KAMAJAYA Scholarship / Penerima Beasiswa  / Periode 2017/2018  / Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Genoveva Fiona Citraclarisa

Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Genoveva Fiona Citraclarisa

Genoveva Fiona Citraclarisa

Tanggal Lahir:
Kota Asal:
Studi:

10 Agustus 1996

Bantul, Yogyakarta

Fakultas Teknik Industri UAJY semester 6 (April 2018)

Genoveva Fiona Citraclarisa

Mahasiswi Fakultas Teknik Industri UAJY

Saya Ingin Sukses

Nama saya Genoveva Fiona Citraclarisa. Saya lahir di Yogyakarta pada tanggal 10 Agustus 1996. Saya adalah mahasiswa semester 6 dari Fakultas Teknologi Industri Prodi Teknik Industri di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Saya tinggal di Kost Jalan Ngelaren Sari No. 144 Condongcatur, Depok, Sleman, DIY. Kost tersebut adalah milik keponakan saya sehingga saya bertempat tinggal di kost tersebut gratis. Ayah dan Ibu saya bertempat tinggal di Desa Bergan, Wijirejo, Pandak, Bantul, Yogyakarta.

Saat saya masih TK, saya dan kedua orang tua saya menumpang di rumah kakek. Saya sering ditinggal Ayah dan Ibu bekerja. Sehingga saya hanya ditemani oleh kakek. Ayah dan Ibu bekerja di CV Gula Jawa, Bantul. Namun tidak bertahan lama karena CV tersebut mengalami kebangkrutan. Ketika saya duduk di bangku SD, orang tua saya sudah mempunyai rumah sendiri, sehingga kami tidak lagi menumpang di rumah kakek. Memasuki masa SMP, Ayah tidak tinggal bersama saya dan Ibu karena beliau harus bekerja di luar pulau.

Ayah memulai pekerjaannya menjadi Site Manager saat saya SMP hingga akhir SMA. Ayah pernah bekerja di Manado dan Biak, Papua Barat. Saya harus bersabar ketika ingin bertemu dengan Ayah. Ayah hanya pulang pada bulan Desember. Tiket pulang pergi saat itu mahal, sehingga beliau hanya pulang 1 tahun sekali, itu pun hanya diberi waktu 2 minggu oleh pihak kantor. Saya senang dan bangga memiliki seorang Ayah yang semangat bekerja dan rela jauh dari keluarga demi bisa menafkahi saya dan Ibu. Tahun 2015, roda kehidupan memang tidak selalu berada diatas. Saat Ayah saya sedang bekerja di Biak, Ibu saya mendapat kabar dari teman-teman kantor Ayah maupun pemilik PT Manunggal Pratama Mandiri bahwa badan Ayah membengkak dan Ayah sedang tergeletak di ranjang Rumah Sakit Biak.

Dokter mengatakan bahwa Ayah terkena komplikasi diabetes, tekanan darah tinggi, dan jantungnya membengkak. Setelah kurang lebih 1 bulan lamanya Ayah dirawat, ternyata peralatan medis di Rumah Sakit Biak kurang memadai, sehingga Ayah dipulangkan ke Jogja untuk penangan yang lebih intensif. Saat ditangani oleh Dokter maupun Suster Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta, ternyata Ayah saya terkena penyakit Gagal Ginjal Kronik yang diharuskan untuk cuci darah 2 kali dalam seminggu.

Pikiran saya saat itu benar-benar kacau. Saat saya lagi membutuhkan uang untuk membayar keperluan kuliah, saat itu juga Ayah saya sedang mengalami musibah. Keadaan memaksa saya untuk lebih giat dalam mencari uang demi saya bisa melanjutkan kuliah. Ditambah Ibu saya yang hanya sebagai Ibu Rumah Tangga. Segala jenis usaha saya lakukan, mulai dari menjual produk kecantikan dan menjual snack di kampus.

Saya tidak ingin terlarut dalam kesedihan yang mendalam, maka saya berusaha mencoba mencari hal positif disela-sela waktu senggang saya yaitu dengan mendaftarkan diri di dalam kegiatan kampus. Saya tertarik menjadi anggota HMTI (Himpunan Mahasiswa Teknik Industri). Setelah semua tahap saya lalui, Puji Tuhan saya diterima di HMTI.

Berkat HMTI saya bisa belajar dari para pemimpinnya dan orang-orang yang terlibat di dalamnya. HMTI adalah rumah kedua saya dan HMTI telah mengajarkan banyak hal kepada saya. HMTI telah mengajarkan bagaimana menghadapi orang lain, memecahkan masalah dalam waktu singkat, mengajarkan ketika bekerja di bawah tekanan, pentingnya “respect each other”, berani mengutarakan pendapat, berani membuat keputusan dan melakukan sesuatu yang menurut kita benar Selain itu, disini diajarkan pentingnya kejujuran dan kepercayaan terhadap orang lain, pentingnya cepat beradaptasi terhadap lingkungan baru, mengajarkan pentingnya kebersamaan, harus tetap bekerja maksimal walaupun bekerja bersama orang-orang yang kita suka maupun yang kita tidak suka, dan membantu saya mengembangkan bakat serta ketertarikan saya. Terimakasih HMTI periode 2015/2016 – 2016/2017.

Hobby saya travelling. Saya sangat menyukai dan ingin tahu tentang hal baru, suasana baru dan bertemu dengan orang-orang baru. Saya merasa membangun relasi sejak dini itu penting. Inilah cerita dan pengalaman kehidupan saya yang singkat, yang telah saya lakukan dan jalani selama ini, semoga saya bisa menjadi orang yang berhasil dan membanggakan bagi orang tua, saudara-saudara, maupun orang-orang yang telah membantu saya dalam mewujudkan beasiswa ini.

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA