KAMAJAYA Scholarship / Penerima Beasiswa  / Periode 2019/2020  / Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Silvia Melani

Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Silvia Melani

Silvia Melani

Tanggal Lahir:
Kota Asal:
Studi:

4 Februari 2000

Palembang

Fakultas Bisnis dan Ekonomika Prodi Manajemen semester 2 (Juni 2020)

Silvia Melani

Mahasiswi Fakultas Bisnis dan Ekonomika UAJY Prodi Manajemen

Impian, Usaha, dan Doa Berbuah Kebaikan

Perkenalkan nama saya Silvia Melani biasa dipanggil Silvia. Saya lahir di Palembang, 4 Februari 2000. Saya adalah anak kedua dari dua bersaudara, kakak saya laki-laki berjarak 5 tahun dengan saya. Ayah saya mempunyai usaha bengkel besi di rumah. Awalnya, ayah saya dalam satu bulan bisa 2 sampai 3 kali mudik ke luar kota untuk mengerjakan pemesanan yang dilakukan oleh konsumen. Namun pada saat saya di SMA, ayah saya mulai mengalami kemunduran dalam usahanya karena banyaknya pesaing baru yang membuat usaha ayah saya kian hari kian sepi pelanggan. Sejak itu, ayah saya yang biasanya bepergian ke luar kota untuk mengerjakan pesanan pelanggan sekarang tidak lagi. Sedangkan, ibu saya saat ini adalah seorang ibu rumah tangga.

Saya mengenyam sekolah dasar di SD Negeri 130 Palembang. Saya tidak pernah masuk Taman Kanak-Kanak (TK) karena saat itu keadaan ekonomi kami mulai sulit sejak sepinya pesanan pekerjaan Ayah. Namun meskipun saya tidak sekolah TK, orang tua saya selalu mengajari menulis dengan benar dan mulai belajar mengeja huruf-huruf sederhana. Sejak saat itu, cita-cita pertama saya muncul yaitu menjadi seorang guru. Bersyukur ketika di sekolah dasar, saya selalu masuk 10 besar di sekolah. Beranjak ke jenjang SMP, saya mendaftar di SMP Santo Louis Palembang. Singkat cerita, yang membuat saya merasa bodoh pada saat itu adalah saya merasa minder karena saya tidak beragama Katolik. Perasaan takut akan dikucilkan muncul dalam pikiran saya pada saat itu. Namun, setelah Masa Orientasi dimulai, semua pikiran saya itu terbuka dan ternyata di sekolah Katolik tidak semua muridnya beragama Katolik, namun yang berada di sana sangat beragam dan majemuk. Setelah masa SMP berakhir, saya melanjutkan pendidikan ke SMA. Saya bersekolah di SMA Xaverius 2 Palembang. Tahun pertama saya menjadi anak SMA, saya mulai berpikir ke depan mengenai cita-cita saya. Cita-cita saya yang semula ingin menjadi guru kini berubah, karena saya mengamati bahwa setiap orang akan melakukan kegiatan ekonomi dalam kehidupannya. Hal itu yang membuat saya ingin mengambil jurusan yang berhubungan dengan ekonomi pada saat kuliah nanti.

Masa SMA pun akan segera berakhir. Pada awalnya, saya ingin masuk perguruan tinggi negeri saja, agar dapat membantu perekonomian keluarga dan cita-cita saya tetap tercapai. Namun dari berbagai tes yang saya lalui, pesan belum lolos seleksi selalu muncul pada layar handphone saya. Saya sedih, putus asa, dan kecewa terhadap diri saya sendiri. Lalu saya berpikiran untuk mendaftar di universitas swasta. Namun, saya kembali ingat keadaan ekonomi keluarga saya pada saat itu sedang berada di titik paling bawah. Bahkan, SPP terakhir saya menjelang Ujian Nasional pun belum dapat dibayarkan. Padahal, salah satu persyaratan mengikuti UN adalah biaya administrasi sekolah harus lunas. Hal itu menyebabkan Ibu terpaksa harus menghadap ke Kepala Sekolah meminta keringanan.

Sejak saat itu saya berpikir, saya tidak akan mungkin untuk kuliah di tahun ini. Saya harus mengubur impian saya pada saat itu. Rasa kecewa dan sedih pun tidak dapat saya hindari. Usaha yang saya lakukan adalah terus berpikiran positif serta tak lupa dukungan dari orang tua yang terus diberikan kepada saya untuk meyakinkan saya bahwa kegagalan yang saya alami akan membuat saya menjadi pribadi yang kuat kedepannya. Beberapa hal saya lakukan untuk membantu perekonomian keluarga. Saya melamar pekerjaan di sebuah perusahaan ritel dengan bermodalkan SKHU sementara. Saya diterima dan bekerja di sana. Hampir satu tahun saya bekerja, saya mulai berpikir bahwa tahun ini saya harus bisa berkuliah. Teman kerja saya saja bisa bekerja sambil kuliah. Hal itu yang membuat saya semakin termotivasi untuk dapat kuliah di tahun ini. Kemudian, saya berniat mendaftarkan diri di salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta, yaitu Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Lalu saya melakukan pendaftaran di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Saya masuk melalui jalur tes. Ketika pengumuman, saya dinyatakan masuk dan harus membayar uang gedung dan sumbangan. Berkat Ayah, adik Ayah, Kakak, dan beberapa uang tabungan bekerja saya selama setahun, uang tersebut dapat saya bayarkan. Namun, saya teringat pesan yang diberikan Ayah, beliau hanya bisa sampai memasukkan saya ke UAJY, tidak dengan uang SPP selanjutnya. Saya antara yakin dan bimbang apakah saya bisa melalui masa-masa itu nanti. Namun tiba-tiba, datang kabar dari paman saya untuk mencoba tes seleksi masuk ke Beasiswa KAMAJAYA. Kemudian, saya mendaftar Beasiswa KAMAJAYA pada semester satu dan pengurus KAMAJAYA menyarankan saya untuk membuat esai diri mengenai hambatan-hambatan apa yang saya alami untuk dapat berkuliah. Sesudah esai saya buat selesai, ternyata esai tersebut dilihat oleh salah satu donatur yang merupakan alumni Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan berniat untuk membantu biaya kuliah saya dengan syarat saya menjalankan kehidupan perkuliahan dengan baik. Saya sangat berterima kasih pada Tuhan saat itu, lewat doa-doa yang saya panjatkan Dia mengutus salah satu hamba-Nya untuk membantu saya melanjutkan pendidikan yang memang saya impikan.

Setelah saya dinyatakan lolos seleksi Beasiswa KAMAJAYA, saya berkumpul dan berbaur dengan orang-orang yang tangguh atau bisa disebut orang-orang yang hebat. Orang-orang yang tidak pernah patah semangat walaupun banyak permasalahan dalam keluarga, kuliah, dan pertemanan. Saya banyak belajar dan sekaligus bersyukur karena saya dikelilingi oleh orang-orang yang sangat baik. Dengan adanya Beasiswa KAMAJAYA, perkuliahan yang saya lakukan sangat terbantu serta dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Serta, perekonomian keluarga saya juga sangat terbantu.

Mengingat pertolongan yang sudah diberikan kepada saya dan keluarga, sebagai penerima beasiswa saat ini, hal yang bisa saya lakukan adalah menjalankan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh KAMAJAYA dan menjaga nama baiknya. Saya berharap setelah saya lulus nanti dan telah bekerja, saya akan menjadi donatur yang tulus ikhlas membantu mahasiswa yang berkuliah di Universitas Atma Jaya Yogyakarta namun terkendala biaya. Teringat akan bantuan yang sangat menolong saya berserta keluarga. Hal ini sangat saya ingin lakukan agar KAMAJAYA Scholarship dapat terus berjalan dan berkembang melebarkan sayap pelindung kebaikan.

Kegiatan Jogist (Jogja Istimewa) 2019 - Taman Sari

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA