KAMAJAYA Scholarship / Penerima Beasiswa  / Periode 2019/2020  / Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Anastasia Dayinta Adella

Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Anastasia Dayinta Adella

Anastasia Dayinta Adella

Tanggal Lahir:
Kota Asal:
Studi:

20 September 1999

Yogyakarta

Fakultas Teknik Prodi Teknik Sipil semester 5 (Desember 2019)

Anastasia Dayinta Adella

Mahasiswi Fakultas Teknik UAJY Prodi Teknik Sipil

Benih Kebaikan

Perkenalkan, nama saya Anastasia Dayinta Adella, biasa dipanggil Tata. Saya lahir pada tanggal 20 September 1999 di Temanggung, dan merupakan anak kedua dari tiga bersaudara yang semuanya perempuan. Saat ini, saya adalah mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik UAJY Semester 5. Saya memiliki kakak yang selisih 8 tahun di atas saya, sedangkan adik saya selisih 2 tahun di bawah saya. Sekarang, adik saya sedang menempuh pendidikannya di kelas XII SMA dan sebentar lagi akan masuk ke perguruan tinggi.

Sejak kecil, saya hidup dalam keluarga yang keras. Orang tua saya pada waktu itu masih menggunakan kekerasan fisik. Hal ini mungkin terjadi karena masih adanya pengaruh pendidikan zaman dulu yang masih melegalkan kekerasan fisik dalam mendidik anak-anaknya. Dengan pola seperti itu, pada akhirnya membentuk saya menjadi pribadi yang keras, emosional, dan sanggup menghadapi setiap tantangan.

Dari TK hingga SD kelas 3, saya tinggal menumpang di rumah Nenek bersama keluarga saya. Ketika SD kelas 3, bapak saya mendapat pekerjaan di Lampung sebagai buruh. Namun karena merasa tidak cocok, bapak saya keluar dari pekerjaan tersebut. Akhirnya, bapak saya mendapat tawaran untuk bekerja di tempat saudara di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Hal ini membuat kami sekeluarga harus ikut pindah ke kota tersebut, kecuali kakak saya karena sedang menempuh pendidikan di kelas XII SMA. Berat rasanya untuk pindah ke Tanjung Pinang pada waktu itu, karena terlalu banyak yang harus ditinggalkan.

Awal tinggal di sana, saya kesulitan untuk menyesuaikan diri, karena kebiasaan dan cara bicara yang sangat jauh berbeda. Setelah beberapa bulan hidup di sana, saya mulai bisa menyesuaikan diri dengan kehidupan di sana.  Sepulangnya dari Tanjung Pinang, saya melanjutkan pendidikan menengah pertama di SMP Kanisius Temanggung. Selama di SMP, saya berusaha untuk aktif dalam berbagai kegiatan. Semasa SMP, kehidupan keluarga saya mulai membaik. Bapak diterima di salah satu perusahaan kayu sebagai HRD dan Ibu juga mendapat pekerjaan di perusahaan rokok. Setelah lulus SMP, saya melanjutkan pendidikan di SMA Sedes Sapientiae Bedono dan memilih untuk tinggal di asrama untuk semakin melatih kemandirian saya. Selama di SMA, saya juga tetap aktif mengikuti berbagai kegiatan seperti OSIS, Teater, PMR.

Pada saat tahun ketiga SMA, keluarga saya kembali mengalami kendala ekonomi karena Bapak dirumahkan dan ibu saya di PHK. Terlebih lagi, Kakak pada waktu itu masih menjadi pengangguran dan sudah memiliki anak. Kejadian yang berturut-turut ini sempat menggoncang saya. Pikiran yang muncul dalam benak saya saat itu hanyalah bagaimana saya melanjutkan pendidikan saya. Sempat terpikirkan untuk bekerja terlebih dahulu dan saya mencoba utarakan kepada kedua orang tua saya, namun ternyata ditentang. Kedua orang tua saya bersikeras agar saya tetap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi bagaimanapun caranya. Saya pun mencoba beberapa beasiswa dengan harapan bisa meringankan beban orang tua, karena masih ada pula adik saya yang harus dibiayai dan kebetulan bersekolah di SMA yang sama dengan saya. Saya mendapatkan beasiswa penuh di salah satu perguruan tinggi di Tangerang, namun tidak jadi saya ambil karena biaya hidup yang terlalu tinggi. Akhirnya melalui keputusan keluarga, dengan pertimbangan bahwa biaya kuliah saya akan dibantu oleh keluarga besar saya termasuk dengan biaya hidup, saya pun menjatuhkan pilihan saya di Program Studi Teknik Sipil Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Saya memilih Program Studi Teknik Sipil karena saya ingin menjadi seorang kontraktor.

Setelah lulus SMA dan masuk perguruan tinggi, keluarga saya masih banyak dilanda masalah. Tak hanya dari ekonomi, namun bertambah dengan keharmonisan keluarga saya. Kedua orang tua saya memang tidak berpisah namun memilih untuk tinggal sendiri-sendiri. Jelas hal ini membuat saya sempat down. Saya selalu berusaha untuk tegar karena masih banyak orang yang berharapan besar kepada saya. Memang berat rasanya menanggung beban ini, tapi saya selalu bersyukur karena banyak orang hadir dalam hidup saya untuk membantu meringankannya.

Semester 1 dan 2 saya berusaha untuk memberikan yang terbaik dalam menjalani studi saya agar tidak mengecewakan banyak orang. Saya juga mulai mecari kegiatan yang dapat menghasilkan uang. Dengan cara menjadi student staff di Kantor Admisi dan Akademik UAJY dan berjualan online. Hasilnya memang tidak seberapa, namun cukup untuk menghidupi saya ketika orang tua terlambat mengirimkan uang saku. Walaupun begitu, saya tetap tidak melupakan kewajiban saya sebagai mahasiswa yaitu belajar. Saya juga tetap berusaha aktif di berbagai organisasi yaitu Patemon Paroki St. Antonius Kota Baru, SIGMA Pers Teknik Sipil UAJY, dan beberapa kepanitiaan. Untuk menambah wawasan dan pengalaman, saya juga sering mengikuti kegiatan seminar dan pelatihan. Karena saya berprinsip kendala ekonomi tidak akan menghalangi saya untuk terus maju.

Ketika dinyatakan diterima sebagai salah satu penerima Beasiswa KAMAJAYA, saya sangat merasa bahagia dan bersyukur. Dengan beasiswa ini, saya bisa membantu meringankan beban kedua orang tua dan mereka bisa lebih fokus untuk membiayai adik saya. Beasiswa KAMAJAYA ini menjadi jawaban atas setiap doa dan juga menjadi penyemangat baru untuk bisa menyelesaikan studi saya di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Tentu saja, saya akan berusaha juga memberikan kemampuan saya yaitu menulis artikel untuk mengabarkan ke banyak orang tentang KAMAJAYA Scholarship sehingga akan semakin banyak orang yang menebarkan benih kebaikan untuk membantu sesama.

Sedang mengerjakan tugas matlab dalam mata kuliah analisis struktur 3.
Sedang melakukan mal ke dalam gambar kontur sebagai keterangan gambar.
Sedang menggambar kontur di dalam kalkir.
Bersiap untuk mengerjakan tugas.

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA