KAMAJAYA Scholarship / Penerima Beasiswa  / Periode 2021/2022  / Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Berlian Bintang Wima Putri

Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Berlian Bintang Wima Putri

Berlian Bintang Wima Putri

Tanggal Lahir:
Kota Asal:
Studi:

10 Februari 2001

Yogyakarta

Fakultas Bisnis dan Ekonomika Prodi Akuntansi semester 7 (Oktober 2021)

Berlian Bintang Wima Putri

Mahasiswi Fakultas Bisnis dan Ekonomika UAJY Prodi Akuntansi

Melalui Berbagai Rintangan

Perkenalkan nama saya Berlian Bintang Wima Putri, biasa dipanggil Berli. Saya lahir di Pemalang, 10 Februari 2001. Saya adalah anak pertama dari ketiga bersaudara, adik saya berumur 11 dan 7 tahun. Ayah dan ibu saya bekerja sebagai wiraswasta yang mempunyai usaha roti kecil-kecilan yang disetorkan di pasar. Awalnya, ibu dan ayah saya membangun usaha roti bersama dengan salah satu teman dari ibu saya, tetapi pada akhirnya ditipu oleh teman dari ibu saya itu. Setelah terkena tipu, ibu dan ayah saya membangun usaha rotinya sendiri dan berjalan dengan lancar. Namun tidak berselang lama, usahanya mengalami kemunduran karena tidak adanya modal dan pesaing yang semakin banyak.

Saat umur 3 tahun, saya memasuki Taman Kanak-Kanak (TK) Asih Sejati. Pada umur 5 tahun, saya mulai memasuki Sekolah Dasar (SD), saya bersekolah di SD Adisucipto 1. Awalnya, saya belum boleh untuk masuk SD karena umur saya yang tergolong masih muda, dan pada saat itu standar umur untuk memasuki masa SD adalah 6 tahun. Tetapi, dengan bekal pengetahuan tentang bagaimana cara menulis, mengeja, dan membaca yang benar sejak dari TK dan ajaran ibu saya, saya berhasil lolos tes untuk masuk SD. Saat di sekolah dasar, saya selalu masuk 10 besar di sekolah, dan berhasil mendapatkan peringkat nilai Ujian Nasional tertinggi saat kelas 6 SD.

Beranjak ke jenjang SMP, saya mendaftar di SMP Negeri 8 Yogyakarta yang merupakan salah satu SMP favorit di Yogyakarta. Masa-masa SMP tidak saya lalui dengan mudah, karena persaingan berat dari teman-teman saya. Saat SMP, saya juga tidak memiliki teman yang banyak karena saya di-bully oleh teman-teman saya. Akibat bully-an itu, sempat membuat saya trauma. Sampai saat saya memasuki SMA kelas 10 pun, saya masih tidak memiliki teman karena saya takut untuk berkenalan dengan orang baru. Tetapi, saya berpikir untuk tidak selamanya berada dalam ketakutan. Lalu, saya mulai untuk membuka diri kepada orang lain dan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler di SMA, berkenalan dengan banyak teman. Saat SMA, saya mengambil jurusan IPS, dan terdapat mata pelajaran akuntansi, saya tertarik dan cukup baik dalam memahami pelajaran tersebut. Hal itu yang membuat saya ingin mengambil jurusan Akuntansi pada saat kuliah nanti. Masa SMA pun segera berakhir.

Pada awalnya, saya mencoba tes masuk Akademi Kepolisian dan tes masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara, tetapi saya tidak lolos dalam tes tersebut. Lalu, saya mencoba mengikuti tes SBMPTN, karena saya ingin masuk perguruan tinggi negeri, agar dapat membantu perekonomian keluarga yang pada saat itu sedang tidak stabil. Namun, nasib berkata lain, saya juga tidak dapat lolos dalam tes SBMPTN tersebut. Saya merasa sedih, putus asa, kecewa, dan merasa gagal terhadap diri sendiri. Lalu, saya berpikiran untuk mendaftar di universitas swasta. Saat itu, saya mendaftar Universitas Atma Jaya Yogyakarta melalui jalur tes dan saya lolos. Setelah itu, saya mengikuti proses registrasi dan pembayaran uang masuk kuliah. Namun, saya ingat bahwa keadaan ekonomi keluarga saya pada saat itu sedang berada di titik paling bawah. Bahkan, SPP saya saat SMA dari kelas 11 pun belum dibayarkan, sehingga saya belum bisa mengambil ijazah SMA. Hal ini yang menyebabkan kedua orang tua saya menghadap ke Wakil Rektor II UAJY untuk meminta dispensasi pembayaran uang kuliah. Untuk membantu perekonomian keluarga, saya pun melakukan beberapa hal.

Pada tahun 2019, saya memutuskan untuk mengambil kerja paruh waktu di sebuah coffeshop, dengan harapan dapat memenuhi kebutuhan saya sendiri atau lebih baik dapat membantu orang tua saya walaupun hanya sedikit. Saya diterima dan bekerja di sana sampai sekarang, kurang lebih sudah 2 tahun. Sebagian uang hasil kerja saya gunakan untuk membayar SPP. Sedikit demi sedikit, saya mampu meringankan beban orang tua saya, dengan cara membantu untuk membayar biaya studi kuliah walaupun tidak seberapa. Sebisa mungkin juga saya mengurangi untuk meminta uang kepada orang tua saya, karena saya paham betul bagaimana kondisi keuangan orang tua saya yang saat itu semakin memburuk.

Seiring berjalannya waktu, kondisi ekonomi keluarga kami bukan semakin membaik, tapi semakin memburuk, ditambah dengan adanya Pandemi COVID-19 yang membuat usaha orang tua saya juga terdampak dan mengakibatkan penjualan menurun drastis. Dengan penghasilan yang seadanya, dan beban tanggungan yang lebih besar, orang tua saya berusaha untuk tetap bekerja keras agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga kami.

Dengan keadaan yang tak kunjung membaik, saya dapat merasakan bagaimana stresnya kedua orang tua saya saat itu. Hampir setiap hari, orang tua saya mengkhawatirkan mengenai biaya kuliah saya, dan juga biaya sekolah adik-adik saya. Pernah di suatu saat di Semester 3, saya telat untuk membayar SPP Variabel dikarenakan orang tua saya belum memiliki uang untuk membayarnya, sehingga saya mengajukan dispensasi pembayaran. Dikarenakan pembayaran yang telat, saat itu saya tidak bisa mengikuti 2 mata kuliah saat Ujian Tengah Semester. Saya tidak dapat mengambil kartu ujian mahasiswa sebagai syarat untuk mengikuti ujian karena belum membayar SPP Variabel. Akhirnya, saya dinyatakan tidak lulus kedua mata kuliah tersebut.

Namun, saya tidak ingin menyerah pada keadaan, saya tetap menjalani proses perkuliahan dengan sebaik-baiknya. Selain itu, saya juga mengikuti kegiatan dan aktif di organisasi kampus selama 2 tahun dari tahun 2018 sampai 2020. Dengan mengikuti organisasi tersebut, saya dapat menambah relasi dan bersosialisasi dengan teman-teman baru, dan tentunya mendapat pengalaman yang baru juga. Saya yakin dengan keyakinan, doa, usaha, dan pertolongan Tuhan, saya dapat melewati fase berat dalam kehidupan ini, dapat menuntaskan perkuliahan, dan dapat memberi kembali dan berbakti pada orang tua saya.

Saat awal semester 6, saya terancam putus kuliah (atau harus mengambil cuti) karena orang tua saya tidak memiliki uang untuk membayar biaya kuliah. Saat itu, saya ingin mengajukan dispensasi ke kantor keuangan UAJY. Saya hendak menggunakan uang hasil dari saya kerja untuk membayar, tetapi permohonan dispensasi saya ditolak dikarenakan tunggakan SPP semester sebelumnya sangat banyak dan uang hasil kerja saya juga kurang untuk membayar tunggakan SPP tersebut. Saat itu, saya hanya bisa pasrah jika memang harus mengambil cuti, ataupun harus putus kuliah karena melihat keadaan ekonomi orang tua saya yang sangat tidak memungkinkan untuk dapat membiayai kuliah saya. Lalu, ada teman saya membantu saya untuk melakukan pendaftaran Beasiswa KAMAJAYA. Kemudian, saya mendaftar Beasiswa KAMAJAYA pada semester 6 dan salah seorang pengurus KAMAJAYA Scholarship menyarankan saya untuk membuat esai diri mengenai hambatan yang saya alami untuk dapat melanjutkan kuliah. Esai tersebut dilihat oleh salah satu donatur yang merupakan alumni Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang berniat untuk membantu biaya kuliah saya dengan syarat saya dapat menjalankan kehidupan perkuliahan dengan baik.

Singkat cerita, saya kemudian diberikan surat permohonan dispensasi dan jaminan dari pihak KAMAJAYA Scholarship untuk diberikan ke kantor keuangan UAJY. Permohonan dispensasi tersebut pun disetujui, dan Puji Tuhan saya masih dapat mengikuti perkuliahan di Semester 6. Tetapi, terlepas dari itu saya masih khawatir apakah saya mendapatkan beasiswa dari KAMAJAYA Scholarship atau tidak karena proses seleksi beasiswa masih berlangsung. Setiap tahapan seleksi saya ikuti dengan baik. Hingga pada tanggal 5 Juli 2021, akhirnya pengumuman hasil seleksi Beasiswa KAMAJAYA telah keluar. Saya dinyatakan lolos seleksi Beasiswa KAMAJAYA. Akhirnya, saya dapat bergabung dengan KAMAJAYA Scholarship.

Saya sangat bersyukur dan sangat berterima kasih kepada Tuhan karena telah mengabulkan doa saya sehingga saya diterima menjadi bagian dari KAMAJAYA Scholarship. Tuhan telah memberikan saya jalan untuk melanjutkan kuliah dengan mengutus hamba-Nya untuk membantu saya. Dengan adanya Beasiswa KAMAJAYA, perkuliahan saya dapat berjalan dengan lancar dan saya tidak perlu khawatir lagi akan biaya kuliah sampai lulus. Teringat akan pertolongan yang sudah diberikan kepada saya, sebagai penerima beasiswa saat ini, saya akan semakin semangat dalam kuliah dan menjaga baik nama KAMAJAYA Scholarship. Setelah saya lulus dan bekerja nanti, saya berharap dapat membantu anak-anak lain yang memiliki nasib seperti saya yang kesulitan dalam perekonomian. Terima kasih KAMAJAYA Scholarship karena sudah membantu saya dalam sulitnya perekonomian saat ini.

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA