KAMAJAYA Scholarship / Lentera Atma  / Lentera Atma: Sebuah Pengorbanan

Lentera Atma: Sebuah Pengorbanan

Pengorbanan suatu kata yang sangat sulit dilakukan. Siapa yang pernah mengalaminya? Pengorbanan adalah suatu proses, cara dan perbuatan mengorbankan. Salah satu maksud dari pengorbanan adalah perbuatan mengorbankan. Mengorbankan apa saja? Mungkin waktu, harta, tenaga, bahkan perasaan. Pengorbanan yang dilakukan biasanya untuk diri sendiri bahkan bisa juga untuk orang lain. Mungkin bisa diilustrasikan kita berada di antara dua jalan, maka kita harus memilih salah satu di antara kedua jalan itu. Kita harus mengorbankan salah satunya. Atau juga kita dihadapkan pada hal yang paling kita cintai dan harus kita lepaskan, artinya kita harus berkorban. Biasanya setiap orang berkorban untuk hal yang penting. Contoh singkatnya adalah seorang ibu yang rela merasakan kesakitan demi melahirkan seorang bayi yaitu anaknya dan rela berkorban untuk membuat anaknya menjadi orang yang sukses nantinya.

Seringkali sebuah pengorbanan tidak akan lepas dari kasih. Jika pengorbanan tanpa dilandasi kasih maka itu merupakan sebuah keterpaksaan. Berkorban merupakan sebuah keputusan dan komitmen dalam diri untuk berbagi kehidupan dengan orang lain. Berkorban bukanlah sikap pasif, tetapi sebuah sikap aktif yang dilandaskan pada kasih. Minggu lalu, saudara-saudara kita Kristen dan Katolik merayakan Paskah. Paskah merupakan sebuah peringatan tentang peristiwa yang menjelaskan sebuah arti pengorbanan. Pengorbanan yang dimaksud berasal dari Yesus. Pengorbanan yang diberikan Yesus bukanlah suatu pengorbanan yang terpaksa, melainkan pengorbanan yang dilakukan dengan kasih. Pengorbanan yang dilakukan adalah mati di kayu salib untuk menebus setiap dosa kita. Yesus rela disiksa, dihina, bahkan rela mati untuk menebus segala dosa kita. Itulah bukti nyata dari suatu pengorbanan yang dilandasi sebuah kasih.

Setiap kita yang pernah merasakan atau mengalami suatu pengorbanan dari orang lain, maka kita harus senantiasa menghargai pengorbanan itu, terus mengingat pengorbanan itu, dan berusaha menjaga dengan baik terhadap hal-hal yang sudah dikorbankan orang lain bagi kita. Mari kita ingat, apabila kita hendak berkorban, lakukanlah itu dengan kasih bukan dengan keterpaksaan. Begitu juga berkorban untuk memilih salah satu hal dan sampai meninggalkan suatu hal. Pasti akan ada rencana terbaik/suatu hal yang baik yang Tuhan sediakan saat kita memilih suatu hal itu yang kita anggap lebih penting, sekalipun kita harus meninggalkan hal yang lainnya.

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA