiswa untuk tidak menyia-nyiakan waktu selama kuliah.

Mahasiswa didorong untuk aktif mencari pengalaman, baik melalui kegiatan kampus maupun pekerjaan paruh waktu, guna memperkuat personal branding dalam CV. Pesan utamanya tetap konsisten: jadilah diri sendiri, tekuni bidang yang dijalani, dan manfaatkan setiap kesempatan untuk mengasah komunikasi sebagai “pedang utama” dalam menembus dunia kerja.
Diliput oleh:
Valentina Dyah Kristanti
Mahasiswa Program Studi Akuntansi UAJY Angkatan 2022
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke- 8












No Comments