KAMAJAYA Scholarship / Penerima Beasiswa  / Periode 2017/2018  / Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Tamara Gustila

Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Tamara Gustila

Tamara Gustila

Tanggal Lahir:
Kota Asal:
Studi:

15 Agustus 1997

Kulon Progo, Yogyakarta

Fakultas Ekonomi UAJY semester 5 (Oktober 2017)

Tamara Gustila

Mahasiswi Fakultas Ekonomi UAJY

SAYA INGIN MENJADI DOSEN

Nama saya Tamara Gustila. Saya lahir di Jakarta pada tanggal 15 Agustus 1997. Saya adalah anak pertama dari pasangan Yusli dan R.R Agnes Peni Astuti. Saya memiliki seorang adik laki-laki bernama, Yudi Wijaya. Saya dibesarkan di tengah keluarga yang sederhana dan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kekeluargaan serta kedisiplinan.

Saat saya berusia 3 tahun keluarga kami pindah dari Jakarta ke Batam. Pada saat itu, kami sekeluarga tinggal di ruko milik keluarga ayah saya. Orang tua saya tidak memiliki pekerjaan saat itu sehingga kami tidak memiliki cukup uang untuk membeli atau menyewa sebuah rumah. Ketika saya berumur 12 tahun, terjadi konflik antara ibu dengan nenek saya dari pihak ayah. Saat itu ibu saya diminta untuk meninggalkan rumah sehingga sejak hari itu kami tinggal terpisah dengan ayah namun kedua orang tua saya tidak dalam kondisi bercerai.

Semenjak ayah dan ibu saya berpisah, ibu saya berjuang menghidupi kami bertiga dan bekerja dengan berjualan sarapan pagi di depan rumah kontrakan. Ayah saya tidak memberikan biaya sewa rumah, ia hanya memberikan biaya sekolah dan biaya hidup untuk keluarga kami. Ini berlangsung lama sampai akhirnya saya pindah ke Yogyakarta karena saya takut akan kehidupan serta pergaulan yang terlalu keras di Batam.

Saat ini ayah saya bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Singapura dengan penghasilan bersih sebesar Rp 3.000.000 per-bulan. Terkadang ibu saya berjualan lauk dengan menitipkan di warung-warung setiap pagi. Namun, saat ini ibu sudah tidak berjualan karena alasan kesehatan. Selama kuliah, saya tinggal di rumah kost dan setiap akhir minggu saya pulang ke rumah ibu di Kulon Progo.

Keadaan ekonomi keluarga kami dapat dikatakan sedang mengalami kesulitan, hal ini berawal dari adik saya yang mengalami kecelakaan. Ia ditabrak oleh truk bermuatan motor dan mengalami gegar otak. Selama 4 hari adik saya berada di ruang ICU dalam kondisi koma. Setelah melewati masa kritis, adik saya dipindahkan ke bangsal selama satu minggu. Selama satu minggu tersebut, adik saya mengalami kesadaran yang tidak stabil. Dalam kondisi terjaga, ia selalu berbicara dan melakukan hal-hal yang tidak wajar layaknya terkena gangguan jiwa. Dokter berkata, hal ini terjadi karena adanya gangguan pada kerja otaknya sehingga ia perlu menjalani pengobatan rutin selama beberapa bulan dan membutuhkan biaya yang sangat besar.

Setelah sebulan sejak adik saya kecelakaan, masa kontrak kerja ayah saya habis dan ia terpaksa menganggur selama setengah tahun. Saya diminta untuk berhenti kuliah dikarenakan tidak lagi memiliki biaya untuk melanjutkan pendidikan. Di saat yang bersamaan, ibu juga harus melakukan operasi pengangkatan rahim karena penyakit miom dan tentunya ini memerlukan biaya yang sangat besar.

Pada saat itu, tabungan keluarga terkuras habis dan kami hidup dibantu oleh tante dan juga teman-teman dari ibu. Ketika saya diharuskan untuk membayar biaya kuliah, ibu pun meminjam uang di bank dengan menjaminkan surat tanah milik kakek tanpa sepengetahuan ayah saya dan pinjaman ini harus dicicil setiap bulannya. Hal ini dilakukan karena ibu tidak ingin saya berhenti kuliah.

Saat ini, ayah sudah mendapatkan pekerjaan baru di negara yang sama namun tanggungan keluarga kami cukuplah besar. Ayah saya harus membiayai pendidikan saya dan adik saya yang berada di SMA, ibu juga harus membayar cicilan dan juga membiayai hidup kami serta kakek dan nenek dari ibu saya yang tinggal bersama kami di Kulon Progo.

Saya adalah lulusan dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan Akomodasi Perhotelan dan saat ini saya sedang menempuh pendidikan S-1 di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Fakultas Ekonomi, Prodi Manajemen. Alasan mengapa saya mengambil prodi manajemen alih-alih melanjutkan di bidang perhotelan, karena saya melihat ilmu dari dasar-dasar manajemen yang nantinya diberikan akan berguna untuk mendorong pertumbuhan di bidang perhotelan.

Tamaja UAJY Kamajaya ScholarShipAwalnya, cita-cita saya adalah menjadi pekerja yang handal dalam bidang perhotelan namun ada hal yang mengubah pemikiran saya. Ketika saya menjalani kuliah, saya melihat dan merasakan banyak dosen yang memiliki sikap yang tidak patut dipuji. Dosen seharusnya memiliki etika dan dapat menjadi panutan bagi para mahasiswanya namun yang saya dapatkan malah sebaliknya. Hal inilah yang mengubah tekad serta pemikiran mengenai cita-cita saya.

Saat ini cita-cita saya telah berganti menjadi seorang dosen, terutama dosen yang mengajar di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Tidak menutup kemungkinan, ke depannya saya akan mencari beasiswa S2 dan juga biaya untuk dapat mengikuti kursus bahasa asing karena hal tersebut merupakan kualifikasi untuk menjadi dosen di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Saya juga mendapatkan dukungan berupa motivasi dari seorang dosen favorit saya yang saat ini juga mengajar sebagai dosen manajemen di fakultas ekonomi. Hal inilah yang menjadi cambuk untuk saya semakin memperjuangkan cita-cita saya. Harapan saya apabila dapat menjadi dosen, saya ingin menjadi seorang dosen yang berkompeten, disiplin, dan humanis sehingga dapat menjadi teladan bagi para mahasiswa.

Saya sangat senang membaca. Membaca merupakan kegiatan kegemaran saya ketika rasa bosan ataupun waktu senggang datang. Salah satu buku yang saya sukai adalah buku karya Eka Kurniawan yang berjudul Cantik itu Luka. Adapula bacaan lain yang menjadi favorit saya yaitu, novel yang ber-genre sejarah dan fiksi ilmiah. Selain kegemaran saya terhadap bacaan, saya juga sangat menyukai kegiatan yang lainnya yang menuntut untuk aktif bergerak. Saya menyempatkan diri untuk berolahraga di sela-sela kesibukan saya, salah satunya adalah berenang.

Di kampus, saya bukanlah anak lembaga maupun himpunan tetapi hal ini tidak menjadikan saya mahasiswa yang tidak memiliki pengalaman berorganisasi. Saya selalu mengikuti open recruitment untuk kepanitiaan yang berbeda-beda. Hal ini saya lakukan karena saya lebih senang bertemu dengan orang-orang baru di lingkungan dan budaya yang berbeda-beda sehingga saya dapat mengenal lebih banyak karakter dari tiap-tiap individu. Saya adalah seseorang yang mencintai pekerjaan yang mana mengharuskan saya untuk mengendalikan jalannya sebuah acara. Saya sangat senang ketika saya harus terjun langsung dan selalu bergerak ketika saya bekerja.

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA