KAMAJAYA Scholarship / Penerima Beasiswa  / Periode 2019/2020  / Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Ardis Arsanta Hartono

Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Ardis Arsanta Hartono

Ardis Arsanta Hartono

Tanggal Lahir:
Kota Asal:
Studi:

6 Maret 2000

Yogyakarta

Fakultas Teknologi Industri Prodi Teknik Industri semester 4 (Mei 2020)

Ardis Arsanta Hartono

Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri UAJY Prodi Teknik Industri

Menjadi Anak yang Bertanggung Jawab

Perkenalkan nama saya Ardis Arsanta Hartono, saya biasa dipanggil Ardis. Saat SMP, teman-teman mengenal saya dengan nama Cin, karena saya keturunan Tionghoa. Saya sangat suka menggambar, mengedit video, dan berorganisasi. Saat ini, saya tinggal di daerah Jalan Magelang Yogyakarta bersama dengan kedua orang tua dan seorang adik laki-laki. Adik saya bernama Billie Ariyanta Hartono yang saat ini sekolah di SMA BOPKRI 1 Yogyakarta dan duduk di kelas 2 SMA, selisih umur kami adalah 3 tahun. Pada waktu saya dan adik masih kanak-kanak, kondisi perekonomian keluarga kami bisa dibilang berkecukupan. Cukup untuk kami sekolah dan membeli kebutuhan sehari-hari. Kondisi kami cukup, karena pada waktu itu Ayah bekerja sebagai seorang arsitek. Ayah bekerja sebagai arsitek lepas yang menerima pekerjaan dari siapa saja dan tidak ikut dalam perusahaan. Selama bekerja sebagai arsitek, Ayah sering pergi ke luar kota untuk mengerjakan berbagai proyek, karena pekerjaan yang diterima dari kenalan Ayah dari berbagai daerah.

Namun, keadaan berubah saat saya kelas 6 SD, yaitu ketika Ayah terkena stroke yang mengharuskan beliau dirawat di sebuah rumah sakit beberapa minggu. Stroke yang dialaminya menyebabkan beberapa perubahan kemampuan fisik dari beliau. Tetapi beruntung tidak ada kecacatan fisik yang parah seperti kelumpuhan, tetapi hanya beberapa masalah beberapa ingatan yang hilang dan kemampuan dalam bekerja yang tidak seperti dulu. Sedih dan drop karena saat itu saya terlalu kecil untuk bisa membantu Ayah bekerja. Namun beruntungnya, saya memiliki seorang ibu yang setia dan tidak mengeluh dengan keadaan kami pada saat itu. Ibu memilih untuk bekerja sebagai seorang buruh jahit. Berbekal uang tabungan yang sudah disimpan oleh Ayah dan usaha yang dilakukan Ibu, saya dapat bersekolah hingga menempuh bangku SMP.

Memasuki bangku SMA, biaya sekolah selama ini dibantu oleh saudara Ayah. Dalam hati saya sungguh tidak enak karena mereka juga memiliki keluarga yang harus mereka biayai. Saya hanya bisa membalas bantuan dari saudara Ayah dengan belajar sungguh-sungguh dan tidak mengeluh atau bertingkah aneh-aneh yang membuat malu Ayah dan Ibu.

Memasuki akhir SMA, saya bingung akan kuliah di mana, jurusan apa. Sampai akhirnya, saya memilih Program Studi Teknik Industri UAJY. Saya berkuliah di UAJY juga karena saran dari beberapa keponakan ayah saya yang juga alumni UAJY sehingga saya meyakinkan diri untuk masuk ke Teknik Industri UAJY. Selain karena saran dari keluarga dan lokasi yang masih berada di Jogja, saya juga merasa UAJY merupakan pilihan yang cocok untuk saya dalam meneruskan studi. Setelah masuk Teknik Industri UAJY, beberapa rencana saya lakukan untuk dapat memenuhi kebutuhan saya selama perkuliahan. Seperti bekerja paruh waktu, namun ternyata tidak terkejar karena jadwal perkuliahan yang padat dan saya yang harus belajar keras untuk dapat mengerti materi kuliah. Dalam hati, saya tidak bisa terus seperti ini, karena semakin hari saya semakin tidak tahu bagaimana selanjutnya kehidupan saya jika saya tidak berusaha untuk bekerja atau mencari beasiswa.

Selama kuliah, kegiatan yang saya lakukan di kampus yaitu menjadi anggota dari Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI). Saya lanjut menjadi bagian dari himpunan pada periode selanjutnya dan menjadi koordinator bidang. Memang dengan mengikuti kegiatan seperti ini akan membuat saya sibuk, tetapi saya juga ingin lebih lagi mengasah kemampuan berorganisasi dan bersosialisasi karena menurut saya hal ini akan berguna setelah saya lulus nanti pada dunia pekerjaan. Selain itu, kegiatan yang saya ikuti di luar kampus yaitu mengikuti pelayanan di gereja sebagai operator.

Saya mulai mendaftar Beasiswa KAMAJAYA dari semester 2. Saya memperoleh informasi beasiswa melalui dosen pembimbing akademik saya di grup WA. Setelah mengetahui informasi itu, saya kemudian mencoba mendaftar dengan harapan bisa lolos untuk meringankan biaya kuliah yang harus dibayarkan oleh orang tua saya. Saya mengikuti berbagai persyaratan administrasi yang dibutuhkan. Setelah melalui tahap admnistrasi dan wawancara, akhirnya saya dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa kamajaya angkatan ke-3. Tentu saya merasa sangat senang dan bersyukur sekali, karena dengan adanya beasiswa ini saya sangat terbantu pada biaya kuliah, sehingga saya bisa kuliah dengan lancar. Setelah saya menerima bantuan beasiswa ini, saya bisa lebih berfokus pada perkuliahan tanpa terlalu memikirkan biaya kuliah, meskipun tetap harus menabung untuk kebutuhan kuliah lainnya.

Proses yang saya lalui selama berkuliah hingga saat ini memang tidaklah mudah bagi saya. Banyak rintangan dan kewajiban yang harus dilakukan sehingga saya masih bisa berkuliah sampai semester 4 ini. Dengan proses yang saya alami saat ini, membuat saya menjadi lebih memiliki rasa tanggung jawab terhadap segala hal, membuat saya mengerti tentang pentingnya bekerja keras dan juga membuat saya perlu untuk tetap bersyukur dan berserah kepada Tuhan.

Impian saya saat ini selama masih kuliah, saya ingin agar IP saya terus meningkat. Saya akan terus berjuang dan menekuni perkuliahan saya agar tidak mengecewakan orang tua juga, sehingga bisa lulus dan mendapat pekerjaan yang sesuai dan dapat menjadi berguna bagi lingkungan sekitar dan orang lain. Saya juga tetap berdoa agar diberi kemudahan selama proses perkuliahan saya saat ini dan masa depan saya.

Menjaga tempat registrasi lomba mading TIOS 2019 di depan Ruang Seminar SI.
Saat mengawasi jalannya acara seminar di Auditorium Kampus 3.
Saat melakukan praktikum waktu jatuh benda di Lab Dasar Rekayasa Kampus 3.

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA