KAMAJAYA Scholarship / Penerima Beasiswa  / Periode 2017/2018  / Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Cynthia Dewi Tjoa

Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Cynthia Dewi Tjoa

Cynthia Dewi Tjoa

Tanggal Lahir:
Kota Asal:
Studi:

30 April 1998

Tasikmalaya, Jawa Barat

Fakultas Ekonomi UAJY semester 3 (Oktober 2017)

Cynthia Dewi Tjoa

Mahasiswi Fakultas Ekonomi UAJY

Demi Meringankan Beban Orangtua

Nama saya Cynthia Dewi Tjoa, lahir di Tasikmalaya 30 April 1998. Saya adalah anak pertama dari dua bersaudara buah dari pasangan Candra Setiawan Tjoa yang berprofesi sebagai wirausaha dan Tan Kiem Gwe seorang ibu rumah tangga. Cynthia adalah panggilan akrab saya dan adik saya bernama Elvin Haryanto Tjoa. Saat ini adik saya sedang menempuh pendidikan di bangku SMA kelas XII-IPS. Pada tahun 2002, saya memulai dunia pendidikan di TK BPK Penabur Tasikmalaya. Saat memasuki tingkat pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama saya bersekolah di satu yayasan yang sama yaitu sekolah Yos Sudarso Tasikmalaya. Sejak di tingkat SD hingga SMP saya aktif di bidang ekstrakurikuler seperti basket, paduan suara dan menggambar.

Setelah dari tingkat SMP, saya melanjutkan pendidikan ke SMA BPK Penabur Tasikmalaya. Ketika di bangku SMP dan SMA saya aktif dalam kepengurusan OSIS dan sempat terpilih sebagai salah satu kandidat ketua OSIS di tingkat SMA. Walaupun saya bersekolah di instansi yang berlatar belakang swasta dan cukup dikenal, bukan berarti keluarga kami memiliki kemampuan yang lebih untuk membiayai sekolah saya. Tidak jarang ibu saya datang menemui kepala sekolah di awal tahun ajaran untuk meminta keringanan biaya sekolah. Hal ini berawal karena kebangkrutan yang dialami usaha ayah saya.

Pada tahun 2002, seluruh aset usaha keluarga saya habis dan yang tersisa hanyalah sebuah toko kosong. Sejak saat itu, kami mengalami kesulitan ekonomi hingga akhirnya orang tua saya memutuskan untuk pindah ke rumah orang tua ibu saya dan menetap hingga sekarang. Saat ini, rumah orang tua ibu saya menjadi salah satu warisan yang sedang diperebutkan oleh saudara ibu saya. Masalah ekonomi dari keluarga saudara kami ini yang membuat mereka meminta untuk rumah peninggalan tersebut untuk dijual dan dibagi. Bukan hal yang tidak mungkin apabila kami diusir dari rumah nenek suatu saat nanti karena rumah tersebut dijual. Hal tersebut menjadi salah satu ketakutan saya.

Besar harapan orang tua saya agar kami berdua dapat menyelesaikan pendidikan sampai perguruan tinggi. Adik saya akan lulus SMA dan memiliki rencana untuk melanjutkan pendidikannya di Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Bukan hal kecil menurut keluarga kami karena untuk membiayai pendidikan di tingkat pendidikan universitas pasti membutuhkan biaya yang sangat besar ditambah dengan biaya studi saya sekarang ini.

Saat liburan kelulusan SMA, saudara – saudara dari ibu berkunjung ke rumah untuk menasehati dan menyarankan agar saya tidak kuliah di luar Tasikmalaya. Namun, ibu saya mengatakan hal yang berbeda, beliau menasehati saya agar meraih cita-cita yang saya inginkan. Selain itu, beliau meminta saya untuk membuktikan bahwa saya mampu menyelesaikan pendidikan S1 di salah satu Universitas terkenal di Indonesia dengan hasil yang membanggakan.

Penghasilan orangtua saya saat ini didapatkan dari usaha kecil-kecilan. Orang tua saya membuat makanan basah dan kemudian dipasarkan ditoko-toko kelontong. Sayangnya tenaga yang dikeluarkan tidak sebanding dengan keuntungan yang diperoleh. Semakin hari pendapatan semakin menurun karena minat orang-orang pada jajanan kue basah semakin menurun. Namun orangtua saya tetap berjuang karena inilah satu-satunya sumber penghasilan kami.

Ketika saya masuk kuliah di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, orang tua saya membiayai saya dengan karena menjual sisa-sisa toko. Uang yang didapat sangat sedikit, hanya cukup untuk membayar biaya masuk ke Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Padahal kami butuh untuk membiayai adik saya yang akan masuk ke Universitas. Saya dan adik saya harus berbagi, jangan sampai adik saya tidak bisa kuliah karena semua biaya yang ada digunakan hanya untuk membiayai kuliah saya. Saya sangat kasihan kepada orangtua saya yang harus setiap hari bangun subuh selama lima belas tahun untuk bekerja demi menyekolahkan anaknya di universitas. Maka dari itu saya belajar sungguh-sungguh, agar mendapatkan beasiswa untuk meringankan beban orangtua saya. Selain itu, saya berharap adik saya juga dapat merasakan senangnya menjadi seorang mahasiswa di Universitas.

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA