KAMAJAYA Scholarship / Penerima Beasiswa  / Periode 2021/2022  / Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Andreas Dwi Nugroho

Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Andreas Dwi Nugroho

Andreas Dwi Nugroho

Tanggal Lahir:
Kota Asal:
Studi:

27 Juni 1998

Yogyakarta

Fakultas Hukum Prodi Ilmu Hukum semester 5 (Desember 2021)

Andreas Dwi Nugroho

Mahasiswa Fakultas Hukum UAJY Prodi Ilmu Hukum

Keinginan, Usaha, dan Doa

Perkenalkan nama saya Andreas Dwi Nugroho, bisa dipanggil Dian, Ohok, Andre. Saya lahir di Sleman pada tanggal 27 Juni 1998. Nama panggilan saya saat sedang di rumah dan di lingkungan desa yaitu Dian, lalu nama panggilan saya di SMA dan di kampus yaitu Ohok dari nama belakang saya atau Andre supaya lebih mudah untuk teman-teman memanggil.

Saya lahir di keluarga sederhana dengan seorang saudara kembar yaitu Andreas Eko Nugroho dan karena lahir terakhir, maka saya adalah anak kedua. Saya besar dan tinggal di desa dengan kedua orang tua. Ayah saya Antonius Maryana bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Ibu saya Florentina Sumiasih adalah pensiunan pegawai Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Keluarga saya hanya beranggotakan empat orang ditambah nenek saya sebelum meninggal. Dari kecil hingga sekarang saya selalu bersama-sama dengan saudara kembar saya, dari SKB, TK, SD hingga SMP saya sekolah di Berbah, berlanjut di SMA Pangudi Luhur Yogyakarta dan kuliah di Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Saya dan saudara saya kuliah di Universitas Atma Jaya Yogyakarta namun berbeda Fakultas, walaupun kembar kami memiliki keinginan masing-masing. Karena kami masuk kuliah pada waktu yang bersamaan pada tahun 2017, orang tua kami mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk kami berdua. Saudara kembar saya masuk di Fakultas Teknobiologi dan saya masuk di Fakultas Teknologi Industri, Program Studi Informatika. Biaya untuk masuk di program studi eksakta sangatlah tinggi dibandingkan dengan program studi non-eksakta. Namun berselang setelah dua tahun, saya tidak lagi sanggup untuk melanjutkan kuliah di Informatika karena ketidakmampuan saya. Dengan berat hati dan pertimbangan orang tua, serta bimbingan dari KKACM UAJY saya memutuskan untuk pindah fakultas/program studi. Saya pun memikirkan biaya yang memang tidak sedikit untuk pindah fakultas/program studi, namun karena keputusan yang bulat dan orang tua mendukung, atas dasar lebih baik lulus di fakultas/program studi yang non-eksakta dengan nilai bagus daripada lulusan fakultas/program studi eksakta dengan nilai yang jelek. Jadi, saya memilih untuk tetap lanjut kuliah namun pindah ke Fakultas Hukum UAJY pada tahun 2019.

Berat di hati saya karena bisa dianggap ini kegagalan saya sendiri dalam studi. Dari pengalaman kesalahan dan kegagalan, saya berjuang untuk bangkit di kesempatan yang baru ini sebagai mahasiswa Fakultas Hukum. Kepindahan saya dari fakultas/program studi eksakta ke non-eksakta, dengan perlahan memulai hal baru dan belajar dengan sungguh-sungguh untuk mencapai nilai akademik yang baik hingga sekarang.

Kehidupan dan ekonomi keluarga kami mulai menurun semenjak ibu saya pensiun, karena uang pensiun Ibu hanya seperempat dari gaji saat masih aktif. Banyak potongan gaji dari ayah dan ibu saya, karena semasa kami tinggal dengan Nenek, pengeluaran kami memang banyak. Keluarga kami merawat Nenek dengan semua biaya yang ditanggung oleh orang tua kami hingga meninggalnya nenek pada umur 100 tahun di tahun 2016 saat saya duduk di SMA. Perpindahan fakultas/program studi yang saya alami juga memperberat keadaan ekonomi keluarga. Saudara kembar saya juga belum selesai atau lulus padahal masa studinya sudah melebihi delapan semester. Beban tanggungan orang tua yang menguliahkan dua orang anak dengan hanya mengandalkan potongan gaji merupakan hal yang berat bagi orang tua saya. Walaupun sekarang sulit dalam keuangan, orang tua tetap berjuang untuk membiayai kami berdua hingga lulus kuliah.

Sedari kecil saya sudah aktif dalam kegiatan maupun organisasi di desa dan di gereja, dengan bimbingan orang tua untuk selalu mengikuti segala aktivitas di lingkungan sekitar. Bimbingan Ibu sebagai pengurus gereja, pengurus dusun, dan pelatih koor yang ada di gereja dan di desa, menjadikan saya dengan sendirinya mau ikut serta dalam semua kegiatan gereja dan kegiatan di desa. Di kehidupan bermasyarakat, saya ikut serta dalam kegiatan dan turut aktif mengembangkan diri untuk terus berkarya dalam kegiatan maupun organisasi desa. Di desa, saya aktif di setiap event tahunan seperti Sumpah Pemuda, 17 Agustus-an, Idul fitri, serta Natal sebagai anggota dan pengurus.

Adapun kegiatan desa yang bersifat rohani, yaitu sembahyangan rosario di setiap rumah secara berurutan dan kegiatan rohani bagi OMK desa sendiri. Kegiatan di gereja saya mulai dari saat masih kecil dengan mengikuti sekolah Minggu, dan berlanjut ke PA (Putra Altar) sebagai anggota dan pengurus dan OMK (Orang Muda Katolik) sebagai anggota dan pengurus dalam kegiatan menggereja. Untuk event gereja, ada momen yang tidak pernah saya lupakan, yaitu saat saya menjadi ketua untuk Perayaan Natal tahun 2018, maju ke mimbar lektor mewakili teman-teman panitia untuk meberikan ucapan “Selamat Natal” bagi romo dan semua umat yang ada gereja. Itu merupakan hal yang membanggakan bagi saya sendiri atas pencapaian saya dan teman-teman serta keluarga yang selalu mendukung.

Saat saya duduk di SMP, saya aktif di kegiatan ekstrakurikuler di sekolah seperti Pramuka, dan kelompok saya selalu mendapat juara atas kerja keras tim kami. Saat di SMA pun saya aktif di Pramuka dan mendapatkan kemenangan atas kerja sama tim. Di SMA, saya juga aktif di kegiatan pencinta alam yang bisa dibilang paling berat dibandingkan kegiatan ekstrakurikuler lainnya dalam hal kekuatan fisik. Saat masih duduk di kelas 11 SMA, kegiatan pencinta alam yaitu pendidikan dasar (Diksar) yang mengharuskan hidup di alam liar Pegunungan Girimulyo Wonogiri selama tiga hari tiga malam bersama sembilan teman yang lain tanpa pembimbing. Sebagai pecinta alam pastilah juga dibarengi dengan menikmati alam, dan penikmat alam belum tentu mencintai alam. Waktu masih kuliah di Informatika saya mengikuti kepanitian IFEST #6 sebagai anggota perlengkapan, Sekarang di Fakultas Hukum, saya menjadi anggota pengurus Komunitas Anti Korupsi (KOMUTASI) dan anggota pengurus SAHABAT FH UAJY.

Saat perekonomian keluarga kami sedang sulit, teman ibu saya memberitahu tentang adanya Beasiswa KAMAJAYA. Ketika itu, saya belum mengerti tentang Beasiswa KAMAJAYA. Ibu memberitahui tentang adanya pendaftaran Beasiswa KAMAJAYA dan saya tertarik karena melihat kondisi ekonomi keluarga kami. Saya juga sadar diri akan beban biaya orang tua saya saat saya dan saudara kembar kuliah yang masih sepenuhnya ditanggung orang tua. Jadi, saya berinisiatif untuk mencari informasi dan bertanya langsung ke pengurus pendaftaran Beasiswa KAMAJAYA. Saya bertanya tentang ketentuan dan syarat untuk dapat mengikuti pendaftaran Beasiswa KAMAJAYA.

Saya mendaftar bareng dengan saudara kembar saya. Syarat dan ketentuan pendaftaran Beasiswa KAMAJAYA memang tidak begitu banyak, bisa dibilang kurang lebih sama dengan beasiswa-beasiswa lainnya. Dari awal pendaftaran hingga pengumuman hasil seleksi Beasiswa KAMAJAYA, saya dan keluarga selalu berdoa bersama dan berharap paling tidak ada salah satu dari kami yang mendapat Beasiswa KAMAJAYA untuk mengurangi beban biaya di keluarga. Saat mengikuti pertemuan Pengumuman Hasil Seleksi Beasiswa KAMAJAYA, saya sendiri kaget kalau saya diterima untuk mendapatkan Beasiswa KAMAJAYA. Saya juga sadar bahwa mungkin ada beberapa teman yang memang sama-sama perekonomian keluarganya sedang sulit.

Saya dan keluarga sungguh bersyukur karena atas kemauan, usaha, dan doa bersama dapat terwujud, serta berterima kasih kepada Pengurus KAMAJAYA Scholarship yang telah memberikan kepercayaan terhadap saya untuk menerima Beasiswa KAMAJAYA. Harapan yang saya inginkan telah terwujud, itu pun juga harus dipertahankan dan juga harus dapat melahirkan harapan bagi generasi yang akan datang. Sebagai penerima Beasiswa KAMAJAYA, saya memiliki tanggung jawab yang besar hingga lulus. Setelah lulus, saya memiliki tanggung jawab untuk memberikan harapan bagi mahasiswa dan mahasiswi yang membutuhkan dengan menjadi donatur KAMAJAYA Scholarship.

KAMAJAYA Scholarship akan selalu ada di Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan siap selalu membantu keluarga yang memang sangat atau perlu dalam kebutuhan pembiayaan perkuliahan anak-anaknya.

Foto bersama saudara kembar saya (baju merah).
Turut serta dalam hari raya Paskah 2015 sebagai putra altar (PA).
Mencintai alam dengan membersihkan sampah di tepi Pantai Krakal, Gunung Kidul.
Menikmati terbitnya fajar di Puncak Giri, Gunung Kidul.

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA