KAMAJAYA Scholarship / Kisah/Kesaksian/Testimoni  / Kekuatan di Masa Pandemi

Kekuatan di Masa Pandemi

Setiap hari Jam 15.00, saya memberi makan ayam.

Setiap orang pasti mempunyai mimpi untuk dapat mengenyam pendidikan setinggi-tingginya, apalagi bertujuan untuk mendapatkan pekerjaan yang baik dan kelak bisa membahagiakan kedua orang tuanya dan bisa membantu saudaranya. Setiap orang tua juga mempunyai pemikiran yang sama, memberi semangat, memberi nasehat dan menjadi jembatan bagi anaknya untuk meraih pendidikan setinggi-tingginya. Begitu pula dengan saya, saya mempunyai mimpi untuk dapat mengenyam pendidikan setinggi-tingginya. Bersyukur sekali saya bisa sampai di perguruan tinggi ini. Perkenalkan, nama saya Doris Agusnita atau sering dipanggil Doris atau Ois. Saya seorang anak dari Dukuh Tawangrejo, Desa Tegalombo, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Saya dulu bersekolah di TK YASUKA Tawangrejo, SD Negeri Kembang 03, SMP Negeri 1 Tayu dan SMA Negeri 02 Pati. Meskipun sekolah-sekolah tersebut merupakan sekolah favorit dengan biaya yang tidak murah, tetapi saya bersyukur karena saya selalu mendapat keringanan berupa potongan SPP dari pihak sekolah.

Saya sangat bersyukur dilahirkan dari keluarga yang sangat luar biasa yang selalu mendukung pendidikan saya dan rohani saya. Ayah saya adalah seorang ayah yang selalu memotivasi saya agar terus berjuang menggapai impian saya. Sedangkan ibu saya adalah seorang ibu yang senantiasa sabar dan tegas dalam mendidik saya. Saya juga mempunyai seorang adik yang berusia 9 tahun dan sedang menempuh pendidikan di Sekolah Dasar dekat tempat tinggal saya. Sampaai sekarang, keluarga saya belum mempunyai rumah sendiri sehingga saya dan keluarga menumpang di rumah Tante. Karena Tante berdomisili di Batam, maka rumahnya yang di desa kami tempati. Saat saya sedang berkuliah di Yogyakarta, ibu dan adik perempuan saya yang menempati rumah tersebut. Sedangkan ayah saya berada di Sungai Druju, Sumatera Selatan untuk bekerja sebagai buruh tani tambak dan biasanya pulang satu tahun sekali dengan hasil yang tidak menentu.

Saya sedang kuliah online.

Melupakan segala masa lalu yang pernah menimpa keluarga saya, saya mencoba untuk terus bangkit dan melangkah ke masa depan. Saya bersyukur saat ini saya telah memasuki semester 5 di Program studi Ilmu Hukum. Di semester ini, saya sudah lepas jabatan dari beberapa organisasi dan kepanitiaan yang ada di Fakultas Hukum maupun di universitas. Organisasi dan kepanitiaan yang masih saya ikuti saat ini adalah Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM FH UAJY), Panitia LKTI IUVENIS FORTI #2 KOMUTASI FH UAJY dan Panitia Inisiasi FH UAJY 2020. Selama kuliah, saya mengikuti berbagai kegiatan dan kepanitiaan. Meskipun kegiatan saya di kampus atau di gereja banyak, saya masih bisa membagi waktu untuk belajar materi-materi kuliah karena kuliah adalah hal yang pokok. Di masa-masa seperti ini, semua harus dikerjakan dari rumah. Mulai dari kuliah, program kerja organisasi/kepanitiaan, dan lain-lainnya. Puji Tuhan di semester 4 lalu, saya mendapat IP yang memuaskan. Selama beberapa bulan semester 4 di Yogyakarta, biaya kehidupan saya berasal dari hutang atau gali lobang tutup lobang. Maka dari itu, saya memutuskan untuk mengambil pekerjaan ringan sebagai reseller dan dropship kaos rohani milik kakak kelas SMA saya dan di bulan-bulan kemarin sebelum memasuki semester 4, saya bekerja di kedai makan milik kakak rohani saya untuk meringankan sedikit beban orang tua saya.

Saya saat belajar di rumah.

Saat pandemi ini muncul, saya memutuskan untuk pulang kampung karena ibu saya khawatir kalau saya sendiri di Yogyakarta. Di rumah, kami hidup seadaanya dengan bantuan dari pemerintah yaitu sembako. Di rumah, ibu juga berjualan sosis (goreng-gorengan) yang hasilnya tidak seberapa, bisa dibilang cukup untuk beli lauk makan. Selama di rumah, saya membantu ibu berjualan dan membantu adik juga untuk belajar di rumah. Kegiatan perkuliahan yang dilakukan di rumah mempunyai plus minusnya. Plusnya, saya bisa berkuliah sambil membantu kegiatan di rumah dan bisa bersama keluarga saat masa pandemi ini membuat saya menjadi tenang. Minusnya, terkendala sinyal dan pastinya permasalahan setiap mahasiswa adalah kuota. Apalagi saat listrik mati, pasti di sini otomatis sinyal pasti gangguan, ada yang beberapa menit bahkan ada yang berjam-jam atau seharian. Kegiatan gereja di desa saya juga semuanya online. Meskipun online, berkatnya sama seperti offline. Oleh karena online ini, maka saya juga bisa mengakses ibadah yang ada di gereja saya yang di Jogja.

Sejak mengambil mata kuliah Metodologi Penelitian Hukum Semester 4 yang seharusnya saya ambil di semester atas, saya memantapkan cita-cita saya untuk menjadi Advokat. Setelah lulus nanti dan bekerja, saya juga ingin menyekolahkan adik saya hingga bisa mencapai cita-citanya dan membuat orang tua saya tidak memikirkan hutang-hutang mereka lagi. Saya ingin mereka bisa tenang dan bahagia melihat anaknya sudah sukses serta bisa membuat mereka bangga kepada saya. Selama kuliah di masa pandemi ini, saya belajar untuk terus bersyukur dan berusaha serta terus memperkatakan firman, meskipun kegelapan menutupi bumi dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa, tetapi Terang Tuhan terbit di atasku dan kemuliaan-Nya menjadi nyata di atasku.

Pati, 16 Juli 2020
Doris Agusnita
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-3
Mahasiswa Pogram Studi Ilmu Hukum UAJY Angkatan 2018

Image by Tumisu from Pixabay

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA