KAMAJAYA Scholarship / Penerima Beasiswa  / Periode 2021/2022  / Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Maria Claudia Lovania Mulyadi

Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Maria Claudia Lovania Mulyadi

Maria Claudia Lovania Mulyadi

Tanggal Lahir:
Kota Asal:
Studi:

3 Maret 1999

Pandeyan, Yogyakarta

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Prodi Sosiologi semester 7 (Oktober 2021)

Maria Claudia Lovania Mulyadi

Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UAJY Prodi Sosiologi

Saya Ingin Berhasil dan Tidak Diremehkan

Halo Perkenalkan! Nama saya Maria Claudia Lovania Mulyadi biasa dipanggil Audi dari Program Studi Sosiologi, Semester 7, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Saya lahir di Lampung pada tanggal 3 Maret 1999. Saya anak pertama dari 3 bersaudara. Saya memiliki seorang adik laki-laki sekarang masih kuliah semester 2, lalu adik saya yang perempuan masih kecil kelas 6 SD. Saya dilahirkan dari pasangan Bapak Fransiskus Panca Mulyadi dan Yuliana Sri Handayani. Semasa SMA, banyak prestasi yang saya peroleh. Saya selalu terpilih mewakili sekolah untuk mengikuti Olimpiade-Olimpiade Biologi dan Kimia, baik di tingkat Universitas maupun Nasional. Saya juga berhasil masuk semifinal OPSI (Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia) tingkat Nasional 2016-2018 selama 2 periode dengan penelitian ilmiah yang berbeda karena dulu saya SMA jurusan IPA.

Latar belakang keluarga yang dapat saya ceritakan yakni memiliki kehidupan yang saya jalani dari kecil sampai sekarang sangatlah sederhana walaupun masih ada kebutuhan yang kurang tentunya, kami selalu bersyukur akan situasi hidup yang kami terima.

Mungkin setelah membaca esai diri saya memang terlihat rumit dan menyedihkan, tapi ini memang kenyataan hidup yang harus saya dan adik-adik saya hadapi. Ayah dan ibu saya sejak 11 tahun yang lalu pisah ranjang, tetapi sampai sekarang belum cerai karena di dalam pernikahan Katolik apa yang sudah dipersatukan oleh Tuhan, tidak bisa diceraikan oleh manusia. Ibu saya bekerja menjadi tukang kue dan menerima pesanan catering anak SD, sedangkan ayah saya bekerja sebagai sopir. Walaupun begitu, saya dan adik-adik saya selalu ingin mengubah nasib kami bertiga untuk menjadi yang lebih baik lagi dan berkeinginan untuk membahagiakan kedua orang tua kami terutama ibu saya. Oleh karena itu, kami selalu rajin belajar dan tiada hari kami bertiga tanpa membaca buku. Itu yang menjadi fokus saya dan adik-adik saya untuk terus maju dan berjuang bersama.

Kami berasal dari Lampung, tetapi waktu saya SMP kami pindah ke Yogyakarta. Saya tinggal bersama ibu dan adik-adik saya, karena ayah saya jarang pulang ke rumah. Kami tinggal di daerah yang penghuninya mayoritas beragama Islam. Istilahnya jika di kota Yogyakarta ini, kami tinggal di tengah-tengah Ka’bah-nya orang Islam, dan hanya keluarga kami saja yang menganut agama Katolik. Tetapi hal itu tidak membuat kami riskan atau ketakutan, justru kami percaya ada rencana Tuhan untuk saya dan keluarga. Saya dan keluarga senang membaur dengan tetangga walaupun kami berbeda agama.

Pengalaman saya dalam kegiatan kemahasiswaan banyak sekali karena saya termasuk orang yang sangat aktif dalam bergaul, bersosialisasi, dan berorganisasi. Ini sangat sesuai dengan program studi saya, yaitu Sosiologi. Saking aktifnya sampai nilai SPAMA (Sistem Partisipasi Aktivitas Mahasiswa Atma Jaya) sudah saya selesaikan dalam waktu setahun lebih sedikit. Sampai sekarang, nilai SPAMA saya sampai luber-luber alias kelebihan nilai dari yang dipersyaratkan. Berbagai kegiatan saya ikuti selama menjadi mahasiswa, contohnya saja saya aktif dalam mengajar anak-anak yang tidak mampu di perkampungan, saya juga mengikuti organisasi kampus Missio Dei dari Badan Pelayanan Kepemudaan Karismatik Katolik, baik di kampus dan lingkungan gereja terdekat dari rumah saya. Dengan mengikuti anggota komunitas doa karismatik ini, saya mampu menjangkau umat Katolik yang lainnya untuk merasakan sapaan Allah lewat pembaharuan hidup dan Roh Kudus. Saya juga aktif dalam mengikuti Bakti Sosial ke Panti Asuhan dan sekolah-sekolah yang terpencil di Boro. Waktu itu, saya terjun langsung dalam mengajar dan berbagi sembako serta alat-alat tulis untuk anak-anak di sana.

Saya juga mengikuti kegiatan penanaman mangrove dan 1.000 pohon, mengikuti acara food and action yang diselenggarakan oleh Leaders Community. Saya juga aktif dalam kegiatan-kegiatan kampus, misalnya saja saya ikut menjadi panitia acara SC dan Etnografi yang diselenggarakan oleh HMPS SOS. Kebetulan saya terpilih menjadi koordinatornya. Selain kegiatan-kegiatan di atas, saya juga aktif mengikuti koor kampus dan Gereja. Tidak hanya di sekitar kampus saja, saya juga berperan aktif di lingkungan masyarakat sebagai Bendahara Kampung Muda Mudi RT 029, RW 007. Di sini, saya dipercaya untuk memegang keuangan kampung muda mudi RT 029, RW 007 baik uang kas, simpan pinjam, bakti sosial, konsumsi, dan arisan. Puji Tuhan sudah berjalan 2 tahun ini saya dipercaya memegang keuangan karena saya selalu melaporkan keuangan dengan baik dan jujur setiap bulannya.

Semua kegiatan yang saya ikuti bukan hanya sekedar untuk mencari nilai SPAMA. Semua kegiatan ini saya lakukan dengan senang hati dan ikhlas karena saya tahu ketika saya aktif berarti saya dipanggil untuk melayani sesama yang membutuhkan. Oleh sebab itu, saya harus bisa mengembangkan talenta saya selama saya masih hidup di dunia ini.

Saya sangat membutuhkan Beasiswa KAMAJAYA karena untuk membantu meringankan beban kedua orang tua saya, apalagi di saat pandemi COVID-19 ini ekonomi keluarga kami sangatlah terdampak. Ayah saya yang hanya seorang sopir taksi, karena adanya pandemi COVID-19 ini kehilangan banyak penumpang. Orang-orang jarang keluar rumah sekarang, mall-mall, bandara, hotel-hotel tutup dan semua akses masuk ke kota Yogyakarta ditutup, sehingga tidak ada wisatawan yang ke Kota Yogyakarta sama sekali. Para mahasiswa sebagian besar juga sudah pada pulang ke kampungnya masing-masing. Karena sepi tidak ada penumpang, ayah saya sehari hanya dapat Rp 40.000. Itu pun masih penghasilan kotor, belum dikurangi bensin dan setoran ke kantor taksi.

Sama halnya dengan usaha ibu saya. Karena pandemi COVID-19 ini, anak-anak SD diliburkan dan tidak ada yang pesanan catering makanan di jam istirahat sekolah. Saya sedih sekali rasanya, harus berbuat apa lagi untuk membiayai kuliah saya. Meskipun sudah mendapatkan beasiswa SPP tetap, namun saya masih harus membayar SPP variabel. Berhubung saya sudah mendapatkan beasiswa SPP tetap selama 2 semester berturut-turut, sekarang tidak bisa lagi karena ada ketentuan bahwa beasiswa SPP maksimal hanya 2x saja. Sebelum adanya COVID-19, saya mengisi waktu luang dengan bekerja sebagai pengajar les privat untuk anak-anak. Selama pandemi, sekolah-sekolah diliburkan semua dan UN ditiadakan tahun ini, sehingga anak-anak pun berhenti les privat dengan saya.

Saya merasa putus asa. Dalam batin dan doa saya berminggu-minggu, apakah saya masih bisa melanjutkan kuliah saya di semester berikutnya? Kadang saya kepikiran juga tentang kesehatan ibu saya yang punya penyakit jantung dan sering sakit-sakitan, jadi saya selalu memberi kekuatan untuk ibu saya untuk tetap semangat dalam menghadapi kesusahan ini. Kami sekeluarga bekerja sama membuat kue-kue dan saya jual di pasar dan mengantarnya ke lingkungan-lingkungan gereja dan ibu-ibu PKK. Syukurlah pertolongan akhirnya datang melalui Beasiswa KAMAJAYA.

Jadi, dengan Beasiswa KAMAJAYA ini saya akan memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk belajar lebih fokus dan rajin lagi demi cita-cita saya. Adik-adik saya juga terdorong untuk giat belajar dan dapat berprestasi melanjutkan sekolah mereka juga, jangan sampai adik-adik saya putus sekolah karena tidak ada biaya.

Cita-cita saya adalah ingin menjadi seorang Dosen dan Diplomat Muda karena saya ingin terus berbagi ilmu dengan orang lain dan menjadi kebanggaan orang tua, terutama buat ibu saya. Walaupun saya dari keluarga yang tidak utuh, tapi saya percaya Tuhan Yesus tidak tidur untuk langkah hidup saya. Saya punya keinginan untuk terus bangkit dan mengubah nasib saya menjadi pribadi yang lebih baik lagi daripada sebelumnya. Ini semua saya lakukan untuk membahagiakan orang tua, adik-adik saya, dan orang-orang yang telah memilih dan membantu saya mendapatkan beasiswa ini.

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA