KAMAJAYA Scholarship / Penerima Beasiswa  / Periode 2019/2020  / Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Okty Setianingrum

Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Okty Setianingrum

Okty Setianingrum

Tanggal Lahir:
Kota Asal:
Studi:

2 Oktober 1999

Yogyakarta

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Prodi Ilmu Komunikasi semester 5 (November 2019)

Okty Setianingrum

Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UAJY Prodi Ilmu Komunikasi

Gantung Raket untuk Meneruskan Pendidikan

Nama saya Okty Setianingrum dan saya biasa dipanggil dengan Okty. Saya lahir di Jakarta pada tanggal 2 Oktober 1999 dan menetap di Depok, Jawa Barat hingga akhir 2018. Saya lahir sebagai anak pertama dari dua bersaudara. Dulu, keluarga kami sangat berkecukupan sebelum ayah saya mengalami kebangkrutan di awal tahun 2018. Ayah saya dulu bekerja sebagai seorang kontraktor di Bandung dan ibu saya seorang Ibu Rumah Tangga. Kehidupan keluarga kami jauh dari Tuhan dan tidak harmonis. Banyak pertengkaran yang muncul di antara kedua orangtua. Namun, di awal tahun 2018 keadaan keluarga kami berubah. Ayah saya ditipu oleh rekan kerjanya sehingga membuat ayah saya memiliki hutang hingga miliaran rupiah. Ayah saya harus menjual semua rumah dan mobil kami. Hasil penjualan tersebut juga masih belum cukup untuk membayar semua hutang ayah saya.

Kehancuran keluarga saya membuat kami memutuskan untuk pindah dan mengontrak di Yogyakarta untuk menghemat pengeluaran. Saat ini, ayah saya masih belum mendapat pekerjaan tetap. Ayah masih mengalami trauma setelah ditipu habis-habisan. Untuk biaya kehidupan sehari-hari, kami dibantu oleh saudara dan terkadang harus menggadaikan barang untuk bisa makan. Bahkan, untuk jajan sehari-hari, saya harus bekerja karena ayah saya tidak bisa memberikan saya uang jajan. Namun, keluarga saya juga berusaha untuk bangkit lagi dengan mulai mendekatkan diri kepada Tuhan dan ayah saya juga berusaha mencari pekerjaan tetap.

Waktu di Depok, kami tinggal di daerah perkotaan dan bermukim di sebuah perumahan di daerah Sawangan. Saat itu, rumah kami merupakan milik kami sendiri dengan rata-rata masyarakat bekerja sebagai pengusaha dan pegawai swasta. Karakteristik masyarakatnya tertutup karena antartetangga tidak saling bergaul. Keadaan ini sangat berbeda sekarang. Di Yogyakarta, kami tinggal mengontrak di daerah pedesaan di Kalasan dengan rata-rata masyarakat bekerja sebagai petani dan karakteristik masyarakatnya yang terbuka dan mau bergaul.

Selama kuliah, saya hanya mengikuti UKM bulutangkis. Saya tidak terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan karena masih dalam proses adaptasi. Untuk mengatur jadwal, saya lebih mengutamakan kegiatan kuliah daripada bulutangkis karena saya menganggap kuliah sebagai prioritas utama saya. Namun, jika memiliki waktu luang, saya akan mengikuti UKM bulutangkis.

Saya memilih Program Studi Ilmu Komunikasi UAJY karena saya memiliki hobi menulis. Saya merasa bahwa saya bisa menghasilkan sesuatu melalui hobi saya ini. Selain itu, saya berusaha untuk memperbaiki kemampuan saya dalam berkomunikasi karena saya mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan orang lain terutama untuk berbicara di depan umum. Selama menjalani proses perkuliahan di Program Studi Ilmu Komunikasi UAJY, saya tidak pernah mengalami kesulitan yang serius karena saya sangat menikmati setiap kegiatan perkuliahan saya. Namun dalam kerja kelompok, saya sering mendapatkan anggota kelompok yang menggantungkan semua pekerjaannya kepada saya, sehingga menyebabkan saya harus bekerja dua kali lipat dari seharusnya. Untuk mengatasi masalah kerja kelompok tersebut, saya memutuskan untuk tidak ambil pusing karena saya percaya bahwa jika saya bekerja dua kali lipat, maka saya akan lebih memahami materi sepenuhnya.

Sepenggal pengalaman yang paling berkesan adalah di mana saya pada akhirnya menemukan jati diri saya. Saat masa awal duduk di bangku SMP, saya memutuskan untuk meninggalkan bangku pendidikan formal dan menjadi seorang atlet bulutangkis junior. Keputusan ini mengharuskan saya untuk tinggal di asrama karena jadwal latihan yang padat serta pertandingan di luar kota dan luar negeri setiap bulannya. Selama menjadi atlet, saya berhasil menempati peringkat ke-48 se-Indonesia. Setelah dua tahun menjadi seorang atlet, suatu hari saya iseng pergi ke sebuah toko buku dan melihat buku pelajaran yang tidak pernah saya pegang. Sejak saat itu, muncul ketertarikan yang luar biasa terhadap pelajaran sekolah. Saya merasa bimbang dan saya berada di titik terendah dalam karir saya sebagai atlet. Saya tidak lagi memiliki semangat berlatih dan terus merasa iri ketika melihat teman-teman lain bersekolah. Pelatih saya terus memotivasi saya untuk bertahan dan meyakinkan saya kalau saya bisa masuk ke Pelatnas. Hingga sampai suatu saat, yaitu ketika saya sedang bertanding di Surabaya, saya membulatkan keputusan saya. Saya memberikan usaha terbaik untuk pertandingan terakhir saya yang kala itu membuat pelatih saya merasa bangga sekali. Namun, sepulangnya dari Surabaya, saya justru memutuskan untuk berhenti dari bulutangkis dan kembali meneruskan pendidikan formal saya. Keputusan inilah yang memotivasi saya untuk selalu berjuang dan mendapatkan hasil yang terbaik dalam pendidikan formal agar saya tidak menyesali keputusan besar ini.

Kelebihan saya selain bermain bulutangkis adalah kemampuan menulis. Melalui kemampuan menulis dan peran saya sebagai seorang mahasiswi Ilmu Komunikasi, saya harap dapat membantu mempromosikan KAMAJAYA Scholarship. Kelebihan ini juga mendorong saya untuk bercita-cita menjadi seorang jurnalis, penulis dan dosen, khususnya di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Saya berharap dapat mengenyam pendidikan setinggi-tingginya hingga tingkat doktoral (S3). Kontribusi saya kepada KAMAJAYA Scholarship sesuai dengan kemampuan saya saat ini adalah membantu administrasi di kantor KAMAJAYA sesuai jadwal piket student staff dan mempromosikan KAMAJAYA Scholarship melalui media sosial. Di masa yang akan datang, saya akan membantu adik-adik mahasiswa UAJY yang mengalami kesulitan yang sama seperti saya.

Pertandingan Fistcup 2019 FISIP UAJY.
Juara 1 pertandingan Fistcup 2019 FISIP UAJY.
Kegiatan Bakti Sosial di SLB Helen Keller.
Perpustakaan.
Membaca buku di Perpustakaan.

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA