KAMAJAYA Scholarship / Penerima Beasiswa  / Periode 2019/2020  / Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Rusiana

Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Rusiana

Rosiana

Tanggal Lahir:
Kota Asal:
Studi:

21 Oktober 1998

Ketapang

Fakultas Teknologi Industri Prodi Teknik Industri semester 3 (November 2019)

Rosiana

Mahasiswi Fakultas Teknologi Industri UAJY Prodi Teknik Industri

Perjalanan Hidup

Mewujudkan mimpi memang tidak mudah. Namun, hidup tidak selamanya baik-baik saja. Akan ada hal yang membuat jatuh dan kita harus berusaha untuk bangkit kembali. Kesempatan tidak akan datang dengan sendirinya. Kita sendiri yang harus berusaha terlebih dahulu dan kemudian hasil yang menentukan usaha dari kita sendiri. Untuk sebab itu, saya mengejar apa yang saya impikan dengan berpedoman pada semboyan hidup saya yaitu “penderitaan adalah kata lain dari mimpi”. Saya harus terus berusaha agar bisa mewujudkan impian saya. Impian saya sederhana saja, yakni saya ingin bekerja di perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi sesuai dengan program studi yang saya pilih.

Nama lengkap saya Rusiana. Biasa dipanggil Rusi. Saya lahir di Kota Ketapang, Kalimantan Barat, pada tanggal 21 Oktober 1998. Hobi saya adalah menonton film. Makanan favorit saya adalah ayam goreng dan minuman favorit saya adalah jus buah. Saya hanya memiliki seorang ibu karena ayah saya sudah meninggal sewaktu saya berusia tiga tahun. Saya adalah tipe pendengar dibandingkan berbicara, sebab saya mudah termotivasi untuk melakukan hal yang diperintahkan dengan hasil yang positif. Kesulitan ekonomi menjadi masalah yang besar bagi keluarga saya. Namun, saya percaya bahwa “Tuhan akan membantu umat-Nya yang kesulitan dan kesusahan untuk bisa bangkit kembali dan akan bersama dengan umat-Nya sampai akhir”. Saya tertarik dalam proses produksi yang melibatkan sistem pemrosesan yang berada di pabrik. Ketertarikan tersebut membuat saya ingin terus mempelajari sistem tersebut sehingga saya mengambil Program Studi Teknik Industri. Di UAJY, selain hardskill, saya juga mengembangkan dan mengasah softskill yang akan berguna untuk saya kedepannya melalui kegiatan-kegiatan kemahasiswaan.

Ibu saya bernama Lim Hui Kheng dan ayah saya bernama Joko Setiadi (alm). Usia ibu saya sekarang 61 tahun dan usia ayah saya jika masih ada sekarang adalah 74 tahun. Ayah saya meninggal saat saya berusia 3 tahun karena penyakit jantung. Sejak ayah saya meninggal, ibu saya mengurus saya dari kecil hingga saat ini. Di rumah, hanya ada Ibu dan saya, tidak mempunyai kakak atau pun adik, kakek dan nenek dari ibu dan ayah juga sudah meninggal sejak saya kecil. Ibu saya bekerja sebagai pedagang asongan yang menjual pakaian, roti atau pun pakaian dengan penghasilan tidak besar. Namun, saya bangga dengan ibu saya yang telah mengurus saya seorang diri dengan kekuatan yang dimiliki setelah ditinggal oleh Ayah. Perkembangan ekonomi keluarga saya meningkat saat menjelang Imlek. Di saat menjelang Imlek, ibu saya mengantarkan pesanan untuk kue keranjang dan memiliki keuntungan yang cukup. Meskipun pendapatan yang diterima oleh ibu saya setiap bulan tidak menentu, tetapi bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Salah satu pengalaman yang cukup berkesan adalah saat saya kelas III SMA. Saya bersama teman-teman di kelas Fisika mengikuti lomba antarkabupaten di Kota Ketapang. Lomba Fisika ini diselenggarakan oleh Universitas Tanjungpura, Pontianak. Saya berhasil masuk dalam 5 besar dan maju ke babak semifinal di Kotamadya Pontianak. Waktu itu, peserta lomba dari sekolah saya yang lolos ke babak semifinal cukup banyak. Sayangnya, pihak sekolah tidak punya cukup dana untuk mengirim kami ke Kotamadya Pontianak, sehingga akhirnya kami tidak bisa mengikuti babak semifinalnya. Namun, saya tidak menyangka sebelumnya bahwa saya bisa berhasil lolos ke babak semifinal dalam lomba tersebut. Ini merupakan pengalaman yang sangat menarik dan mendebarkan bagi saya. Saya tidak akan pernah melupakan kenangan ini dan juga dukungan teman-teman dan guru pendamping kami dalam lomba ini.

Saya memiliki keinginan yang kuat untuk bisa melanjutkan sekolah, sehingga saya sekolah sambil bekerja. Pertama kali saya bekerja adalah saat libur kelulusan SMP. Libur yang lama saya habiskan untuk bekerja di toko pakaian. Pekerjaan saya adalah melayani pelanggan yang masuk dalam toko yang hendak membeli atau sekadar melihat pakaian terbaru. Kesulitan yang dialami adalah ketika menjelang Lebaran, jumlah pengunjung yang datang sangat ramai bahkan berdesak-desakan di toko. Sehingga sebagai pelayan toko, saya harus berdiri seharian dengan tambahan waktu bekerja. Setelah masuk SMA, saya memutuskan untuk berhenti dulu dan fokus untuk belajar. Sejak pertama kali mendapat penghasilan dari bekerja, membuat saya ingin menabung lebih keras lagi untuk biaya melanjutkan sekolah. Saya lanjut bekerja lagi waktu SMA kelas 2 sampai akhir kelas 3. Di akhir kelas 3 SMA, saya kembali memutuskan untuk berhenti sebentar karena ingin fokus belajar untuk Ujian Nasional. Setelah lulus SMA, saya bekerja lagi di toko pakaian tersebut selama sekitar setahun. Dan di tahun berikutnya, saya baru mendaftar kuliah dan ikut tes masuk UAJY. Saya lolos tes dan diterima di UAJY. Namun sayang, uang masuk UAJY sangat mahal dan tidak ada potongan untuk biaya masuk, sehingga saya harus menggunakan semua tabungan saya.

Lingkungan kost tempat saya tinggal di Yogyakarta adalah di sekitar Kampus 3 UAJY Babarsari. Lingkungan di sekitar tempat kost saya terbilang aman karena ada satpam yang menjaga jalan masuk (ada portalnya) dan selalu berpatroli di lingkungan sekitar kost. Sekitar Kampus UAJY juga cukup ramai meskipun agak jauh dari pusat kota. Namun, semua kebutuhan sehari-hari dan keperluan kuliah dapat dibeli di toko-toko dan supermarket yang letaknya tidak jauh dari kampus. Masyarakat sekitar umumnya bekerja di perkantoran atau membuka usaha kost.

Dulu waktu SMP dan SMA, saya tidak pernah mengikuti kegiatan/organisasi. Waktu luang saya habiskan untuk belajar dan bekerja. Sejak kuliah, saya berkeinginan untuk mengikuti kegiatan kemahasiswaan. Awalnya muncul keraguan untuk mengikuti kegiatan kemahasiswaan tersebut, karena harus mengorbankan banyak waktu luang. Untuk makan saja, saya serba kekurangan apalagi memikirkan Ibu yang berjuang untuk bisa menafkahi ekonomi keluarga. Akhirnya, saya memilih untuk terlibat dalam kelompok studi. Saya mengikuti 2 kelompok studi, yaitu Kelompok Studi Robotika (KSR) dan Kelompok Studi Ergonomi (KSE). Pertimbangan saya untuk mengikuti kelompok studi adalah karena jadwal, tempat kegiatan, dan sifat kegiatan. Jadwal kegiatan kelompok studi adalah Sesi V sehingga tidak ada masalah dalam mengatur waktu kuliah saya, karena kuliah saya umumnya hanya sampai pada Sesi IV. Tempat kegiatan juga di laboratorium, tidak perlu ke tempat yang jauh. Sifat kegiatannya juga sangat mendukung kuliah saya.

Saya kuliah di Program Studi Teknik Industri UAJY dikarenakan sesuai dengan cita-cita saya yang ingin bekerja di pabrik industri. Kesulitan yang saya alami selama kuliah adalah dikarenakan pelajaran di Program Studi Teknik Industri UAJY harus mengikuti perkembangan zaman sehingga diperlukan alat bantu/pendukung dalam belajar yang semakin canggih. Ini membawa konsekuensi adanya biaya-biaya bahan kuliah/praktikum yang cukup tinggi. Selain biaya bahan kuliah/praktikum yang saya hadapi, saya juga mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas kuliah yang diberikan, terutama tugas kelompok. Masalahnya adalah dalam suatu tugas kelompok tidak semua anggota kelompok bekerja secara baik, sehingga beban kerja anggota kelompok tidak merata. Ada anggota kelompok yang hanya bergantung pada orang lain. Hal ini membuat saya memiliki beban tugas yang lebih sulit dan lebih banyak. Kesulitan lain yang saya hadapi adalah masalah bahasa. Bahasa Inggris menjadi salah satu kelemahan yang saya miliki. Saya berusaha mengatasi kesulitan-kesulitan yang saya hadapi dengan mengatur waktu belajar. Mata kuliah yang sulit saya alokasi waktu belajar yang lebih banyak dibandingkan mata kuliah yang lain.

Saya berjuang untuk mewujudkan mimpi saya tidak hanya demi kebahagiaan saya sendiri, namun yang paling penting bagi saya adalah kebahagiaan ibu saya. Saya percaya bahwa penderitaan atau rasa sakit adalah lawan kata dari mimpi. Meskipun sekarang saya dan Ibu harus merasakan rasa sakit, namun saya percaya rasa sakit ini akan membuahkan hasil yang maksimal dan keindahan di akhir.

Saya pernah menulis di blog, meskipun tulisan-tulisan saya masih perlu banyak perbaikan. Saya juga bisa membantu dalam mengenalkan KAMAJAYA Scholarship melalui Instagram. Saya cukup aktif dalam pemakaian Instagram. Saya berencana menjalankan semua kegiatan dan aktifitas yang mendukung kemajuan KAMAJAYA Scholarship supaya menjadi lebih baik lagi. Sesuai dengan impian saya, saya akan bekerja keras menggapai cita-cita saya.

Foto sedang belajar di Perpustakaan dengan lokasi Kampus 4 Perpustakaan Atma Jaya.
Foto sedang belajar di Ruangan Rapat Perpustakaan Atma Jaya.
Foto yang diambil saat mengikuti Jogja Istimewa berlokasi di Makam Raja-Raja Mataram Kotagede, Bantul.

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA