KAMAJAYA Scholarship / Penerima Beasiswa  / Periode 2021/2022  / Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Yosafat Nafthael Andhika Krisna Putra

Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Yosafat Nafthael Andhika Krisna Putra

Yosafat Nafthael Andhika Krisna Putra

Tanggal Lahir:
Kota Asal:
Studi:

30 Oktober 2000

Yogyakarta

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Prodi Ilmu Komunikasi semester 7 (September 2021)

Yosafat Nafthael Andhika Krisna Putra

Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UAJY Prodi Ilmu Komunikasi

Aktif di Kegiatan UKM Sepak Bola dan OMK DIY Choir

Perkenalkan namaku Yosafat Nafthael Andhika Krisna Putra. Aku memiliki 3 nama panggilan, pertama Yosafat atau Nafthael yang biasa dipanggil oleh teman-temanku kuliah, kedua Dhika yang merupakan panggilanku di rumah, dan terakhir terkenal dengan paraban Ucil yang merupakan sapaan akrab teman-teman gereja. Nama panggilan ini muncul ketika aku pertama kali menjadi putra altar atau misdinar. Nama ini sesuai dengan karakter fisikku yang saat itu paling kecil di antara teman-teman lainnya. Dan aku juga tidak merasa keberatan bila mereka memanggilku dengan nama itu karena menurutku nama itu sama bagusnya. Aku lahir di kota Salatiga pada tanggal 30 Oktober 2000. Aku memiliki kedua orang tua yang harmonis dan humoris. Tidak hanya itu, aku diberi karunia oleh Tuhan yakni kedua adikku yang saat ini telah berusia 12 dan 7 tahun.

Saat ini di keluargaku hanya Papa yang bekerja sedangkan mamaku merupakan seorang ibu rumah tangga. Aku berasal dari keluarga yang bisa dibilang biasa-biasa saja dan aku bersyukur atas hal itu. Biasa saja dalam artian sederhana, yakni kedua orang tuaku masih mampu menyekolahkan ketiga anaknya, walaupun aku tahu keadaan dan kondisi perekonomian keluargaku yang pada saat ini dalam keadaan yang tidak begitu baik, akan tetapi orang tuaku tidak pernah mengeluh dan memperlihatkannya kepada aku dan adik-adikku.

Pada pertengahan tahun 2018, bersamaan dengan waktu aku mulai masuk kuliah, karena ada sesuatu hal yang tidak kami inginkan, kami pindah rumah dari rumah keluarga Papa, dan kemudian kami menyewa sebuah rumah kecil yang layak untuk ditinggali. Salah satu alasan kami sekeluarga pindah rumah yakni karena rumah keluarga Papa ditinggali oleh 4 keluarga dan tidak memungkinkan kami tinggal di sana karena bertambahnya jumlah anggota keluarga, sehingga banyak konflik kepentingan yang sering menyebabkan Papa dan Mama berselisih pendapat. Hal itu jugalah yang dikatakan Papa agar Papa bisa menjaga keutuhan keluarganya. Mulai dari kejadian tersebut, akhirnya kedua orang tuaku dan aku serta adik-adikku mulai menata kehidupan kami mulai dari 0 lagi. Karena kebutuhan ekonomi yang semakin meningkat, maka orang tuaku terutama Mama membuka usaha kecil-kecilan yang sering berganti mengikuti kebutuhan keluarga kami. Salah satu kebutuhan ekonomi yang paling banyak yakni membayar rumah kontrakan serta pendidikanku dan kedua adikku. Rumah kontrakan yang kami tinggali ini cukup nyaman untuk keluargaku. Di mana para tetangga kami sangat membantu dalam segala hal dan adikku juga mendapatkan teman baru di sini. Aku bersyukur masih diberikan tempat tinggal yang senyaman ini.

Hari terus berlanjut dan aku mulai menyadari bahwa aku tidak bisa hanya bergantung pada kedua orang tuaku. Hal tersebut karena aku tahu biaya kuliahku yang tidak sedikit ditambah lagi dengan biaya sekolah kedua adikku. Hingga akhirnya pada awal tahun 2020, aku mulai bekerja paruh waktu di daerah Nologaten, Yogyakarta. Aku tergabung dalam perusahaan yang bergerak di bidang makanan, Kebab House namanya. Di sana, mereka menempatkanku sebagai karyawan yang bertugas menyajikan makanan kepada pembeli. Aku mendapatkan teman baru pula di sana karena pemilik perusahaan ternyata tidak begitu jauh umurnya denganku, jadi kita saling dapat bertukar pikiran. Dari hasil aku bekerja, sebagian besar aku gunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan sisanya aku tabung untuk keadaan mendesak. Namun, aku bekerja di sana kurang lebih hanya sekitar 4 bulan saja karena pada waktu itu pandemi COVID-19 semakin meningkat dan para karyawan tempatku bekerja juga sering diliburkan, sehingga aku memutuskan untuk berhenti dari perusahaan tersebut karena keadaan.

Tidak lama setelah aku berhenti dari tempatku bekerja, aku dipercaya oleh ketua UKM Sepak Bola Universitas Atma Jaya Yogyakarta untuk melanjutkan posisinya di tahun berikutnya. Memang aku sudah mengikuti UKM ini sejak semester 1 dan aku juga sangat menyukai sepak bola. Saat itu juga, aku sangat menyadari bahwa menjadi pemimpin UKM sangatlah besar tanggung jawabnya. Aku pun memikirkan tawaran tersebut selama hampir satu minggu sebelum aku memutuskan untuk bersedia menjadi ketua UKM Sepak Bola ini. Sampai akhirnya, aku resmi menjadi ketua UKM Sepak Bola untuk periode 2020/2021. Selama menjabat sebagai ketua UKM, aku berusaha untuk tetap mengadakan latihan rutin seperti yang kami lakukan sebelum adanya pandemi COVID-19 ini. Kami melakukan latihan online dengan menggunakan aplikasi yang sudah difasilitasi oleh kampus yakni Microsoft Teams. Di dalam latihan, kami memutar beberapa gerakan latihan yang harus diikuti oleh anggota UKM Sepak Bola ini. Pada saat latihan, kami juga mengadakan sesi ngobrol antara pelatih dengan anggota UKM karena kami tidak bisa bertemu langsung secara tatap muka.

Tidak hanya aktif di UKM saja, tetapi aku juga tergabung dalam paduan suara OMK DIY CHOIR. Kelompok ini merupakan gabungan dari beberapa OMK di Yogyakarta. Selama aku menjadi anggota kelompok ini, aku sudah berkontribusi dalam mengikuti 2 kali perlombaan, yakni KPS Virtual UC 2020 yang diselenggarakan oleh PSM Universitas Ciputra, Surabaya dan Christmas Virtual Choir Competition 2020 yang diselenggarakan oleh Keuskupan Agung Semarang di mana dalam lomba ini kami mendapatkan juara 2 tingkat nasional. Tentu saja, untuk bisa mendapatkan juara tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kami harus berlatih secara rutin dan melakukan rekaman video karena bentuk dari perlombaan ini adalah perlombaan virtual melalui media YouTube. Aku berpartisipasi sebagai penyanyi serta bertanggung jawab dalam pembuatan video tersebut. Banyak sekali pelajaran yang aku dapatkan pada saat mengikuti perlombaan ini. Salah satunya pada saat proses pembuatan video, kami memerlukan waktu sampai 2 hari untuk pengambilan video masing-masing peserta dan 6 hari untuk editing video tersebut. Aku tergabung dalam editor video dibantu oleh 6 orang lain yang bekerja secara bergantian. Meskipun memerlukan waktu lama dan banyak tenaga yang terkuras, namun aku tetap menikmati prosesnya karena menurutku ini akan menjadi suatu pengalaman yang dapat diceritakan suatu hari nanti. Aku bersyukur hasil kerja keras kami membuahkan hasil yang cukup memuaskan.

Saat ini, aku merupakan mahasiswa aktif semester 6 di Universitas Atma Jaya Yogyakarta Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik program studi Ilmu Komunikasi. Aku memilih program studi Ilmu Komunikasi karena pada dasarnya aku senang berkomunikasi dengan orang lain. Selain itu, aku ingin mengembangkan kemampuanku dalam berkomunikasi, sehingga aku bisa menjadi seorang komunikator yang baik dan bermanfaat bagi banyak orang. Aku memiliki cita-cita, yakni menjadi seorang marketing communication. Karena menurutku seorang marketing communication memiliki tanggung jawab yang besar bagi perusahaan dan menjadi salah satu langkah bagaimana perusahaan tersebut dapat lebih berkembang lagi. Usaha yang telah aku lakukan untuk mencapai cita-citaku tersebut yakni dengan terus-menerus belajar berkomunikasi dan aku juga mengambil mata kuliah yang sesuai dengan cita-citaku.

Aku sangat bersyukur dan berterima kasih karena mendapat kesempatan untuk menerima Beasiswa KAMAJAYA ini, sehingga aku dapat meringankan beban orang tuaku dalam hal ekonomi. Minimal, orang tuaku bisa fokus pada pembiayaan sekolah kedua adikku dan bisa mengalokasikan pendapatannya untuk kebutuhan keluarga, terutama untuk biaya kontrak rumah. Apalagi, hanya Papa yang bekerja untuk keluarga, sehingga beasiswa ini sangat membantu dalam hal membayar biaya kuliahku selama menjadi mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Cita-cita terdekatku yakni dapat menyelesaikan studi tepat waktu, sehingga tidak menambah beban orang tuaku. Aku juga memiliki kemampuan dalam bidang desain grafis terutama untuk mendesain suatu konten atau media promosi. Aku juga terlibat aktif dalam kegiatan Gereja di mana aku tergabung dalam Komunikasi Sosial (KOMSOS) Gereja Brayat Minulya dan sebuah usaha kecil dan menengah dalam bidang desain grafis dan video shooting bernama YoutHoliday CreativePreneur.

Sebagai bentuk rasa terima kasihku, aku akan berusaha membantu semampuku untuk Beasiswa KAMAJAYA terutama dalam promosi sesuai kemampuanku dalam bidang desain grafis untuk konten media sosial. Untuk kedepannya, semoga aku bisa membantu orang tua dalam menyekolahkan adik-adikku dan sebisa mungkin membantu anak-anak lain yang kurang beruntung dalam pendidikan, entah bagaimana caranya, karena aku sudah merasakannya, bagaimana beratnya beban orang tuaku dalam membiayai kuliah dan sekolah adik-adikku. Aku yakin, ada harapan di depan sana, ada sinar terang yang Tuhan berikan untuk aku dan keluargaku. Semoga Tuhan merestui dan membimbing jalanku.

No Comments

Post a Comment

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA