KAMAJAYA Scholarship / Kisah/Kesaksian/Testimoni  / Kisah Penerima Beasiswa: Kado Terindah

Kisah Penerima Beasiswa: Kado Terindah

Perjalanan skripsi semakin terasa panjang setelah adanya wabah korona. Bulan Januari 2020 sampai awal Maret 2020 kuhabiskan waktuku berada di laboratorium untuk melakukan penelitian. Bulan Maret 2020, wabah korona mulai menyebar, beberapa universitas sudah mulai ditutup, sehingga kami para peneliti tidak dapat melanjutkan penelitian di laboratorium kampus. Beberapa minggu setelah penutupan laboratorium, akhirnya keluarlah surat kebijakan dari universitas dan fakultas terkait kegiatan belajar mengajar. Beberapa kebijakan tersebut terkait dengan penelitian saya, antara lain adalah terdapat dua pilihan yang bisa saya pilih yaitu melanjutkan penelitian di laboratorium lain atau menulis Literature Review (LR).

Di sinilah mulai terjadi pergulatan untuk mengambil keputusan dengan beberapa pertimbangan. Jika melanjutkan penelitian di laboratorium lain, saya akan memiliki sebuah karya penemuan baru. Namun di sisi lain, penelitian ini membutuhkan dana yang cukup banyak. Jika memilih LR, saya harus melalui proses yang panjang karena harus merombak sebagian besar proposal skripsi yang sudah dibuat. Keputusan yang sungguh berat dan akhirnya saya memilih LR karena tidak membutuhkan dana yang banyak, namun membutuhkan waktu cukup lama.

Bulan April 2020, saya memulai untuk membuat LR dan bulan Juli 2020 mengumpulkan naskah LR. Menulis itu mudah jika dari pengalaman atau karya sendiri. Saat saya menulis naskah LR, banyak kesulitan yang saya temukan yaitu jurnal yang tidak memiliki data yang lengkap, data yang tidak dicantumkan secara detail, metode yang digunakan tidak dicantumkan, dan juga terkendala sumber yang harus sesuai ketentuan dari fakultas. Kesulitan itu semua dapat diatasi dengan ketekuan dan sabar untuk berproses. Proses yang sangat panjang dan penantian revisi yang sangat melelahkan terkadang membuat terlena untuk berhenti. Namun, menyadari segala usaha akan membuahkan hasil maka saya terus berjuang untuk menyelesaikkannya.

Proses selama bimbingan untuk menyempurnakan naskah, terkadang menguji mental saya dengan kritikan yang tak biasa. Hal ini mampu saya lewati, mental saya terbentuk, dan terlatih untuk menghadapi situasi seperti ini. Saya selalu berupaya untuk memberikan yang terbaik dan menikmati setiap prosesnya. Tibalah sudah di awal bulan November 2020, target saya untuk sidang bulan ini sepertinya tak akan sampai.

Pendaftaran sidang bulan November akan ditutup pada hari Jumat, 6 November. Hari itu, saya masih mengerjakan revisi dan mengumpulkannya pagi hari. Naskah revisi yang biasanya saya tunggu satu bulan karena antri, hari itu juga dosen saya menyelesaikannya. Kemudian, saya langsung mengerjakan dan mengirim kembali sampai beberapa kali kami berbalas email akhirnya di hari itu juga, pukul 22.00 WIB, mendapatkan acc dari dosen pembimbing utama. Namun, saya kebingungan karena saya tidak bisa mendaftar karena belum mendapatkan acc dari dosen pembimbing kedua dan waktu terus berjalan menuju pukul 00.00 WIB batas penutupan pendaftaran sidang bulan ini.

Saya dengan penuh harapan dan memberanikan diri untuk mengirim email naskah final ke dosen pembimbing kedua. Malam itu, saya sungguh pasrah dalam doa. Jika memang kehendak Tuhan, maka terjadilah mukjizat- Nya. Tibalah pada pukul 23.30 WIB dan terdengar pesan masuk dari ponsel saya. Ya, ternyata pesan dari dosen kedua yang mengirimkan tanda tangan untuk acc naskah yang saya kirim. Rasanya senang sekali, tetapi panik juga karena waktu tinggal 30 menit untuk upload beberapa berkas dan belum juga menggabungkan naskah.

Saya tetap berusaha semaksimal mungkin untuk menyelesaikan malam itu dan ternyata semua berkas ter-upload lengkap, namun lewat sampai pukul 01.00 WIB. Malam itu saya sungguh dilema, karena saya lewat jam dari batas penutupan pendaftaran sidang. Saya harus menghubungi bagian TU Fakultas esok harinya. Karena tidak mau ketiduran sampai siang, akhirnya saya tidak tidur sampai pagi. Puji Tuhan, pagi harinya setelah kontak bagian TU, berkas saya dinyatakan diterima, namun bagian TU belum bisa memastikan mendapatkan slot ujian atau tidak karena sudah penuh, sehingga harus menunggu lagi keputusan dari Komisi Skripsi di hari Selasa.

Hari Selasa, 10 November 2020, saya mendapatkan surat berisi daftar mahasiswa yang sidang di bulan ini dan ternyata tercantum nama saya di daftar itu. Ucapan penuh syukur kepada Tuhan telah mengabulkan doa permohonan yaitu mendapatkan jadwal sidang di bulan ini sebagai kado ulang tahun saya. Selama dua minggu saya mempersiapkan segala sesuatunya untuk sidang pendadaran. Senin, 23 November 2020, dengan persiapan dan keyakinan saya melaksanakan sidang pendadaran dan dinyatakan “LULUS”. Air mata haru mulai mengalir usai sidang pendadaran terasa tak percaya sudah melewati tahap ini. Selepas itu, saya masih harus berjuang untuk menyempurnakan naskah untuk mendapatkan nilai yang memuaskan.

Yogyakarta, 27 November 2020
Elisabeth Lexna Paramitha Novitasari
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-1
Mahasiswa Pogram Studi Biologi UAJY Angkatan 2016

No Comments

Post a Comment

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA