KAMAJAYA Scholarship / Lentera Atma  / Lentera Atma: Jangan Serakah!

Lentera Atma: Jangan Serakah!

Harta bukanlah segalanya dan hidup manusia tidak bergantung kepada harta. Ukuran kesuksesan di mata Tuhan itu berbeda dengan ukuran kesuksesan manusia. Kalau menurut ukuran dunia, orang yang kaya sangat sukses hidupnya. Bisa diumpamakan dia punya banyak harta sampai-sampai rumahnya penuh sehingga harus bangun lagi rumah yang baru. Tetapi menurut ukuran Tuhan, orang seperti itu sama sekali tidak kaya. Karena ia adalah orang yang serakah. Orang serakah tujuan hidupnya hanya untuk memperkaya dirinya sendiri.

Lalu bagaimana kita bisa hidup agar tidak serakah? Kuncinya adalah belajar tidak hidup untuk diri sendiri. Jangan mementingkan diri sendiri, namun belajar mementingkan orang lain daripada kita. Ketika kita diberikan kesempatan dan dipercaya atas nasib banyak orang, maka seharusnya kita memikirkan apa yang harus kita lakukan untuk memajukan kehidupan banyak orang. Tetapi seringkali kita temukan, banyak orang yang mendapatkan kesempatan tersebut malah memikirkan seberapa banyak keuntungan yang dapat diterima. Ketika kita mementingkan diri sendiri, maka kita akan mulai mengorbankan yang lain supaya kita diuntungkan.

Ada beberapa musuh keserakahan. Musuh yang pertama adalah mengerti kata cukup. Tuhan berjanji bahwa selama kita hidup tidak pernah berkekurangan dan Tuhan tidak akan meninggalkan kita. Kita harus belajar untuk berkata cukup untuk diri kita sendiri agar kita bisa punya lebih untuk orang lain. Musuh yang kedua adalah kemurahan hati. Tetapi, jangan sampai kita murah hati namun semua penghasilan diberikan ke orang-orang tetapi kekurangan. Lalu bagaimana kita tidak kekurangan, bisa menabung, namun juga bisa menabur? Kita harus tahu apa yang menjadi kebutuhan kita, lalu berapa yang kita tabung, dan seberapa yang dapat kita tabur. Kunci untuk bebas dari keserakahan adalah memberi. Memberi juga adalah kunci dari kebahagiaan. Orang yang murah hati pasti banyak temannya dan dikelilingi orang-orang yang mendoakan kebaikan. Ketika Tuhan menggerakkan hati kita untuk menabur, baik untuk seseorang ataupun untuk lainnya, Tuhan hanya ingin ketaatan kita. Jangan pernah khawatir kita kekurangan, karena Tuhan menyediakan benih bagi para penabur. Setiap kali kita diberkati, ingatlah dua hal ini. Ada yang boleh kita makan sebagai roti dan ada yang menjadi benih untuk kita tabur. Apa saja yang kita tabur di dalam hidup ini, itulah yang akan kita tuai nantinya.

Image by Alexas_Fotos from Pixabay

No Comments

Post a Comment

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA