KAMAJAYA Scholarship / Penerima Beasiswa  / Periode 2020/2021  / Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Elyshabet Ayu Sekar Arum

Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Elyshabet Ayu Sekar Arum

Elyshabet Ayu Sekar Arum

Tanggal Lahir:
Kota Asal:
Studi:

9 Agustus 1998

Yogyakarta

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Prodi Ilmu Komunikasi semester 7 (September 2020)

Elyshabet Ayu Sekar Arum

Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UAJY Prodi Ilmu Komunikasi

Lika-liku Perjalanan Hidupku

Perkenalkan, nama saya Elyshabet Ayu Sekar Arum, saya biasa dipanggil Sekar sejak kecil. Arti nama saya adalah bunga yang harum. Dengan nama tersebut, orang tua saya menaruh harapan supaya saya menjadi anak yang bisa membanggakan keluarga. Saya lahir pada tanggal 9 Agustus 1998 di Sleman. Bapak saya bernama Antonius Sudarsana, seorang karyawan swasta. Mama saya bernama Veronika Ratna Ningrum, seorang Ibu Rumah Tangga. Saya adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Saya dengan kakak saya yang bernama Clara berjarak 10 tahun, kakak saya sudah menikah dan tinggal bersama suaminya. Adik saya bernama Sevo adalah anak berkebutuhan khusus, perkembangannya sangat lambat. Adik saya baru bisa berjalan pada umur 3,5 tahun, sampai sekarang belum bisa berbicara dengan lancar. Dalam keluarga saya, Bapak memilik peran sebagai kepala keluarga dan bekerja untuk mencukupi kebutuhan kami sekeluarga. Bapak bekerja di bagian umum kantor KPSP UAJY. Awalnya, Bapak merupakan satpam. Namun karena kinerja yang baik, maka beliau diangkat menjadi staf umum. Bapak memang masih bekerja hingga saat ini, namun gaji yang diperoleh selalu habis untuk membayar utang. Sangat tidak cukup untuk mencukupi kehidupan kami sehari-hari.

Acara jalan sehat di Desa Temanggal II tahun 2019.

Saya tinggal di daerah Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Lingkungan tempat tinggal saya sangat nyaman karena kami saling bertoleransi dan saling menghargai satu sama lain. Ketika saya bersekolah di TK dan SD, sekolah saya sangat dekat dengan rumah, bahkan ketika bel saya bisa mendengarnya dari rumah saya. Jarak antara sekolah dan rumah yang sangat dekat, membuat saya tidak pernah meminta maupun diberi uang saku oleh bapak saya, ketika jam istrirahat, saya bisa pulang untuk makan minum dan istrirahat sejenak di rumah. Kebiasaan pulang ketika istirahat berjalan dari saya TK hingga lulus dari SD.

Memasuki SMP, saya disekolahkan di sekolah swasta yang tidak terlalu jauh dari rumah, namun juga tidak dekat dari rumah. Saya bersekolah di SMP Kanisius Kalasan, jaraknya kira-kira 3 km dari rumah saya. Di TK dan SD sudah terbiasa tidak diberi uang saku atau meminta uang saku, sehingga saya jarang sekali jajan. Terkadang jika saya diberi uang dari saudara saya, saya baru bisa jajan. Saya kurang nyaman atau sungkan dan tidak berani meminta uang kepada bapak saya hanya untuk jajan Saya berani meminta kepada Bapak ketika saya benar-benar membutuhkan uang, misalnya untuk mengerjakan tugas atau fotocopy bahan kuliah.

Saat saya SMP, mama saya seringkali sakit dan opname di rumah sakit. Kebetulan, rumah sakit tersebut dekat dengan sekolah. Ketika mama saya opname, biasanya saya tidur di RS dan berangkat sekolah dari RS. Mama saya mempunyai penyakit TORCH, dan penyakit tersebut yang membuat adek saya mengalami pertumbuhan yang lambat. Tidak hanya TORCH, namun berbagai penyakit jantung, paru-paru serta lambung. Mama saya bisa opname selama satu bulan, paling cepat seminggu di RS. Ketika di RS, kami hanya bisa pasrah karena keadaan mama saya yang sangat lemah. Namun, kuasa Tuhan sungguh luar biasa, Bapak mencoba mengobati Mama dengan pengobatan alternatif, dengan biaya yang tidak semahal di RS. Puji Tuhan, hingga saat ini Mama sehat dan tidak pernah opname lagi maupun sakit-sakitan lagi.

Acara HUT RI di Desa Temanngal II tahun 2018.

Waktu terus berjalan hingga saya memasuki bangku SMK, saya sekolah di sekolah swasta yaitu SMK BOPKRI 1 Yogyakarta dengan mengambil jurusan Multimedia hingga sekarang saya kuliah di Universitas Atma Jaya Yogyakarta Program Pendidikan Ilmu Komunikasi. Kebiasaan tersebut sudah melekat dengan saya, namun saya tidak bisa jika terus-menerus keluar rumah tanpa uang. Sebelum masuk kuliah, saya sempat bekerja selama tiga bulan di sebuah toko untuk membeli HP, setelah masuk kuliah saya lalu berhenti bekerja.

Saya juga sangat aktif di organisasi gereja, saya pernah menjadi bendahara AREKA suatu organisasi gereja, pernah menjadi putra/putri altar, mengikuti kegiatan dan menjadi OMK, dan sekarang saya menjadi lektor. Saya juga aktif di kegiataan kepemudaan di desa saya, saya pernah menjadi sekretaris dan saya selalu menjadi panitia ketika ada kegiatan seperti 17 Agustus, jalan sehat, ulang tahun pemuda dan lain-lain. Lingkungan tempat saya tinggal ini sangat nyaman. Gereja saya juga sangat dekat dari rumah. Ketika di gereja ada misa seperti natal, paskah, dan lainnya, biasanya pemuda muslim yang menjaga parkir. Lalu, ketika teman-teman muslim kurban, kami juga mendapatkan daging kurban tersebut. Saya juga pernah mengikuti beberapa event di luar kampus seperti crew BBW (Big Bad Wolf) salah satu pameran buku yang besar, menjadi volunteer acara donor darah yang diselenggarakan oleh Sari Husada dan beberapa acara lainnya.

Saat menjadi Crew BBW Jogja tahun 2019.

Kejadian demi kejadian mulai terjadi pada masa pekuliahan saya yang menginjak semester 5. Saya akhirnya mencari pekerjaan part time untuk uang saku saya sendiri. Saya selalu berangkat pagi dan pulang larut malam, namun semua itu tidak mengganggu kewajiban saya sebagai mahasiswa. Saya tidak terlalu aktif di kampus karena saya setiap ada kuliah pagi, pada siang sampai malam bekerja, dan setiap saya kuliah sore, pagi sampai siang bekerja. Tetapi waktu itu saya sempat mengikuti UKM dan pernah menjadi panitia di suatu acara UKM tersebut.

Saya terlalu lelah, hingga suatu saat saya memutuskan untuk berhenti saja kuliah pada pertengahan Semester 5 karena masalah dalam keluarga kami yang membuat saya tidak bisa melanjutkan kuliah. Hingga pada akhirnya, Bapak meminta saya untuk lanjut berkuliah dan mencari-cari informasi mengenai beasiswa melalui web resmi KAMAJAYA Scholarship pada waktu itu. Segera setelah itu, Bapak mendatangi kantor PP KAMAJAYA di Kampus 2 dan menanyakan beberapa hal mengenai beasiswa KAMAJAYA.

Tahap demi tahap saya ikuti dan saya yakini saya harus bisa dan mampu untuk melanjutkan kuliah. Saya yakin bahwa beasiswa ini merupakan jalan yang Tuhan beri kepada saya dan keluarga. Meskipun harus bersusah payah terlebih dahulu melawan perasaan pesimis masuk atau tidak. Namun yang pasti, jika tidak diterima, saya tidak bisa melanjutkan kuliah kembali. Hingga akhirnya pengumuman pun tiba dan saya masuk. Senang dan gembira karena bisa diterima Beasiswa KAMAJAYA. Segera setelah itu Bapak dan Mama saya beritahu bahwa saya masuk, mereka senang bukan kepalang. Puji Tuhan sekali lagi karena saya masuk.

Namun, setelah masuk bukan lantas saya bersantai dan hanya mengikuti rangkaian acaranya. Namun saya mempunyai tujuan pada saat ini sebagai penerima beasiswa, yaitu ingin memperbaiki nilai saya dalam kuliah dan ingin Beasiswa KAMAJAYA dikenal oleh banyak orang, dengan menggunakan media sosial yang saya miliki dan relasi yang terhubung di dalamnya. Semoga dapat tersampaikan ke segala penjuru.

Saya sangat berharap setelah lulus dan bekerja suatu hari nanti, saya dapat berdonasi melalui KAMAJAYA Scholarship, menolong orang lain yang membutuhkan bantuan seperti saya yang telah ditolong ketika saya sudah di ujung tanduk. Saya rasa, kembali menolong bukan hal yang berat. Namun sangat membahagiakan.

No Comments

Post a Comment

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA