KAMAJAYA Scholarship / Lentera Atma  / Lentera Atma: Memahami Kasih Tuhan

Lentera Atma: Memahami Kasih Tuhan

Tuhan ingin pikiran dunia pergi dari pikiran kita dan membiarkan pikiran yang seperti Dia hidup di dalam kita. Akal budi kita harus dipakai untuk mengasihi Tuhan karena akal budi kita adalah milik-Nya, sebab sehelai rambut kita pun adalah milik Tuhan. Jika kita tidak mengasihi Tuhan dengan akal budi, maka kita akan mengandalkan cara kita sendiri untuk memahami kehendak-Nya. Iman itu tidak salah dan tentu kita harus punya iman, tetapi kita juga harus memberikan akal budi kita sebagai persembahan kepada Tuhan. Suatu hari ketika kita sudah memahami kehendak-Nya dan tiba-tiba Tuhan bekerja di luar akal pikiran kita, kita akan menyadari bahwa kita masih tidak tahu banyak tentang Tuhan. Kita sadar posisi kita, dan saat itulah Tuhan bekerja untuk memuliakan diri-Nya di dalam kita. Kita harus mengasihi Tuhan dengan segenap akal budi kita. Namun, kita juga harus mengasihi Tuhan sekalipun akal budi kita tidak dapat memahami-Nya.

Ketika Tuhan ambil satu per satu semua yang kita sukai, bukan berarti karena Dia jahat, melainkan agar kita memiliki Dia sepenuhnya dan juga sebaliknya. Terkadang, kita terlalu mudah dipuaskan oleh hal-hal duniawi, sehingga kita menolak Tuhan ketika Tuhan ambil hal-hal duniawi yang merusak kita dan ingin menggantikan hal-hal duniawi tersebut dengan diri-Nya. Tuhan dimuliakan saat kita berusaha memahami Dia dengan akal budi kita, tetapi Dia juga dimuliakan saat kita tidak memahami Dia dengan akal budi kita. Tuhan bekerja dengan cara yang luar biasa dalam kehidupan kita. Jangan lupa juga bahwa Dia selalu pegang kendali dalam kehidupan kita meskipun kita sedang berada di bawah.

Ketika Tuhan memberikan sesuatu yang kita doakan, setelah kita mendapatkan itu belum tentu kita memuliakan Dia. Oleh sebab itu, seringkali yang kita inginkan tidak terkabulkan. Lalu, bagaimana dengan bagian kita? Bagian kita adalah saat Tuhan dimuliakan di dalam kehidupan kita. Tuhan mengambil sesuatu dari kita bukan supaya kita tersiksa, tetapi supaya Dia menjadi segalanya dalam kehidupan kita dan memulihkan hidup kita. Tugas kita bukan mencari tahu kenapa sesuatu bisa terjadi, tetapi yang terpenting adalah sesuatu yang Tuhan sediakan bagi kita ketika kita menghadapi berbagai macam badai kehidupan. Sebaik apa pun pengharapan yang ditawarkan oleh dunia tidak akan bisa menjamin kehidupan kita. Berharaplah di dalam Tuhan bukan kepada sesuatu yang sia-sia. Mungkin ada kalanya kita merasa letih melayani Tuhan atau jatuh ke dalam dosa. Bagaimana caranya agar kita bisa bergairah kembali melayani Tuhan? Kita sadar bahwa kita harus melayani karena Dia lebih dahulu melayani kita dan kita harus setia karena Dia lebih dahulu setia kepada kita.

Image by Mrexentric from Pixabay

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA