KAMAJAYA Scholarship / Penerima Beasiswa  / Periode 2020/2021  / Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Maria Setianingrum Ruaw

Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Maria Setianingrum Ruaw

Maria Setianingrum Ruaw

Tanggal Lahir:
Kota Asal:
Studi:

10 Oktober 1998

Depok, Jawa Barat

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Prodi Ilmu Komunikasi semester 5 (Desember 2020)

Maria Setianingrum Ruaw

Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UAJY Prodi Ilmu Komunikasi

God’s Plan

Namaku Maria Setianingrum. Aku biasa dipanggil Maria oleh orang-orang sekitarku. Nama Maria merupakan pemberian dari papaku karena rasa cinta dia kepada Bunda Maria, sedangkan Setianingrum merupakan nama yang mengangkat unsur Jawa dengan arti seseorang yang memiliki pesona dan karisma. Perjalanan hidupku seperti rollercoaster. Penuh dengan banyak permasalahan yang menjadikanku pribadi yang lebih dewasa setiap harinya. Aku menyadari dan mengamini bahwa ternyata apa pun yang terjadi dalam hidupku sejak kecil adalah rencana Tuhan yang luar biasa. Sebuah perjalanan hidup yang tidak kusangka tapi Tuhan percayakan aku untuk melaluinya karena Dia percaya aku bisa. Dari mulai berkat dan sukacita yang begitu banyak Dia limpahkan sampai pengalaman kurang baik, rasa sedih dan kecewa yang pernah kualami, semuanya berujung menghasilkan sesuatu yang baik. Semua menjadikanku Maria yang lebih kuat, lebih baik, punya banyak pengalaman, dan lebih memahami bahwa segala sesuatu indah pada waktunya. Banyak sekali hal baik dan hal yang kurang baik yang tidak terduga terjadi dalam hidupku. Tapi entah kenapa, Tuhan ajarkan dan selalu beri kesempatan untuk kulalui semuanya dengan hati yang ikhlas. Maka sampai saat ini, rasanya tidak terlalu berat menjalaninya karena aku percaya akan selalu ada jalan keluar yang disediakan Tuhan, selama aku tetap berusaha.

Aku anak ke-2 dari 3 bersaudara dan kebetulan perempuan satu-satunya. Sedari kecil, aku lahir di Jakarta dan tinggal bersama mama, papa, kakak, adek, eyang, Mbak Rah, dan tante omku di rumah eyang. Dahulu, papaku bekerja di IPDN Jakarta sedangkan mamaku adalah seorang pegawai bank BCA. Karir mamaku sangat baik di BCA. Namun kemudian, saat umur 3 tahun kami sekeluarga harus pindah ke Manado karena papa ditugaskan untuk bekerja di sana. Mamaku melepas pekerjaannya dan memutuskan pensiun dini untuk ikut suami ke Manado. Papa adalah seorang pegawai negeri sipil di Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Mamaku tidak lagi bekerja dan melanjutkan kehidupan di Manado sebagai ibu rumah tangga. Singkat cerita, setelah kami 9 tahun di Manado, keluarga kami mendapat ujian yang tidak terduga. Mama dan papaku cerai. Akhirnya, aku dan saudara-saudaraku dipulangkan mama ke rumah eyang di Jakarta. Itulah hari di mana semuanya mulai terasa berat.

Saat itu, aku baru akan memasuki SMP bersama kakakku, sedangkan adikku masih SD. Papaku tidak membiayai sekolah dan kehidupan kami sehari-hari secara konsisten. Kadang dibiayai, kadang juga tidak. Aku akhirnya meneruskan sekolah SMP di Jakarta bersama saudara-saudaraku dengan bantuan seluruh keluarga mama, terutama eyang. Segala biaya sekolahku dari SMP sampai SMA serta kebutuhan rumah sehari-hari hanya dibiayai oleh eyang dan bantuan subsidi silang dari om dan tante. Mamaku memiliki pekerjaan yang tidak tetap. Hasil dari pekerjaan tersebut dapat membantu sedikit-sedikit untuk kebutuhan rumah sehari-hari. Setiap harinya, aku merasa tidak punya jaminan pasti bahwa aku akan tetap bisa berjalan melanjutkan esok hari. Tidak ada orang tua yang membiayai dan membimbing. Akan tetapi, aku hanya percaya bahwa pasti akan selalu ada jalan dan semua indah pada waktunya. Puji Tuhan, imanku membawaku sampai pada hari ini. Selalu ada tangan-tangan Tuhan yang tak terduga membantu dan menolongku agar sampai di titik ini, sampai aku mendapat kesempatan kuliah di Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Dari awal kuliah sampai dengan semester 3, aku tinggal bersama om dan tante di Bantul. Setiap hari aku pergi kuliah Babarsari – Bantul. Sedari awal, aku berjanji kepada diriku sendiri untuk memanfaatkan kesempatan kuliah ini dengan baik dan mencari banyak pengalaman dalam organisasi-organisasi yang ada. Hal tersebut membuatku memiliki kegiatan yang cukup padat. Aku harus mengatur waktu kuliah, mengerjakan tugas kuliah, kerja kelompok, sembari melaksanakan aktivitas-aktivitas organisasi nonakademik. Aku mengikuti banyak kegiatan untuk mengasah kemampuan di diriku agar lebih baik. Aku belajar bagaimana untuk berelasi dengan baik dengan orang lain, melakukan negosiasi, mengatur administrasi dan lain-lainnya.

Sedari SMP – SMA, aku memang anak yang cukup aktif. Aku mengikuti kegiatan Pramuka, paduan suara, dance, Paskibra, OSIS, dan berbagai kegiatan lainnya di zaman itu. Saat SMA, aku seringkali mendapatkan juara dalam bidang akademik maupun nonakademik. Begitu pun halnya saat kuliah di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Aku mengikuti beberapa kegiatan nonakademik, antara lain menjadi manager UKM Futsal Universitas selama 1 periode, menjadi manager UKM Futsal Fakultas FISIP selama 2 periode sampai saat ini, mengikuti beberapa event dan perlombaan yang diselenggarakan oleh fakultas, universitas, maupun nasional. Kemudian, aku juga sering mengikuti beberapa kepanitiaan mahasiswa yang diselenggarakan oleh lembaga kemahasiswaan FISIP Atma Jaya.

Di balik itu semua, aku selalu sadar untuk selalu bertanggung jawab pada nilai akademikku agar tetap berjalan dengan baik. Semakin dewasa, aku menyadari bahwa aku harus lebih bertanggung jawab pada diriku sendiri. Aku mengusahakan diriku untuk bekerja. Mulai dari mengikuti beberapa event, menjadi marketing freelancer, menjadi talent foto atau video, serta bekerja di sebuah agency merupakan beberapa contohnya. Hasil dari pekerjaan-pekerjaan tersebut sedikit banyak membantuku dalam kehidupan kuliah maupun kehidupan sehari-hari. Namun akhirnya, aku memutuskan untuk mengajukan permohonan beasiswa. Dengan begitu, aku dapat membantu keluarga mama dengan meringankan beban yang sebenarnya bukan tanggung jawabnya. Oleh karena itu, aku bersyukur dan berterima kasih sekali mendapat kesempatan untuk menerima Beasiswa KAMAJAYA. Beasiswa KAMAJAYA memberikanku kesempatan untuk pertama kalinya, merasakan ada sebuah kepastian yang dapat menjamin pendidikanku. Sebagai bentuk rasa terima kasihku, aku akan selalu berusaha untuk memberikan segala perkembangan yang baik dalam diriku, baik di lingkungan keluarga, sosial maupun perkuliahan. Semoga aku dapat sukses dan membantu KAMAJAYA Scholarship untuk terus berkembang.

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA