KAMAJAYA Scholarship / Kisah/Kesaksian/Testimoni  / Kisah Penerima Beasiswa: Tidak Ada Kata Terlambat

Kisah Penerima Beasiswa: Tidak Ada Kata Terlambat

Tidak ada kata terlambat untuk memulai. Yaa …, kalimat ini yang selalu ada di pikiranku. Semester lalu, aku telah menyia-nyiakan waktuku untuk menyusun proposal seminar, tetapi dengan semangat aku harus bisa bangkit dan berjuang agar aku bisa mengejar keterlambatanku yang tertinggal jauh dari teman-temanku. Rasa malu yang kutahan dan melihat kekecewaan di raut wajah keluargaku, tak ingin kuulang kembali, hingga akhirnya seminarku mendapatkan nilai A-, dan tandanya aku bisa lanjut di Semester Gasal untuk berjuang kembali dalam mengerjakan skripsi.

Tiga bulan adalah jembatanku untuk berjuang. Jika aku goyah kembali aku akan mengulang kesalahan seperti dulu, tetapi jika aku bisa melewatinya aku bisa mengabulkan impian ibuku, yaitu melihat anaknya menggunakan toga dengan tersenyum bahagia. Di tengah-tengah pengerjaan skripsi, banyak menguras air mata, hati dan pikiran. Melihat Ibu sakit membuat pikiranku menjadi terbagi hingga tidak fokus dalam mengerjakan skripsi. Aku selalu menguatkan Ibu dengan berkata, “Mak, jangan sakit-sakit. Kalau Mamak sakit, kita ga bisa foto wisuda.” Perkataan ini sangat manjur baginya. Dan puji Tuhan, Ibu bisa pulih dan dapat melakukan aktivitas kembali.

Terkadang, aku terlalu takut dengan ekspektasi keluargaku. Jika aku tidak bisa wisuda tepat waktu, ibuku pasti merasa malu, karena beliau sangat bangga bercerita dengan teman-temannya dan tetangga jika anaknya akan wisuda tahun ini. Demi menyenangkan Ibu dan keluargaku, aku terus berjuang hingga akhirnya naskah skripsiku disetujui oleh dosen pembimbing dan dapat maju pendadaran di tanggal 14 Otober 2021. Rasa senang dan bahagia ini kusalurkan kepada ibu, abang, dan kakakku.

Tiba saatnya aku maju pendadaran, rasa kurang percaya diri, takut, dan gugup tidak bisa kuhindari. Selama 2 jam diuji, aku merasa kaki ini tidak lagi menapak lantai. Hingga akhirnya, hasil keluar dan aku dinyatakan lulus. Puji syukur kuhaturkan kepada Tuhan Yesus atas pencapaianku, dan tak lupa aku mengabari keluargaku dan mereka menangis dan tersenyum bahagia mendengar kabar kelulusanku. Hari itu kunobatkan menjadi hari yang sangat istimewa karena akhirnya aku bisa dan aku dapat mengabulkan impian ibuku, dan sebentar lagi beliau bisa melihat anaknya menggunakan toga.

Tuhan Yesus sangat baik, ia selalu mendorongku untuk terus bangkit. Pencapaian ini kupersembahkan kepada Ibu dan almarhum Bapak. Dengan doa dan semangat yang mereka berikan dapat menuntun aku hingga detik ini. Tak lupa juga kuucapkan terima kasih tak terhingga kepada KAMAJAYA Scholarship. Tanpa bantuan dari KAMAJAYA Scholarship, mungkin aku tidak bisa mencapai impian ibuku. Ini semua bukanlah akhir, namun justru awal dari perjalanan baru menapaki kehidupan yang sebenarnya di luar sana. Semoga aku bisa menjadi berkat melalui KAMAJAYA Scholarship dan dapat membantu teman-teman di luar sana yang ingin mengejar mimpi hingga menjadi kenyataan.

Yogyakarta, 26 Oktober 2021

Monica Wulan Sari Simbolon
Mahasiswa Program Studi Biologi UAJY Angkatan 2017
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-3

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA