KAMAJAYA Scholarship / Penerima Beasiswa  / Periode 2021/2022  / Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Xenia Adelynn Satmoko

Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Xenia Adelynn Satmoko

Xenia Adelynn Satmoko

Tanggal Lahir:
Kota Asal:
Studi:

5 Februari 1999

Bogor

Fakultas Teknik Prodi Teknik Sipil Internasional semester 8 (Agustus 2021)

Xenia Adelynn Satmoko

Mahasiswi Fakultas Teknik UAJY Prodi Teknik Sipil Internasional

Sedikit Kisah tentang Aku

Aku, Xenia Adelynn Satmoko, berumur 22 tahun dan sedang menempuh pendidikan sarjana di Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Aku mengambil program studi Teknik Sipil Internasional. Aku merupakan anak tunggal dalam keluarga kecilku. Dari aku kecil, aku tinggal bersama Ayah, Ibu, Kakek, Nenek, dan Tante di rumah Kakek. Sampai sekarang, aku hidup dalam kebahagiaan, walaupun banyak permasalahan yang muncul silih berganti. Saat kuliah, aku belajar untuk hidup mandiri. Sebelumnya, belum pernah aku diperbolehkan untuk jauh dari orang tua. Sangat berat juga orang tua melepasku untuk merantau jauh dari keluarga.

Dari aku kecil sampai aku SMP, semua baik-baik saja, keadaan perekonomian keluarga baik dan semua yang dibutuhkan terpenuhi. Namun, pada tahun 2010, saat Ayah mengalami pengurangan tenaga kerja di kantornya, perekonomian keluargaku menurun drastis. Setelah keluar dari bank, uang pesangon yang didapat digunakan Ayah untuk membantu temannya dalam pengerjaan proyek, dan ternyata proyek itu tidak berjalan dan gagal. Dan sekarang, usia ayahku sudah menginjak 50 tahun, dan sangat sulit untuk bekerja kembali. Sampai saat ini, ayahku belum mendapat pekerjaan. Di samping itu, ibuku juga tidak bisa bekerja dikarenakan memiliki penyakit jantung tiroid. Penyakit ini mengakibatkan tubuh mudah lelah dan jika lelah akan keluar keringat dingin dan badan gemetar. Untuk berjalan kaki atau naik tangga saja ibuku sudah lelah, jadi tidak bisa bekerja yang berat, sehingga aku dan keluarga memutuskan agar Ibu tidak bekerja. Dengan kesulitan ekonomi yang dimiliki, membuat keluargaku kekurangan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan, aku masih berusaha untuk mencari kerja dalam kondisi pandemi ini untuk membantu kedua orang tuaku. Di masa pandemi ini, membuatku sulit untuk diterima dalam suatu pekerjaan.

Walau begitu, aku tidak patah semangat. Aku tahu bahwa Tuhan tidak tidur dan Tuhan selalu memberi cobaan yang hamba-Nya bisa lalui. Aku selalu berpikir positif dalam menjalankan segalanya. Walau tunggakan untuk uang kuliahku tidak sedikit, tapi aku tetap optimis bahwa aku bisa lulus. Aku selalu berusaha untuk aktif dalam kegiatan kampus. Pada awal tahunku sebagai mahasiswa, aku sering ikut seminar. Kemudian tahun 2018, aku tergabung dalam beberapa kepanitiaan, di antaranya yaitu panitia Inisiasi Fakultas Teknik sebagai anggota divisi acara, panitia Bridge Design and Story Telling Competition (International Civil Engineering Program) sebagai anggota divisi dokumentasi dan dekorasi, panitia Kompetisi Nasional Civil Engineering Day sebagai volunteer, dan panitia Saptakara sebagai anggota. Aku juga tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMS) tahun 2018/2019 sebagai staf biro usaha dan dana. Kemudian pada tahun 2019, aku juga tetap mengikuti kepanitiaan yang sama seperti tahun 2018. Pada tahun yang sama, aku juga masih tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMS) tahun 2019/2020 sebagai koordinator dalam biro usaha dan dana. Terakhir, pada tahun 2020, aku merupakan Steering Committee untuk divisi usaha dan dana dalam Civil Engineering Day.

Selain semua kegiatan yang aku ikuti, aku juga telah melalui seminar hasilku pada bulan Juni 2021 lalu, untuk tugas akhir, aku mengambil penelitian. Banyak sekali cobaan yang kulalui saat pengerjaannya, mulai dari pasir untuk penelitianku hilang, hujan saat melakukan mixing beton, pembuatan alat-alat tambahan untuk melakukan uji balok dengan harga yang tidak begitu murah, dan cobaan-cobaan yang lainnya. Salah satu yang paling berat adalah kakekku meninggal di tengah-tengah pengerjaan tugas akhir ini. Mengapa paling berat? Karena, aku sangat dekat dengan kakekku dan aku sangat sedih kehilangannya saat itu. Namun, aku berusaha bangkit dan menyelesaikan tugas akhirku. Setelah melakukan seminar hasil, selain bersyukur, aku juga masih cemas tentang tunggakan uang kuliahku, karena salah satu syarat untuk lulus adalah harus bebas uang kuliah. Akan tetapi, Tuhan punya jalan. Aku diterima di Kamajaya Scholarship ini dan aku sangat bersyukur. Bersyukur karena Tuhan selalu besertaku dan bersyukur kepada seluruh pihak KAMAJAYA Scholarship yang telah memberi kesempatan padaku. Untuk kedepannya, aku ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi semua orang dan membantu sesama yang membutuhkan.

Satu hal yang selalu kuingat, bahwa semua orang memiliki jalan dan waktunya masing-masing dalam hidup, baik itu untuk hal baik maupun hal buruk, yang penting selalu berdoa dan percaya bahwa Tuhan selalu ada dan menyertai kita di manapun dan kapanpun.

Saat menjalankan kepanitiaan untuk BDSTC 2018.
Saat menjalankan kepanitiaan untuk BDSTC 2019.
Saat melakukan salah satu acara Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMS).
Saat menjadi Streering Committee untuk CED 2020.

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA