KAMAJAYA Scholarship / Penerima Beasiswa  / Periode 2020/2021  / Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Jordy Christevan Limeranto

Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Jordy Christevan Limeranto

Jordy Christevan Limeranto

Tanggal Lahir:
Kota Asal:
Studi:

23 Desember 2001

Tobelo

Fakultas Teknik Prodi Teknik Sipil semester 4 (Maret 2021)

Jordy Christevan Limeranto

Mahasiswa Fakultas Teknik UAJY Prodi Teknik Sipil

Anak Tukang AC dari Tobelo

Perkenalkan nama saya Jordy Christevan Limeranto. Saya akrab dipanggil “Jordy” di sekolah dan di kampus. Sedangkan di rumah, nama panggilan saya adalah “Oyi”. Dulu sejak pertama kali pergi merantau dari Tobelo ke Manado (masuk SMP), nama panggilan keseharian saya di sekolah adalah “Tobelo”. Saya dipanggil dengan nama tersebut karena saya berasal dari Tobelo dan mereka seringkali menertawakan/merasa lucu dengan logat saya.

Saya lahir dari keluarga yang sangat sederhana, bisa dibilang tidak berlebihan/kurang mampu. Orang tua saya masih lengkap (ayah dan ibu). Ayah saya bekerja sebagai tukang AC (air conditioner) panggilan, yang bekerja jika ada order atau panggilan masuk untuk bekerja dengan penghasilan kurang lebih Rp 4.000.000,00/bulan. Pekerjaan ini merupakan pekerjaan musiman, tidak setiap saat mendapat order pekerjaan, kadang sepi kadang ramai sehingga kebutuhan keluarga tidak dapat tercukupi dengan baik. Sedangkan ibu saya, hanya sebagai ibu rumah tangga yang tak berpenghasilan. Jumlah tanggungan orang tua saya adalah 4 orang anak, terdiri dari 2 orang kakak saya, saya sendiri, dan adik bungsu saya.

Menurut pengalaman saya, kondisi keuangan keluarga kami dari waktu ke waktu tidak pernah mengalami peningkatan yang signifikan, bahkan pernah suatu kali orang tua tidak punya uang sama sekali. Jadi, dapat dibilang bahwa perekonomian keluarga kami jatuh bangun, namun tidak pernah sampai berlebihan. Orang tua saya sendiri (ayah dan ibu) menanggapi kesulitan ekonomi hanya dengan pasrah dan berserah diri kepada Tuhan. Saya ingat sekali Ibu selalu berkata, “Tuhan, apa pun yang mau terjadi di hidup ini, terjadilah Tuhan, kami hanya manusia biasa yang hanya bisa menaruh pengharapan kepada-Mu dan terus bekerja sekuat kami.” Namun, ayah saya tetap bekerja setiap hari (6 hari/minggu) dari pagi sampai malam tanpa mengenal istirahat yang cukup untuk berusaha memenuhi kehidupan keluarganya.

Setiap kali ada kesempatan pulang kampung bertemu dengan kedua orang tua, di satu sisi saya sangat senang dan bangga sekali bisa bertemu mereka, tetapi di sisi lain saya tidak dapat menikmati liburan seperti anak-anak lain pada umumnya. Di saat saya diberikan kesempatan untuk pulang bertemu orang tua, saya harus ikut Ayah mencari nafkah/bekerja dari pagi sampai malam. Saya membantu Ayah mencari nafkah dengan menjadi helper-nya. Kami bersama-sama naik sepeda motor, Ayah di depan, sedangkan saya di belakang. Saya memikul tangga beserta peralatan-peralatan yang harus dibawa, seperti freon, pompa cuci AC, dan lain-lain. Semua pekerjaan ini saya lakukan dengan penuh semangat dan senang hati, karena saya berpikir semua ini demi kebaikan dan kebutuhan bersama keluarga, serta demi membiayai pendidikan kami di perantauan.

Saya lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada tanggal 23 Desember 2001. Orang tua saya lahir, berasal, dan bertempat tinggal di Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, yang merupakan sebuah kota kecil di pulau Halmahera. Saya bersama keluarga (ayah, ibu, kakak, dan adik) tinggal di sebuah pedesaan yang namanya Desa Pitu-Lina Ino. Sekarang, kami tinggal di rumah milik sendiri (sebelumnya awal datang ke Tobelo menumpang bersama keluarga). Mayoritas penduduk di sana bekerja sebagai nelayan pantai, karena kondisi geografis mayoritas pantai. Karakteristik penduduk di sana yaitu acuh tak acuh, tidak peduli, masa bodoh. Itu karena terbatas/minimnya akses pendidikan di sana, sehingga cara/pola pikir penalaran mereka kurang baik dan sekaligus mempengaruhi akhlak dan budi pekerti mereka (terutama anak-anak muda).

Riwayat pendidikan saya adalah TK Frater Don Bosco Manado (2006-2007), SD Frater Don Bosco Manado (2007-2009), SD GMIH 4 Tobelo (2009-2013), SMP Frater Don Bosco Manado (2013-2016), SMA BOPKRI 1 Yogyakarta (2016-2019). Prestasi belajar (nilai rapor) saya kadang kala mengalami peningkatan yang signifikan tetapi kadang kala juga mengalami penurunan/nilai anjlok. Ada hal yang membuat saya bangga, yaitu ketika saya mendapat ranking kelas. Selama ini, yang membiayai sekolah saya adalah orang tua saya dan bantuan dari pemerintah berupa Dana BOS.

Selama di Yogyakarta, saya terlibat dalam kehidupan bersama di masyarakat, yaitu saya ikut ambil bagian dalam kegiatan kerja bakti, contohnya pada saat mulai heboh-hebohnya pandemi Covid-19, saya bersama teman-teman kost dan pengurus RT/RW setempat keliling kompleks dan melakukan penyemprotan disinfektan di setiap rumah dan lingkungan sekitar. Suasana kost saya yang sederhana sangat mendukung kuliah saya sehingga prestasi belajar saya meningkat dan memperoleh hasil yang cukup memuaskan. Kesulitan yang saya alami saat ini adalah keterbatasan akses internet karena biaya pulsa/data yang cukup mahal untuk perkuliahan daring (online).

Selama kuliah, saya jarang sekali absen/bolos kuliah, semua mata kuliah yang saya ambil semuanya saya ikuti dengan baik dan mengikuti aturan-aturan yang ditetapkan kampus. Untuk memenuhi kebutuhan saya setiap hari, saya bekerja sampingan sebagai ojek online. Dari hasil bekerja sampingan, saya gunakan untuk bayar uang kost, tabungan, dan sisanya saya gunakan untuk uang saku dan biaya operasional saya setiap hari (seperti makan, bensin, bahan praktikum, dan lain-lain). Di waktu libur panjang (libur semester), saya gunakan untuk bekerja penuh waktu/full sebagai waiter di Rumah Makan The House of Raminten, Kotabaru. Saya mendapat gaji UMK Yogyakarta yaitu kurang lebih Rp 1.855.000/bulan. Dari gaji ini, sebagian saya gunakan untuk bayar uang kost dan sebagiannya lagi saya sisihkan untuk membantu orang tua membayar biaya kuliah. Sudah 2,5 tahun saya lebih memilih tidak pulang berlibur/kumpul bersama keluarga ke kampung halaman karena tidak ada biaya.

Selama kuliah di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, saya mengikuti berbagai UKM di antaranya UKM Bola Voli, sepak bola, futsal, dan badminton. Selain aktif mengikuti UKM, saya juga aktif berpartisipasi dan menjadi panitia dalam berbagai rangkaian acara Prodi Teknik Sipil, di antaranya menjadi Panitia P3K dalam Acara Angkatan 2019, staf/panitia Usaha Dana Civil Engineering Days 2020 (CED 20), staf SIPIL UAJY MENGAJAR (SUM), dan kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Sipil UAJY (HMS UAJY). Cara saya mengatur waktu kuliah dan kegiatan yaitu dengan cara mengutamakan waktu kuliah terlebih dahulu. Jika di luar waktu kuliah ada waktu luang/kosong, saya sempatkan diri berangkat UKM dan membantu mengurus kepanitiaan organisasi. Jadi, biasanya saya keluar kost pagi, pulangnya malam dan langsung istirahat.

Saya sangat berterima kasih kepada KAMAJAYA Scholarship (KS), para donatur, dan seluruh pengurus yang telah memberikan kesempatan untuk bergabung dalam keluarga KS dan telah banyak membantu saya dalam pendidikan yang sedang saya tempuh saat ini. Besar harapan dan cita-cita saya ke depan yaitu harus jadi orang berhasil (sudah saya mulai sejak saat ini yaitu dengan menyisihkan uang hasil kerja, jajan untuk berinvestasi). Saya yakin dan percaya bahwa semuanya ada masanya/waktunya. Ada waktu untuk menanam dan ada waktu untuk menuai apa yang ditanam. Besar juga harapan saya untuk bisa berbagi dengan orang banyak terutama bagi KAMAJAYA Scholarship (KS) agar dana beasiswa ini dapat bergulir dan dirasakan oleh adik-adik dari keluarga kurang mampu yang bergabung dengan KS.

Harus tetap semangat dan berjuang. Sukses selalu, Tuhan Yesus Memberkati kita semua.

Kelas Jogja Istimewa (Jogist 2019), di Taman Budaya Yogyakarta (TBY).
Praktikum Pengukuran & Pemetaan (Ilmu Ukur Tanah).
Nyambi kerja di The House of Raminten.
Pendakian Gunung Kembang, Jawa Tengah.
Puncak Sikunir.

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA