KAMAJAYA Scholarship / Lentera Atma  / Lentera Atma: Kekuatan untuk Memperoleh Janji

Lentera Atma: Kekuatan untuk Memperoleh Janji

Tuhan kita adalah Tuhan yang memiliki waktu dalam menggenapi janji-Nya. Selama proses penantian penggenapan janji-Nya, Tuhan selalu menyertai, menguatkan dan terus memberikan peneguhan atas janji yang telah dinyatakan-Nya. Jadi tidak masalah, entah kita berada di ujung penantian, di tengah-tengah penantian, atau bahkan berada di awal penantian janji Tuhan. Jangan takut dan ragu-ragu atas janji Tuhan. Percayalah bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang setia. Ketika Dia berjanji, Dia akan setia. Tuhan akan terus menguatkan dan meneguhkan janji-Nya. Ketidaksetiaan kita tidak akan mengubah kesetiaan Tuhan. Hal penting yang perlu kita percayai saat menanti janji Tuhan:

1. Tuhan Kita Tuhan Yang Setia

Kunci penting penantian janji Tuhan adalah Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, Dia akan mengawasi dan terus akan mewahyukan diri-Nya kepada kita melalui doa, melalui mimpi atau lainnya. Kehadiran Tuhan itulah yang mengkonfirmasi bahwa apa yang dijanjikan masih berlaku.

2. Tuhan Kita Memiliki Waktu untuk Menggenapi Janji-Nya

Dia tahu kapan kita cukup mampu untuk menerima penggenapan janji itu. Ketika kita diberkati apakah kita siap? Apakah hati kita tetap melekat pada Tuhan dan tidak melekat pada berkat Tuhan? Ketika kita masih dalam kondisi punya sedikit uang, hal menabur persembahan tidak pernah menjadi masalah. Namun saat kita diangkat dan diberkati; tiba-tiba hati ini berubah. Tidak berani total untuk menabur, tidak rendah hati, dan tidak dengar-dengaran dengan Tuhan. Ada kondisi-kondisi tertentu yang membuat janji-Nya belum digenapkan. Dia sabar menunggu kesiapan hati kita untuk menerima penggenapan janji-Nya.

3. Tuhan Ingin Supaya Kita Terus Percaya, Berharap, dan Beriman Kepada-Nya.

Mendekati masa-masa di penghujung penantian, Tuhan mengerahkan kekuatan-Nya untuk menggenapi janji-Nya. Ini seperti menit-menit terakhir dalam sebuah pertandingan. Ketika mendekati garis finish, seorang pelari atau pembalap akan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk mencapai finish. Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir.

Image by anncapictures from Pixabay

No Comments

Post a Comment

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA