KAMAJAYA Scholarship / Penerima Beasiswa  / Periode 2018/2019  / Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Brigitta Patricia Stefany Dolle

Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Brigitta Patricia Stefany Dolle

Brigitta Patricia Stefany Dolle

Tanggal Lahir:
Kota Asal:
Studi:

24 September 1994

Semarang

Fakultas Ekonomi UAJY Prodi Akuntansi semester 9 (September 2018)

Brigitta Patricia Stefany Dolle

Mahasiswi Fakultas Ekonomi UAJY Prodi Akuntansi

Hemat Biaya dengan Nglaju dari Semarang ke Yogyakarta

Nama saya Brigitta Patricia Stefany Dolle, nama panggilan saya di kampus Brigit. Saya lahir di Semarang tanggal 24 September 1994. Saya lahir dan tumbuh dewasa di Kota Semarang. Saya pernah berpindah tempat sebanyak dua kali, pertama kali pindah ke Blitar karena tuntutan pekerjaan Papa sebagai sales yang harus berpindah-pindah tugas. Perpindahan rumah yang kedua yaitu ke Ende, Nusa Tenggara Timur, rumah orangtuanya Papa. Keluarga kami pindah dan tinggal satu rumah bersama Nenek (dari pihak Papa) dan kakak ipar Mama (kakak kedua dari Papa). Kami berlima, yaitu Papa, Mama, Kakak, Adik, dan saya harus pindah karena Papa terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Saya adalah mahasiswa semester 9 dari Fakultas Ekonomi Program Studi Akuntansi di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Di semester 9 ini, kegiatan studi diisi dengan melanjutkan menulis skripsi yang saya mulai di semester 8 yang lalu. Selama kuliah di Yogyakarta, saya tinggal di kost. Sejak semester lalu (Semester 8) dikarenakan tinggal menulis skripsi saja, maka saya tidak lagi tinggal di kost di Yogyakarta. Saya memilih “nglaju” (bahasa Jawa) Semarang-Yogyakarta. Saya tinggal di rumah sendiri di Semarang untuk menghemat biaya dan saya berangkat ke Yogyakarta jika ada keperluan bimbingan skripsi, setelah itu pulang lagi ke rumah di Semarang. Rutinitas ini sudah saya jalani sejak menempuh semester 8 yang lalu.

Kondisi ekonomi keluarga saya dapat dikatakan sederhana. Sejak 2014, Mama berhenti bekerja karena jarak tempat kerja yang terlalu jauh, lalu hanya Papa sendiri yang bekerja sejak itu. Kami hidup sederhana, karena gaji Papa dan Mama selalu habis untuk menyekolahkan kami anak-anaknya. Kesulitan ekonomi untuk menyekolahkan kami bertiga, Papa dan Mama sering meminta keringanan sekolah, meminjam saudara, atau meminjam dari Koperasi tempat Mama bekerja. Hal ini yang memicu saya agar selalu menjadi anak yang mandiri, tegar dan kuat dalam menghadapi setiap persoalan hidup terutama selama saya hidup sendiri di Yogyakarta. Semakin jauh dari kedua orangtua dan saudara kandung, membuat saya semakin berani untuk menghadapi setiap persoalan hidup. Puji Tuhan, kegigihan dan perjuangan yang saya tempuh membuahkan berlimpah hasil dan berkat. Orang-orang baik selalu hadir untuk membantu saya menghadapi persoalan ekonomi, terutama untuk membayar tagihan selama kuliah.

Saya bersyukur bertemu dan mengenal orang-orang baik di lingkungan perkuliahan, seperti teman lembaga yang rela dan ikhlas saya pinjam laptopnya untuk digadai guna membayar tagihan kuliah, juga orang-orang baik di balik beasiswa berupa pembebasan SPP Tetap yang sudah dua kali saya dapatkan selama kuliah di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Doa dan harapan agar mampu menghadapi setiap persoalan hidup tak pernah berhenti saya panjatkan kehadirat Tuhan dan malaikat pelindungku, baik dalam doa yang terucap atau doa dalam diam, saat hati sungguh merendahkan diri di hadapan Tuhan.

Saat menempuh semester 5 dan 6, saya memperoleh kesempatan sebagai penerima Djarum Beasiswa Plus. Beasiswa tersebut saya terima sebagai anugerah, sebab sejak SMA saat mulai memperhatikan iklan beasiswa tersebut di televisi, saya bercita-cita untuk menjadi salah satu penerimanya. Melalui Djarum Beasiswa Plus, saya dipertemukan dengan teman-teman dari 90 perguruan tinggi di Indonesia yang saling berbagi cerita, pengalaman, dan ilmu. Teman-teman yang berbeda latar belakang tersebut dipertemukan dalam setiap kegiatan Djarum Beasiswa Plus. Kegiatan pengembangan softskill yang diberikan kepada para penerima beasiswa begitu saya rasakan manfaatnya. Pelatihan-pelatihan yang diberikan mengajarkan saya untuk selalu menjadi pribadi kuat, disiplin, berani mengambil keputusan, dan tahan mental dalam menghadapi tantangan dan lingkungan baru.

Setelah lulus nanti dari Fakultas Ekonomi Universitas Atma Jaya Yogyakarta, saya ingin bekerja terlebih dahulu. Rencana awal, saya ingin melamar di kantor pajak dan bekerja sebagai pegawai pajak yang bercita-cita untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia agar tertib membayar kewajibannya. Selain itu saya juga memiliki keinginan untuk dapat bekerja sebagai akuntan di suatu proyek pembangunan dengan sistem kerja kontrak dan berpindah-pindah. Cita-cita sebagai akuntan proyek pembangunan muncul karena sesungguhnya saya memiliki cita-cita bekerja sambil menikmati lingkungan, budaya, dan orang-orang baru yang dapat saya temui di setiap kesempatan yang diberikan Tuhan. Setelah cukup tabungan dan dapat membantu adik membiayai kuliahnya, saya akan mewujudkan panggilan diri saya yang pertama yaitu menjadi seorang wirausaha di bidang pakaian, memiliki clothing line sendiri serta mendirikan yayasan sosial yang menemukan talenta-talenta unik dari anak-anak Indonesia yang kurang memperoleh perhatian di bidang pendidikan formal dan informal.

Pada akhirnya, KAMAJAYA Scholarship yang saya terima ini adalah jalan dari Tuhan Yesus melalui orang-orang baik yang menginspirasi saya. Itulah yang selalu saya percaya.

A life not lived for others is not a life – Mother Teresa

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA