KAMAJAYA Scholarship / Penerima Beasiswa  / Periode 2019/2020  / Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Angella Herlina Ditasari

Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Angella Herlina Ditasari

Angella Herlina Ditasari

Tanggal Lahir:
Kota Asal:
Studi:

3 Mei 2000

Muntilan

Fakultas Bisnis dan Ekonomika UAJY Prodi Akuntansi semester 3 (Juli 2019)

Angella Herlina Ditasari

Mahasiswi Fakultas Bisnis dan Ekonomika UAJY Prodi Akuntansi

Langkah Selalu Meninggalkan Jejak

Nama saya Angella Herlina Ditasari, biasa di panggil LINA. Saya lahir di Magelang, 3 Mei 2000. Saya adalah anak dari Ibu Sumartinah dan Bapak Dwi Handoko. Ayah saya seorang wiraswasta dan ibu saya seorang ibu rumah tangga. Orang tua saya membuat kulit lumpia untuk memenuhi kebutuhan kami. Dulu, kulit lumpia keluarga kami sangat laris. Penjualan kulit lumpia selalu mengikuti perkembangan pasar. Akhir-akhir ini, daya beli pasar mulai menurun, tetapi harga bahan-bahan naik, sedangkan harga jual kulit lumpia tidak bisa naik. Jika harga jual kulit lumpia naik, maka akan semakin sulit untuk mendapatkan pembeli. Kulit lumpia ini dijual dengan harga mulai dari Rp 100,- sampai Rp 300,- untuk per lembarnya. Orang tua saya tidak pernah menyerah walaupun sekarang daya beli menurun. Kedua orang tua saya tetap meneruskan usaha kulit lumpia yang sudah digeluti sejak saya belum lahir. Untuk membantu keluarga saya, saya berinisiatif untuk kuliah sambil berjualan. Walaupun baru berjualan kaos polos dan produk herbal dari Green World Indonesia (GWI), tapi itu cukup membantu. Setidaknya, saya bisa mandiri dengan mendapatkan uang saku dari hasil penjualan saya sehingga tidak memberatkan orang tua.

Saya bertempat tinggal di pedesaan, yang mayoritas penduduknya berkerja sebagai petani, pedagang, dan tukang ojek. Sekarang, saya sedang menempuh studi di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Di Yogyakarta, saya tinggal di kost. Saya kost di daerah Dirgantara, Babarsari. Jarak dengan kampus cukup dekat, sehingga dapat dengan mudah dijangkau. Sebagai mahasiswa, saya juga terlibat dalam himpunan mahasiswa yaitu HMPSA (Himpunan Mahasiswa Program Studi Akuntansi). Keikutsertaan saya dalam himpunan juga mempengaruhi jam belajar maupun jam aktivitas saya. Saat ada kesempatan untuk belajar bersama, saya menggunakan kesempatan itu. Namun secara keseluruhan, kegiatan himpunan seperti HMPSA ini lebih menyita waktu saya di pagi-sore hari, karena mulai dari penggalangan dana seperti danus (dana usaha), ngawul (menjual pakaian bekas), dan jeming (ngamen di gereja) dilakukan pada pagi, siang, dan sore hari. Untuk danus itupun ada jadwal jaga, sedangkan untuk rapat dilakukan beberapa bulan sekali dan di malam hari, jadi tidak terlalu mengganggu waktu belajar saya.

Di Fakultas Bisnis dan Ekonomika UAJY, saya mengambil Program Studi Akuntansi. Awalnya, saya memang bercita-cita bekerja di bank atau perusahaan. Jadi, saya mengambil jurusan Akuntansi. Ketika saya memilih Akuntansi sebagai Program Studi yang saya pilih, saya sempat merasa ragu. Namun dengan bertambahnya umur, membuat saya semakin yakin dan mantap, ingin jadi apa saya nanti, ingin bekerja sebagai apa saya nanti. Saat SMP dulu, rasa penasaran dan rasa ingin tahu saya terhadap dunia politik mulai muncul dan terus terbawa sampai sekarang. Perasaan itu yang kadang menyulitkan saya terhadap keputusan yang telah saya ambil, namun saya sadar bahwa keputusan yang saya ambil harus saya pertanggungjawabkan. Untuk itu, saya harus memberikan yang terbaik di studi saya ini, yaitu melalui kemauan saya untuk terus belajar dan belajar.

Keinginan saya untuk terjun ke dunia politik memiliki cerita tersendiri dalam hidup saya. Keinginan ini menjadi perdebatan dalam keluarga saya, karena orang tua saya tidak mengizinkan saya masuk ke dunia politik. Perdebatan ini selalu muncul ketika orang tua menanyakan, “Bagaimana sekolahmu?” (ketika masih SMP dan SMA) dan selalu sampai pada pembahasan mengenai cita-cita saya. Di situlah, perbedaan pendapat mulai muncul. Karena saya dulu belum bisa mengontrol emosi, saya selalu terbawa emosi yang kadang membuat saya marah. Tapi setelah saya duduk di SMA kelas 12, saya merasa ada yang beda dari perlakuan dan respon orang tua terhadap impian saya. Orang tua memang tidak pernah mengatakan bahwa mereka setuju jika saya masuk ke dunia politik, tapi orang tua saya mengatakan, “Kalau mau jadi pemimpin, belajar dulu memimpin dirimu sendiri”. Entah kenapa kata-kata itu semakin membuat saya yakin untuk masuk ke dunia politik. Dan ayah saya selalu mengatakan, “Pemimpin itu harus berani, berani dalam segala hal tapi tetap berjalan sesuai aturan”. Sedangkan ibu saya mengatakan, “Kalau mau jadi orang yang berguna buat orang lain, jangan rusak dirimu dengan hal-hal yang dilarang misal narkoba, mabuk, atau yang lainnya”.

Masih banyak lagi nasehat dari orang tua yang seakan-akan mereka mendukung saya untuk masuk ke dunia politik, namun tidak mereka utarakan lewat kata-kata. Setiap nasehat dari orang tua saya itulah yang mengubah diri dan pola pikir saya. Kejadian dalam setiap proses hidup saya sangat berkesan untuk saya, terutama ketika saya memberanikan diri untuk mengatakan cita-cita saya yang ingin saya wujudkan. Keberanian untuk berbicara tentang hal tersebut kadang membuat saya enggan untuk bercerita, karena selalu memunculkan perdebatan yang berujung pada emosi, padahal sebetulnya hanya beda pola pikir dan sudut pandang saja. Namun, tidak disangka ternyata hal tersebut yang mengantarkan saya menjadi pribadi yang sekarang. Saya menjadi berani untuk berbicara di depan banyak orang karena hal tersebut yang akan saya temui di pekerjaan saya nanti. Saya juga lebih bisa mengontrol emosi saya. Dengan adanya perubahan dalam hidup saya ini, saya ingin menjadi pemimpin dan berkontribusi dalam perubahan untuk yang lebih baik.

Sempat saya ingin menjadi motivator dan berbagi kisah dengan orang lain. Hanya saja, saya belum menemukan jalan untuk ke sana. Ketika saya sudah berkerja dan sukses, saya akan menceritakan proses saya dari awal hingga saya bisa mencapai cita-cita saya. Salah satunya saya akan menceritakan kepada teman, saudara, dan siapa pun itu yang akan saya temui di kemudian hari bahwa saat SD, SMP, dan kuliah, saya dibantu oleh Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan pihak-pihak yang berkontribusi di dalamnya yaitu dengan beasiswa yang saya dapatkan. Karena melalui bercerita pun dapat mengubah hidup seseorang, dan memberikan inspirasi serta motivasi untuk orang tersebut. Dan langkah demi langkah yang saya tempuh ini akan selalu meninggalkan jejak. Jejak untuk diri saya sendiri dan jejak untuk orang lain. Di mana jejak itu akan berguna untuk saya mengingat kembali proses hidup saya, dan berguna bagi orang lain untuk terus semangat dan fokus dengan impian yang ingin dicapai.

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA