KAMAJAYA Scholarship / Kisah/Kesaksian/Testimoni  / Kisah Penerima Beasiswa: Senang atau Sedih?

Kisah Penerima Beasiswa: Senang atau Sedih?

Pada hari Senin, 28 Juni 2021 merupakan hari yang saya nantikan sebagai seorang mahasiswa di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, karena pada hari tersebut saya melaksanakan ujian pendadaran. Tidak tahu harus senang atau sedih, inilah hal yang saya rasakan ketika saya dinyatakan lulus ujian pendadaran yang merupakan salah satu syarat untuk meraih gelar Sarjana Informatika (S.Kom).

Saya mulai mengerjakan skripsi saya pada awal bulan Oktober. Skripsi yang saya kerjakan mengambil topik dari lingkungan KAMAJAYA Scholarship. Pada awal mulanya saya ingin membuat aplikasi ASOKA (Aplikasi Scholarship KAMAJAYA) dalam bentuk platform mobile agar mempermudahkan dalam mengaksesnya. Tapi hal ini saya batalkan karena jika saya membuat aplikasi ini dalam waktu 4 bulan saya rasa waktunya tidak cukup, sehingga saya memutuskan untuk membuat sebuah aplikasi bimbingan konseling yang merupakan salah satu fitur dari aplikasi ASOKA dalam bentuk daring dan menggunakan video call. Dalam pengerjaan aplikasi ini, saya menggunakan bahasa baru, yaitu Dart dan menggunakan framework Flutter yang belum pernah diajarkan pada perkuliahan agar mudah dalam pengembangan kedepannya.

Pada bulan November sampai Desember 2020, saya sering bergadang untuk belajar mengenai bahasa tersebut dan mulai membuat beberapa hal yang dibutuhkan dalam pembuatan aplikasi ini. Pada waktu itu, saya berhenti dalam membantu pengeditan video atau membantu dalam melakukan live video ibadah streaming di Gereja dikarenakan kesibukan kuliah, mengerjakan aplikasi tersebut dan harus mencari tempat magang di Semester 8. Pada bulan-bulan ini, saya juga mengalami kecewa dikarenakan waktu mendaftar magang di sebuah perusahaan tertentu tidak diterima dan dalam proses seleksinya cukup lama sehingga saya belum bisa mendaftar ke perusahaan lain, padahal Semester 8 akan segera dimulai. Tetapi ternyata, Tuhan berkehendak lain, saya mendaftar magang di PT Astra Credit Companies dan akhirnya diterima.

Pada awal Semester 8, saya mulai melanjutkan untuk mengerjakan aplikasi tugas akhir saya dan mulai melakukan magang. Saya biasanya membagi waktu untuk pagi untuk pelaksanaan magang dan malam hari dan waktu libur sebagai waktu untuk pengerjaan tugas akhir saya. Terkadang, waktu pengerjaan tugas akhir saya mengalami bentrokan dengan pengerjaan magang yang harus dikerjakan malam hari. Hari demi hari saya lakukan untuk kesibukan mengerjakan aplikasi ini dengan yang sudah saya targetkan dan aplikasi ini masuk dalam tahap pengujian. Saya senang dikarenakan aplikasi yang akan saya buat sebentar lagi akan selesai dan saya dapat menyelesaikan tugas akhir saya. Akhirnya waktu yang saya tunggu sampai dan pembimbing 1 dan pembimbing 2 saya mengizinkan untuk melakukan ujian pendadaran. Lalu, saya mulai mempersiapkan untuk melengkapi dokumen untuk pendaftaran tugas akhir di akhir bulan Mei 2021, tetapi sesuatu hal terjadi.

Pada awal bulan Juni 2021, kakek saya masuk rumah sakit dikarenakan sudah beberapa hari kurang enak badan, dan saya sempat membawa kakek saya melakukan pijat sesuai keinginannya. Setelah itu, kakek saya tidak kunjung sembuh dan mulai tidak mau makan, sehingga pada hari Jumat, 4 Juni 2021 nenek saya meminta kakek saya untuk dibawa ke Rumah Sakit Panti Rini. Pada malam hari, saya tidak bisa tidur karena kakek sedang masuk ruang UGD dikarenakan diagnosa dari dokter mengalami sakit lambung, paru-paru, dan menunggu hasil cek darah. Setelah hasil cek darah keluar di siang harinya, kakek saya dinyatakan reaktif Covid-19 dan kakek harus dirawat di ruang isolasi. Pagi harinya, kami sekeluarga didatangi oleh bidan dan perangkat desa untuk melaksanakan uji tes PCR dan melakukan isolasi mandiri selama 2 minggu.

Selama menunggu hasil tes, kami setiap malam melakukan doa bersama untuk kesembuhan kakek. Pada tanggal 14 Juni 2021, pagi hari rumah sakit memberikan informasi kakek kondisi drop, dan meminta untuk pulang ke rumah. Lalu tepat jam 14:39 WIB, kami sekeluarga mendapat informasi bahwa kakek sudah menghembuskan napas terakhirnya. Sekeluarga mengalami kesedihan yang mendalam, kami hanya bertemu terakhir kalinya melalui video call yang dibantu oleh suster di rumah sakit. Pikiran saya menjadi terganggu dan untuk pendaftaran skripsi saya jadi tertunda. Selama isolasi kami mengalami krisis ekonomi dikarenakan sumber mata pencaharian yaitu warung harus tutup, sedangkan hutang di bank harus terus dibayarkan. Untuk hasil tes PCR keluarga kami baru keluar setelah 10 hari dan puji Tuhan kami sekeluarga dinyatakan negatif Covid-19 dan sudah boleh mengakhiri isolasi mandiri.

Setelah itu, saya memutuskan untuk mendaftar ujian pendadaran, dan ujian pendadaran akan dilaksanakan minimal 1 minggu setelah pendaftaran saya dikonfirmasi dosen pembimbing 1. Pada saat ini, saya juga masih menjadi freelance untuk bekerja di tempat magang saya karena proyeknya yang masih berlanjut sampai Desember 2021. Pada akhirnya tepat 28 Juni 2021, saya melaksanakan ujian pendadaran dan hasilnya saya dinyatakan lulus. Rasa senang dan sedih bercampur yang saya alami pada saat itu. Saya ingat akan perjuangan dari bekerja sebelum dapat mendaftar kuliah, mencari beasiswa, hingga sampai saat ini bisa sampai di ujian pendadaran dan dinyatakan lulus.

Saya ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada keluarga yang selalu mendukung saya, kepada Romo, Suster, Bapak, Ibu Konselor yang selalu membimbing saya, serta tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada donatur dan KAMAJAYA Scholarship yang bersedia membantu saya, sehingga saya tidak mengalami putus kuliah.

Yogyakarta, 2 Juli 2021
Wahyu Candra Buana
Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Angkatan 2017
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-3

No Comments

Post a Comment

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA