KAMAJAYA Scholarship / Penerima Beasiswa  / Periode 2019/2020  / Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Monica Wulan Sari Simbolon

Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Monica Wulan Sari Simbolon

Monica Wulan Sari Simbolon

Tanggal Lahir:
Kota Asal:
Studi:

3 Juli 1999

Pangkalan Kerinci

Fakultas Teknobiologi Prodi Biologi semester 6 (Januari 2020)

Monica Wulan Sari Simbolon

Mahasiswi Fakultas Teknobiologi UAJY Prodi Biologi

LIKA-LIKU KEHIDUPAN

Nama saya Monica Wulan Sari Simbolon, biasanya dipanggil Monica. Saya lahir di Kota Pangkalan Kerinci, Provinsi Riau, pada tanggal 3 Juli 1999. Saya anak keempat dari empat bersaudara. Saya memiliki satu kakak perempuan dan dua kakak laki-laki. Kakak perempuan adalah anak pertama dan sekarang statusnya sudah bercerai dan memiliki satu anak yang sekarang tinggal bersama ibu di rumah, kakak laki-laki yang kedua belum bekerja dan hanya membantu ibu di rumah, dan kakak laki-laki yang ketiga sekarang sedang menempuh pendidikan di Universitas Islam Riau di Pekanbaru dan tinggal di rumah saudara.

Saya adalah anak dari Bapak Kennedy Tahi Bonar Simbolon dan Ibu Tiodor Uli Naibaho. Ayah memiliki sifat yang disiplin, keras, dan sangat-sangat emosional dibandingkan Ibu yang memiliki hati yang lembut, baik, dan tidak pernah marah kepada kami. Dari dulu, Ibu berjuang sendirian dengan membuka usaha di rumah yang dulu masih mengontrak, seperti menjual sayur-sayuran dan lain-lain, sedangkan Ayah bekerja sebagai tukang becak. Becak ini adalah pemberian dari saudara. Bukannya dipergunakan dengan baik untuk mencari penumpang, melainkan malah main judi dan mabuk-mabukan. Padahal, ekonomi keluarga saat itu sangat kekurangan, tetapi Ayah tidak mau membantu perekonomian kami dan menghambur-hamburkan uangnya begitu saja.

Kedatangan saya dulu di dunia ini sempat menjadi perbincangan hebat oleh kedua orang tua saya, di mana saya akan digugurkan atau dilahirkan secara normal. Karena apa? Karena keadaan ekonomi keluarga saya yang sangat-sangat kekurangan. Ibu menolak untuk melahirkan saya, tetapi Ayah tetap berjuang untuk meyakinkan Ibu dan akhirnya saya lahir dengan normal. Saat di mana kekurangan uang untuk makan, kami makan dengan lauk ikan dencis yaitu ikan paling murah di pasar. Ibu selalu belanja di pasar saat sore hari karena saat itu bahan makanan dijual dengan harga yang murah. Kami sering makan dengan sayur kangkung, bukan dibeli tetapi dipetik dari tempat yang kurang layak yaitu di rawa atau parit-parit di depan rumah. Semua bahan makanan itu dimasak menggunakan minyak dari lemak sapi. Lemak sapi didapat oleh Ibu dari pasar, karena lemak sapi ini tidak dijual dan dapat diminta karena tidak ada peminatnya. Ibu selalu berusaha supaya kami bisa makan ikan, bahkan kami sendiri pun tidak tahu apakah beliau sudah makan atau belum.

Pada tahun 2005, Ayah mencari kerja dan diterima sebagai sekuriti di PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Pangkalan Kerinci. Gaji yang didapatkan Ayah sangat lumayan saat itu dan dapat membantu perekonomian. Setiap gajian, Ayah selalu memberikan gajinya ke Ibu dan begitu seterusnya. Permasalahan lama terjadi lagi, saat itu di tengah-tengah keluarga kami, Ayah kembali mengulangi perbuatannya yaitu main judi di tempat kerjanya dan gajinya sering dihabiskan untuk judi. Akhirnya, Ayah dipecat karena ketahuan bermain judi di tempat kerja. Mendengar kejadian itu, Ibu pun menangis. Akhirnya, Ayah saya kembali bekerja sebagai tukang becak. Di tahun 2014, Ayah tidak mengulangi kebiasaan buruknya dan Ayah hanya membantu Ibu berjualan di rumah.

Setelah lulus SMA, saya melanjutkan pendidikan di salah satu Perguruan Tinggi Swasta di Kota Yogyakarta, yaitu Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Saya memilih Program Studi Biologi Fakultas Teknobiologi dan memilih konsentrasi Teknobiologi Industri. Saya sangat terharu dan bahagia di mana saya dapat melanjutkan kuliah di tanah yang belum pernah saya kunjungi dan tidak ada keluarga yang saya miliki di kota ini. Seiring berjalannya waktu, saya mengenal banyak teman yang mau saling membantu satu sama lain.

Tanggal 15 April 2018, saat saya sedang mengikuti perlombaan yang diadakan di Kampus 3 UAJY, di pertengahan acara, saya mendapatkan telepon dari kakak saya. Dengan nada yang berat kakak saya bilang bahwa Ayah telah meninggal dengan diagnosa liver dan kanker hati stadium akhir. Spontan, saya langsung teriak dan menangis. Kakak saya pun menenangkan dan menyemangati saya saat itu. Namun, saya langsung mematikan teleponnya dan langsung menangis di pelukan sahabat saya. Akhirnya, saya diantar ke kost dan sahabat-sahabat saya pun menginap di kost untuk menemani dan menenangkan saya yang masih larut dalam kesedihan. Setelah itu, HP saya berdering dan ternyata kakak saya menelepon dan memberitahu bahwa saya sudah dibelikan tiket pesawat untuk besok pulang ke Pekanbaru.

Semenjak ayah saya meninggal, keluarga kami hanya bergantung pada usaha dagang harian di rumah. Penghasilan dari situ hanya cukup untuk sehari-hari. Akhirnya, Ibu bekerja menyalurkan kebutuhan rumah makan pecel lele seperti sayur-sayuran yang didapat Ibu dengan belanja di pasar. Saya pun mendengarkan hal ini langsung sedih. Ibu mati-matian bekerja demi kami semua, tetapi saat hasil ujian semester 3 saya keluar, saya hanya mendapatkan IP 2,76 dan IPK 2,94. Saya telah mengecewakan orangtua saya. Nilai saya menurun karena kepergian Ayah. Saat itu, saya tidak konsen dalam belajar karena saya selalu menangis setiap malam dan saya selalu berdoa kepada Tuhan karena hanya dalam ini-lah saya bisa tenang.

Saya berjanji pada semester berikutnya saya akan berusaha lebih keras lagi untuk membuktikan bahwa saya tidak akan lagi mengecewakan ayah dan ibu saya. Untuk membantu perekonomian, saya mendaftar Beasiswa KAMAJAYA agar saya dapat meringankan beban Ibu. Saya memberi tahu kepada Ibu bahwa saya akan mendaftar Beasiswa KAMAJAYA dan Ibu sangat mendukung. Saya bertekad kuliah dengan sungguh-sungguh di jurusan yang saya pilih dan tidak mengecewakan orang tua saya yang sudah berjuang dan bekerja keras untuk memperjuangkan saya hingga saat ini. Saya sangat bahagia dan bersyukur kepada Tuhan yang telah memberi kesempatan kepada saya untuk menerima Beasiswa KAMAJAYA. Kiranya beasiswa ini dapat saya pergunakan dengan baik untuk menyelesaikan kuliah di UAJY dan kelak mendapatkan pekerjaan yang baik.

Belajar dan mempersiapkan materi untuk ujian Praktikum.
Berkunjung ke perpustakaan untuk mencari jurnal dan buku tambahan.
Memasukkan larutan ke dalam Shaking Incubator.

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA