KAMAJAYA Scholarship / Kisah/Kesaksian/Testimoni  / Kisah Penerima Beasiswa: Apakah Saya Mampu?

Kisah Penerima Beasiswa: Apakah Saya Mampu?

Menyusun naskah di gereja untuk shooting video VJ informasi gereja.

Nama saya Selma Oktavia Widayat. Saat ini, saya sudah menempuh Semester 5 dan akan menjalani Semester 6. Semester 5 merupakan semester yang cukup berat bagi saya. Di semester ini, kuliah masih berjalan secara online. Selain itu, di akhir semester ini saya menjalani Kerja Praktek di sebuah perusahaan tekstil di kota kelahiran saya. Saya menjalani kerja praktek sendirian. Selain menjalani kerja praktek, saya aktif dalam kegiatan gereja. Saya tergabung dalam pelayanan singer dan VJ (video jockey) di gereja. Saya juga sedang aktif-aktifnya mengikuti kegiatan sertifikasi dari luar kampus untuk memenuhi SKS saya sebagai konsekuensi berlakunya kurikulum baru (Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka).

Setelah ujian Kerja Praktek.

Akhir-akhir ini, saya merasa sangat sibuk dan waktu 24 jam dalam sehari seperti kurang bagi saya. Saya sering bergadang untuk mengejar segala sesuatu yang harus saya kerjakan sampai-sampai saya sering langsung tertidur jika sudah membaringkan diri di atas kasur.

Untuk semester ini, saya juga cukup tertekan karena banyak pihak yang secara tidak langsung menekan saya untuk lulus dalam waktu 3,5 tahun. Tentu saja saya juga menginginkan hal yang demikian. Namun, rasa lelah ini menghantui pikiran saya. Saya juga ingin beristirahat sejenak, tidak seluruh waktu yang saya miliki saya dedikasikan untuk pendidikan. Saya mulai mengalami keraguan, apakah saya harus tetap maju dan “menghajar” SKS-SKS itu atau saya harus mengapresiasi diri saya sendiri untuk sejenak beristirahat? Saya juga sering bertanya pada diri saya sendiri, apakah seorang Selma akan tetap mampu menjalani kesibukannya?

Menyambut jemaat baru dan memberikan informasi live di gereja.

Di akhir semester 5 yang sudah saya jalani, tidak hanya kebingungan yang membebani pikiran saya, tetapi ada hal positif juga. Saya mulai menyukai bidang Quality Control karena saya mengambil topik itu untuk Kerja Praktek saya. Tidak hanya itu, saya mulai ada minat untuk menggambar lagi (hobi lama saya) untuk mengurangi stres yang sering saya alami.

Saya juga ingin bercerita kepada Bapak bahwa saya diterima di kelas Professional Mentoring Program yang diadakan oleh program studi saya, hanya 18 anak yang diterima, dan saya salah satunya! Di program ini, saya diajak untuk mengenal bagaimana ketika memasuki dunia kerja dan juga mempelajari mengenai keuangan. Yang saya kurang suka dari program ini adalah, terkadang alumni yang membagikan materi, membagikan di jam-jam saya sedang melaksanakan Kerja Praktek. Pikiran saya jadi banyak terbelah.

Di akhir semester 5 ini, terutama saat liburan ini, saya sering termenung terutama mengenai masa depan saya. Di Program Mentoring yang saya sebutkan di atas, alumni menyuruh saya untuk membuat akun Linkedin. Di Linkedin, saya melihat banyak orang-orang yang memiliki bakat luar biasa dan prestasi-prestasi yang mungkin saja banyak perusahaan yang berebut untuk merekrut mereka. Saya lagi-lagi bertanya kepada diri saya sendiri, bisakah saya menjadi seperti itu? Apakah nanti jika saya lulus saya bisa mendapat pekerjaan yang mampu menunjang kehidupan saya dan kedua orangtua saya?

Saya ingin sekali di semester menuju akhir ini saya benar-benar menemukan jati diri saya tanpa rasa ragu!

Pekalongan, 17 Januari 2021
Selma Oktavia Widayat
Mahasiswa Program Studi Teknik Industri UAJY Angkatan 2018
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-4

No Comments

Post a Comment

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA