KAMAJAYA Scholarship / Penerima Beasiswa  / Periode 2019/2020  / Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Felicia Oktavia

Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Felicia Oktavia

Felicia Oktavia

Tanggal Lahir:
Kota Asal:
Studi:

24 Oktober 1999

Jambi

Fakultas Teknologi Industri Prodi Teknik Industri semester 5 (November 2019)

Felicia Oktavia

Mahasiswi Fakultas Teknologi Industri UAJY Prodi Teknik Industri

Gagal itu ketika Berhenti Berusaha

Perkenalkan nama saya Felicia Oktavia, lahir di Kota Jambi pada tanggal 24 Oktober 1999. Teman-teman biasa memanggil saya dengan panggilan “Feli”, tetapi di rumah saya dipanggil “Cia” sesuai dengan nama Mandarin saya yaitu Weng Ai Jia (翁爱佳). Saya dibesarkan dalam keluarga yang sederhana. Keluarga kecil kami terdiri dari lima orang yaitu saya, kedua kakak perempuan saya, Papa, dan Mama. Saya merupakan bungsu dari tiga bersaudara. Moto hidup saya adalah “lebih baik gagal mencoba daripada tidak mencoba”. Saya yakin selama saya berani mencoba, terus berusaha, dan melakukan yang terbaik, saya pasti dapat mencapainya. Berhasil tidaknya itu tidak penting, yang penting saya sudah berani memproses diri.

Mengenai riwayat pendidikan, saya TK di sebuah lembaga bernama GOLDEN KIDS. Selanjutnya, saya bersekolah di SD XAVERIUS 1 Jambi, SMP XAVERIUS 1 Jambi, dan SMA XAVERIUS 1 Jambi. Walaupun sejak SD hingga SMA saya bersekolah di sekolah swasta, bukan berarti perekonomian keluarga saya berada di atas rata-rata. Tak jarang, demi pendidikan kami, mama saya seringkali mendatangi ruang Tata Usaha untuk meminta keringanan biaya SPP.

Dari SD sampai SMA, saya aktif dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan kelompok belajar. Walau saya tidak banyak menyumbangkan prestasi, tetapi yang terpenting adalah saya mau mencoba dan berusaha. Selama kuliah, saya berpartisipasi sebagai panitia dalam acara tahunan FTI UAJY SPARKFEST8 di bidang publikasi tahun lalu. Selain itu, saya juga menjadi ketua dalam Kelompok Studi Robotika (KSR) periode 2018/2019. Saya juga tergabung dalam komunitas Buddhis Universitas Atma Jaya Yogyakarta (KAMADHIS) dan panitia acara HUT KDJU ke-18. Dengan keterlibatan saya dalam komunitas dan kepanitiaan, saya belajar manajemen waktu untuk kuliah dan kegiatan di luar perkuliahan, berkomunikasi yang baik dan bekerja sama dengan pribadi yang berbeda-beda dan unik. Saya harap, soft skill yang saya dapatkan selama di perkuliahan dapat membantu pekerjaan saya di masa mendatang.

Ada satu cerita sebelum saya masuk ke Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Awalnya, saya berencana untuk bekerja sambil kuliah di kota saya setelah lulus SMA dikarenakan perekonomian keluarga yang tidak memungkinkan. Ketika teman-teman yang lain sibuk mendaftar di perguruan tinggi negeri atau pun swasta di kota lain, saya hanya bisa terdiam. Namun, saya tetap berharap bisa kuliah di perguruan tinggi yang saya inginkan dengan jurusan yang saya mau. Kala itu, tim promosi dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta datang ke sekolah saya dan mengadakan tes masuk. Universitas Atma Jaya Yogyakarta memiliki jurusan yang saya inginkan yaitu Teknik Industri. Saya pun menceritakan keinginan saya ke Papa dan Mama. Mereka mendukung saya sepenuhnya, mereka meminta saya tidak perlu berpikir soal dana karena itu tanggung jawab mereka. Bermodalkan nekat, saya mengikuti tes tersebut dan dinyatakan lolos. Namun, kekhawatiran saya tidak berhenti sampai di situ. Orang tua saya kebingungan bagaimana membayar biaya masuk kuliah saya tersebut. Saya sempat putus asa dan berpikir untuk melupakan keinginan saya kuliah di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Benar adanya bahwa selalu ada jalan bila kita tetap berharap dan berusaha. Syukurlah, ada kerabat yang berbaik hati meminjamkan uang untuk kami tanpa ada batasan waktu yang ditentukan. Saya percaya banyak orang baik di sekitar saya. Seperti pembayaran SPP kuliah tetap dan variabel, saya diberi tahu oleh teman saya bahwa untuk pembayaran tersebut dapat dicicil. Berkat dia, selama ini saya bisa mencicil pembayaran SPP.

Jurusan yang ingin saya ambil sedari awal adalah Teknik Industri. Tidak banyak orang yang tahu apa itu jurusan Teknik Industri sebenarnya. Saya tipikal orang lebih suka bila berkutat dengan angka dan berhitung. Jurusan Teknik Industri pun begitu, dibutuhkan kemampuan berhitung dan menganalisa yang tinggi. Prospek kerja lulusan Teknik Industri juga luas. Fokus utama pembelajaran dalam jurusan ini yaitu menimimasi biaya sedikit mungkin, waktu sesingkat mungkin, namun mendapat keuntungan sebesar mungkin dalam menjalankan proses produksi hingga distribusi ke konsumen dalam industri. Hal tersebut yang membuat saya semakin tertarik untuk mendalami jurusan ini. Mengingat saat ini industri berkembang sangat pesat dan menjadi peranan penting dalam perekonomian, maka akan sangat banyak dibutuhkan sarjana-sarjana yang ahli di bidang industri.

Sejak awal masuk perkuliahan, saya sudah menargetkan untuk mencari beasiswa agar dapat meringankan beban orang tua. Maka dari itu, saya belajar sungguh-sungguh agar pantas mendapatkan beasiswa. Meski terkadang ketika hal-hal tidak berjalan sesuai keinginan, tiba-tiba muncul rasa putus asa. Tetapi, saya selalu menjadikan kedua orang tua saya sebagai motivasi terbesar saya. Mereka mengalami hal yang lebih sulit dari saya, tidak pernah mengeluh dan tetap berusaha menyekolahkan anak-anaknya. Sedangkan saya yang hanya perlu belajar gigih seringkali mengeluh. Ditambah lagi kesehatan mama saya yang kurang baik. Sejak perekonomian keluarga kami tidak stabil, penyakit hipertiroid beliau sering menyerang karena stress dan beberapa kali mengalami vertigo hingga harus dirawat di rumah sakit. Saya tidak ingin menambah beban beliau.

Perasaan saya lega begitu mendengar bahwa saya lolos sebagai penerima Beasiswa KAMAJAYA. Saya pernah mendaftar Beasiswa KAMAJAYA pada periode sebelumnya. Sayangnya, saya tidak lolos tahap wawancara. Tentu saya merasa kecewa terhadap diri saya. Saya mencoba berpikiran positif, bukan karena saya tidak pantas dan tidak mampu mendapatkannya, tetapi karena memang belum waktunya bagi saya. Saya percaya semua ada jalannya, kita hanya perlu tetap berharap dan berusaha. Kemudian, KAMAJAYA Scholarship membuka pendaftaran lagi di tahun ini. Awalnya saya ragu untuk mendaftar, takut akan kecewa yang lebih dalam bila kali ini saya tidak diterima lagi. Namun, saya tetap mendaftar mengingat tujuan saya sedari awal untuk membantu kedua orang tua saya. Berharap dengan persiapan yang lebih matang dalam pengumpulan berkas dan wawancara kali ini, saya dapat diterima.

Sebagai penerima beasiswa ini, menjadi sebuah keharusan bagi kami untuk bersama-sama mengembangkan KAMAJAYA Scholarship. Walau tak banyak yang bisa saya lakukan untuk KAMAJAYA Scholarship, namun saya yakin dengan kegigihan dan kemauan untuk belajar, saya bisa memberikan kontribusi yang berarti bagi KAMAJAYA Scholarship. Saya belum bisa menyumbangkan dalam bentuk uang, hanya tenaga dan pikiranlah yang bisa saya berikan. Menggunakan kemampuan saya semaksimal mungkin karena ini bukan hanya tentang KAMAJAYA Scholarship atau diri saya, tetapi juga tentang teman-teman yang membutuhkan bantuan seperti saya. Tak banyak yang dapat saya ceritakan mengenai diri saya, namun sekiranya tulisan ini bisa mewakili saya. Semoga saya bisa berhasil dan membanggakan keluarga saya, menjadi pribadi yang lebih baik lagi, dan berguna bagi sesama.

Belajar di Perpustakaan UAJY.
Promosi KSR di Kampus 3 UAJY.
Kuliah lapangan di Nuanza Porcelain Boyolali.

1 Comment

  • Chandera

    Reply 18 November 2019 12:35

    Teruslah berjuang dan belajar dengan baik mbak Felicia. Kiranya semua dapat mencapai apa yg dicita citakan.

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA