KAMAJAYA Scholarship / Kisah/Kesaksian/Testimoni  / Kisah Penerima Beasiswa: Tidak Ada Kata Terlambat

Kisah Penerima Beasiswa: Tidak Ada Kata Terlambat

Semester ini sangat berat untuk kulalui, berat dalam arti mempertahankan apa yang sudah saya capai. Semester sebelumnya saya bisa menggapai IP di atas 3.00, saya sangat bangga saat itu dan diikuti dengan rasa takut. Saya sangat takut jika saya tidak dapat mempertahankannya, tetapi saya yakin saya pasti bisa mempertahankannya.

Mengerjakan proposal skripsi sambil menjaga warung di rumah.

Semester 7 adalah semester yang sangat-sangat rumit, di mana harus mengerjakan seminar proposal, dan juga mengejar mata kuliah sisa. Total SKS yang saya ambil yaitu 11 SKS di antaranya ada 3 mata kuliah pilihan dan 1 praktikum, KKN, dan seminar. Semua berjalan dengan baik dan juga saya sudah mengajukan judul seminar proposal saya kepada dosen pembimbing utama dan dosen pendamping, dan judul saya pun diterima. Kelas seminar pun dimulai, dan dosen kelas seminar pun mulai menjelaskan prosedur yang berlaku di Fakultas Teknobiologi UAJY. Di akhir kelas, dosen pun memberi aba-aba kepada kami untuk memilih undian urutan maju presentasi seminar. Tetapi nasib saya kurang beruntung karena saya mendapat jadwal presentasi seminar pertama.

Saya saat itu terkejut dan bingung, karena untuk waktu 3 minggu saya tidak mungkin bisa dapat menyelesaikan laporan seminar sebanyak itu, ditambah lagi syarat sebelum maju presentasi harus mengumpulkan 10 sertifikat seminar online berbasis ilmiah. Saya kewalahan mendaftar dan mengikuti seminar online. Saya putus asa sehingga saya tidak mengerjakan laporan dan mengumpulkan sertifikat seminar online. Saya berpikir, untuk apa saya mengerjakan laporan tetapi sertifikat tidak dapat terkumpul semua.

Saya sudah banyak mengikuti seminar online tetapi hanya 6 sertifikat yang bisa saya kumpulkan padahal waktu tinggal 1 minggu lagi. Saya merasa down dan marah saat itu. Saya tidak melanjutkan membuat laporan seminar karena saya kesal kepada pihak penyelenggara seminar yang sangat lamban mengirim sertifikat kepada saya.

Pengambilan gas LPG di pangkalan untuk dijual kembali di warung.

Laporan seminar ini selalu terngiang-ngiang di kepala saya, karena ini adalah tanggung jawab yang sangat besar. Jika saya tidak menyelesaikannya, kapan saya bisa lulus dan sampai kapan saya baru bisa membanggakan keluarga terlebih orangtua saya? Saya bulatkan tekad untuk mengerjakannya lagi, dan H-4 pengumpulan laporan seminar saya kerjakan. Saat H-2 saya langsung menghubungi dosen pembimbing utama dan dosen pendamping. Puji Tuhan kedua dosen saya masih mau merespon saya dan saya dapat feedback dari mereka di H-1. Saya bingung saat itu, apakah masih mau melanjutkan laporan tetapi waktu sudah mepet dan tidak mungkin selesai. Akhirnya, saya mengerjakan revisi sampai akhirnya saya kehabisan ide. Saya putuskan saat itu untuk berhenti mengerjakan dan langsung menghubungi kedua dosen pembimbing saya bahwa saya tidak dapat melanjutkan seminar saya di semester ini.

Dosen pembimbing utama saya memberi semangat dan terus mendorong saya agar saya harus menyelesaikan seminar di semester 7 ini. Saya bergegas menghubungi dosen kelas seminar saya dan memohon agar saya bisa maju di urutan terakhir seminar. Sayang sekali, nasib belum berpihak kepada saya, dosen kelas seminar saya menolak permohonan saya. Saya pun mengabari dosen pembimbing utama bahwa saya tetap tidak bisa maju seminar di semester 7. Beliau tetap menyemangati saya.

Menjaga anak tetangga yang berkebutuhan khusus.

Keesokan harinya, saya langsung mengabari abang saya. Saya memberitahu bahwa saya tidak bisa seminar di semester 7 ini, saya pun dimaki dan dimarahi saat itu. Hati saya sakit sekali mendengar perkataan abang saya, tetapi saya tahu maksud dan tujuan abang saya itu baik. Saya memohon maaf kepadanya. Saya membuat komitmen kepada Abang bahwa di tahun 2021 saya harus wisuda dan harus lulus dengan nilai yang baik. Saya harus cepat lulus agar saya tidak mengecewakan semua orang lagi.

Semester 7 sudah dilalui, dan waktunya menunggu daftar hasil nilai. Saya sudah tidak berharap untuk mendapatkan IP yang bagus, karena yakin IP saya tidak lagi di atas 3,00. Setelah beberapa minggu menunggu, akhirnya IP sudah dapat dilihat dan saya mendapatkan IP 2,85. Saya sangat sedih sekali dan saya ingin marah melihat nilai E yang tercantum di kolom mata kuliah Seminar. Akibat nilai E ini, IP saya turun drastis. Jika saja nilai seminar saya tercantum B, pasti IP saya tidak 2,85. Saat itu, saya sangat marah kepada diri saya, saya juga meminta maaf kepada Abang. Abang saya tidak berkata apa-apa dan saya tahu kalau dia sangat kecewa kepada diri saya dan ditambah lagi mama saya langsung menanyakan bagaimana kelanjutan beasiswa saya. Saya tidak tahu harus berkata apa, saya hanya bisa menangis saat itu. Saya takut jika ini menjadi tahun terakhir saya dengan Beasiswa KAMAJAYA.

Saya sangat menyesali perbuatan saya. Saya berjanji di dalam hati bahwa saya akan mengejar ketertinggalan saya ini, agar saya bisa membanggakan semua orang terlebih mama dan almarhum ayah saya. Saya sangat berharap Beasiswa KAMAJAYA yang saya dapat bisa terus berlanjut hingga saya lulus nantinya.

Pangkalan Kerinci, 13 Januari 2021
Monica Wulan Sari Simbolon
Mahasiswa Program Studi Biologi UAJY Angkatan 2017
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-3

No Comments

Post a Comment

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA